Wahana Info
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI
No Result
View All Result
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI
No Result
View All Result
Wahana Info
  • NEWS
  • PERISTIWA
  • DAERAH
  • REGIONAL
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI
Pdt. Yones Wonda Klarifikasi Pernyataan Viral Terkait TPN-OPM di Yahukimo

Pdt. Yones Wonda Klarifikasi Pernyataan Viral Terkait TPN-OPM di Yahukimo

by Wahanainfo.com
2 Februari 2026 | 23:15 WIB
in Tak Berkategori
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT
WAHANAINFO.COM || Jayapura – Tokoh Agama Tanah Papua, Pdt. Dr. Yones Wonda, S.Th, memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang sempat viral di media sosial mengenai TPN-OPM di Kabupaten Yahukimo. Klarifikasi tersebut disampaikan untuk meluruskan berbagai tafsir yang berkembang dan dinilai tidak sesuai dengan maksud pernyataan yang sebenarnya.
 
Pendeta yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Sinode Gereja Kingmi Masehi Papua itu menyampaikan, pada Senin (02/02), bahwa ada sejumlah hal penting yang perlu dijelaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.
 
Menurut Pdt. Yones Wonda, pernyataan yang ia sampaikan sebelumnya tidak dimaksudkan untuk membenarkan tindakan kekerasan ataupun menyudutkan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk keprihatinan terhadap aksi-aksi kekerasan yang menyasar masyarakat sipil tidak bersenjata.
 
“Apa yang saya maksudkan adalah tindakan TPN-OPM yang membunuh masyarakat sipil seperti mantri, guru, tukang bangunan, hingga pendulang. Mereka adalah warga sipil yang tidak bersenjata dan tindakan tersebut tidak bisa disebut sebagai perjuangan kemerdekaan Papua,” jelasnya.
 
Ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap warga sipil tidak diakui oleh dunia internasional sebagai bentuk perjuangan, melainkan dikategorikan sebagai tindakan terorisme. Hal tersebut, kata dia, justru menimbulkan penderitaan baru bagi masyarakat luas, termasuk warga di wilayah perkotaan.
 
“Perbuatan seperti itu tidak diakui oleh dunia sebagai perjuangan, melainkan disebut sebagai tindakan teroris atau yang selama ini dikenal sebagai KKB. Akibatnya, masyarakat sipil kembali menjadi korban,” tuturnya.
 
Lebih lanjut, Pdt. Yones Wonda menyampaikan bahwa tindakan yang dilakukan TPN-OPM selama ini lebih banyak mengganggu aktivitas masyarakat dan hanya bertujuan mencari perhatian serta keuntungan pribadi, sehingga tidak dapat dibiarkan terus terjadi di Tanah Papua.
 
“TPN-OPM ini hanya mencari nama dan mencari makan dengan cara mengganggu aktivitas masyarakat sipil. Karena itu saya katakan, hal seperti ini tidak bisa dibiarkan terus berlangsung di tanah ini,” tegasnya.
 
Ia juga menekankan bahwa apabila benar-benar ingin memperjuangkan Papua Merdeka, maka perjuangan tersebut seharusnya dilakukan secara terbuka dan berhadapan dengan pihak yang sepadan.
 
“Kalau memang benar memperjuangkan Papua Merdeka, maka lawanlah yang sepadan, yaitu TNI-Polri yang juga memiliki senjata. Lakukan itu secara terbuka di lapangan agar seluruh masyarakat dan dunia tahu bahwa kalian benar-benar memperjuangkan kemerdekaan Papua. Itulah maksud dari pernyataan saya,” tambahnya.
 
Di akhir klarifikasinya, Pdt. Yones Wonda mengimbau seluruh masyarakat agar lebih bijak dalam memahami pernyataan, himbauan, maupun informasi yang beredar di media sosial. Ia menekankan pentingnya tidak menggiring suatu pernyataan menjadi polemik baru yang justru menimbulkan perpecahan.
 
“Saya berharap setiap pendapat dan himbauan yang disampaikan dapat dipahami secara utuh dan tidak dipelintir. Apa yang saya sampaikan semata-mata demi kebaikan, kedamaian, dan masa depan Tanah Papua yang lebih aman dan bermartabat,” pungkasnya. (Sorakhmat)

Berita Terbaru

Head Line

Judi Tembak Ikan Beroperasi di Perdagangan, Kabid Humas Poldasu: Akan Kita Tindaklanjuti

10 Juli 2026 | 22:14 WIB
Daerah

Pemkab Simalungun Gelar Rakor Pengusulan Proyek Strategis Tahun 2026

9 Juli 2026 | 18:55 WIB
Daerah

Bupati Simalungun Temui Menteri Pertanian RI: Dapat Bantuan Bibit 22 ribu Hektar dan Program Cetak Sawah Baru

9 Juli 2026 | 18:48 WIB

Kunjungan Tim Safari Ramadhan Kabupaten Simalungun ke Masjid Al-Ikhlas Pamatang Batu III Nagori Silou Malela

9 Juli 2026 | 18:44 WIB
Daerah

Kunjungan Tim Safari Ramadhan Kabupaten Simalungun ke Masjid Al-Ikhlas Pamatang Batu III Nagori Silou Malela

9 Juli 2026 | 18:37 WIB

Samiun Sembara Marpaung, S.Sy Meninjauan Ruas Jalan Air Joman–Silau Laut hingga Desa Silo Baru, Tegaskan Komitmen Kawal Anggaran Perbaikan

8 Juli 2026 | 21:01 WIB

Momen Haru Pelepasan Angkatan ke-8 biMBA AIUEO Griya Cikarang dan Taman BCM 2: Mengantar Anak Menuju Masa Depan Gemilang

8 Juli 2026 | 15:03 WIB

*Momen Haru Pelepasan Angkatan ke-8 biMBA AIUEO Griya Cikarang dan Taman BCM 2: Mengantar Anak Menuju Masa Depan Gemilang*

8 Juli 2026 | 14:52 WIB
Hukum

Merasa Ditipu Rp250 Juta, Klien Laporkan Pengacara ke Polres Simalungun

7 Juli 2026 | 12:12 WIB
Nasional

Felicia Sihombing Peringkat 1 Standing Ovation di Icon Indonesia SCTV! Malam Ini Menuju 4 Besar, Warga Sumut Ayo Beri Dukungan Hingga ke Final

6 Juli 2026 | 20:42 WIB
Daerah

Wali Kota Sibolga Dorong Penguatan Layanan Perlindungan Perempuan

4 Juli 2026 | 23:00 WIB

Keluarkan SK Kandidat Kalah di Konfercab ke- XXXVI, Ketum Demisioner HMI Cabang Siantar-Simalungun Nilai PB HMI Tak Objektif dan Keliru

4 Juli 2026 | 13:19 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Policy
  • Terms

© 2026 Wahanainfo.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sumber berita terkini

No Result
View All Result
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI

© 2026 Wahanainfo.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sumber berita terkini