Wahanainfo | MEDAN, Belakangan ini muncul pemberitaan menyoroti ketidak hadiran Calon Ketua DPD Partai Golkar Sumut Dr H Hendriyanto Sitorus, SE, MM dan Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus, SH, M.Kn pada acara HUT Partai Golkar ke-61 di Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang dinilai sarat kepentingan politik menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sumatera Utara (Sumut). Minggu 19 Oktober 2025
Aktivis Mahasiswa Sumut Hardian Tri Syamsuri pada wahanainfo Minggu (19/10) menanggapi viral nya unggahan sejumlah akun media yang menuding ketidak hadiran beberapa kader sebagai bentuk kurangnya loyalitas terhadap partai.
“Ini perlu diluruskan, sejauh informasi saya dapat, tidak ada undangan resmi diterima oleh DPD Golkar Labura. Jadi, sangat keliru jika ketidak hadiran dikaitkan dengan sikap politik atau ketidaksetiaan terhadap partai,” sebut Hardian.
Dirinya juga mengajak publik perlu bijak melihat konteks sebenarnya. Tidak adil apabila media atau pihak tertentu menggiring opini sesat seolah-olah ketidak hadiran kader menunjukkan sikap antipati terhadap partai.
“Golkar adalah partai besar, jangan sampai tercoreng oleh dinamika kecil yang dibumbui kepentingan menjelang Musda. Oknum tertentu tidak baik menggiring opini sesat yang bertujuan menjadi perhatian khusus DPP Golkar. Semua kader berhak ikut kontestasi mencalonkan diri sebagai Ketua DPD Golkar Sumut, terlepas terpilih atau tidak, saya pikir kembali kepada forum Musda,” katanya.
“Dalam hal ini, jelas ada masalah komunikasi dan koordinasi di internal panitia pelaksana. Melainkan bukan karena kader di daerah tidak mencintai Partai Golkar,” ujarnya.
Selanjutnya Hardian menyoroti fakta bahwa tidak semua DPD kabupaten/kota di Sumut turut hadir dalam kegiatan tersebut. Hal itu memperkuat dugaan adanya persoalan dalam penyelenggaraan acara, bukan karena rendahnya semangat kader di daerah.
“Dari Informasi saya peroleh, hanya sebagian kecil DPD Golkar kabupaten/kota yang hadir. Jadi kalau mau objektif, bukan Labura saja yang absen. Ini menunjukkan bahwa perencanaan dan penyebaran undangan tidak dilakukan secara menyeluruh,” katanya.
Sambung Hardian, (dia-red) menilai pemberitaan yang muncul justru terkesan mengandung muatan politisasi menjelang Musda Golkar Sumut. “Framing yang diarahkan kepada tokoh-tokoh tertentu seperti Hendriyanto Sitorus dan Erni Ariyanti Sitorus adalah bentuk upaya untuk menggiring persepsi publik yang bersifat negatif.
“Narasi semacam itu jelas tidak sehat bagi demokrasi internal partai. Musda seharusnya menjadi ajang adu gagasan, bukan ajang saling menjatuhkan lewat pemberitaan yang tidak berdasar,” cetusnya.
Hardian mengajak siapapun agar berkontestasi dengan sehat, bukan saling menjatuhkan atau menyerang pribadi seseorang. Ia juga berharap media dapat menjalankan fungsi kontrol dengan tetap menjunjung prinsip keberimbangan.
“Jangan mengkerdilkan partai dengan mengucilkan calon yang ingin berkontestasi dengan fitnah dan pemberitaan tidak sesuai fakta di lapangan,” tegas Hardian.
Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus, SH, M. Kn dikonfirmasi Waspada Online via chat WhatsApp membenarkan mendapat undangan rangkaian HUT Partai Golkar di Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang, namun izin absen.
“Saya sudah minta izin untuk menghadiri HUT Golkar di Kabupaten Labura atau daerah pemilihan saya. Harusnya puncak HUT Partai Golkar jatuh pada tanggal 20 Oktober. Yang dilaksanakan tanggal 18 Oktober di Kabupaten Deliserdang hanya rangkaian menyambut HUT Golkar, tapi bukan acara puncak HUT Golkar,” sebut Erni Ariyanti merupakan dari Fraksi Golkar.
Lap. Red

