Wahana Info
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI
No Result
View All Result
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI
No Result
View All Result
Wahana Info
  • NEWS
  • PERISTIWA
  • DAERAH
  • REGIONAL
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI

Menu Makan Gratis Seharga 10 Ribu Dapat Apa?

by wahanainfo.com
13 Desember 2024 | 22:53 WIB
in News
ADVERTISEMENT

Memasuki tahun baru 2025, banyak persiapan yang sedang dilakukan pemerintah untuk memulai lembaran baru dan melanjutkan kinerja yang kemarin sudah digarap pemerintahan sebelumnya.

Yang baru akan dilaksanakan ada program Makan Bergizi Gratis yang sudah diwacanakan bakal terealisasi pada tanggal 2 Januari 2025. Beberapa waktu lalu Presiden Prabowo Subianto sudah menetapkan anggaran untuk setiap porsi makan gratis untuk anak-anak, yakni dengan nominal Rp 10 ribu.

Hal tersebut banyak menuai kritik dari berbagai pihak, karena nominal yang kecil kontras dengan sikon terkini. Beberapa pihak termasuk Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana

yang menjelaskan bahwa nominal itu nantinya bakal dibelikan bahan baku lokal dari produsennya langsung sehingga harga bisa ditekan. Pengolahannya pun mengandalkan gotong-royong dari ibu-ibu di wilayah tersebut, tentu ada komitmen harga tersebut nantinya juga bakal disesuaikan dengan harga di setiap daerah.

Namun harga yang dipukul rata sebesar Rp 10 ribu itu tetap mengundang banyak penilaian dari publik, karena anggaran terlalu kecil dari wacana sebelumnya yang berada di nominal Rp 15 ribu.

Harga yang ditetapkan bertolak-belakang dengan fenomena yang kini kerap dipertontonkan di medsos, dimana para petani ramai-ramai mengamuk dan membuang hasil panennya karena harga rendah yang tidak sebanding dengan biaya perawatan serta waktu yang mereka habiskan di lahan untuk bercocok tanam.

Tentu yang menjadi harapan mereka di tengah kondisi pasar sepi karena menurunnya daya beli seperti saat ini, adalah harga kembali stabil. Belum lagi problema pajak meningkat di saat daya beli rendah, tentu hal tersebut juga akan mempengaruhi penjualan mereka.

Sebelum bergotong-royong, pemerintah juga harus menolong mereka dalam memenuhi kebutuhan, satu contoh sederhananya membeli dengan harga pasaran bukan justru mengharapkan harga yang murah.

Walaupun dalam dunia perdagangan, pembelian dalam jumlah besar biasa mendapat harga yang murah. Namun jika hal tersebut tidak bisa terus-terusan, harus ada solusinya. Apalagi makan gratis ini sistemnya setiap hari, tidak mungkin pemerintah meminta harga yang murah terus dari mereka.

Itu baru soal sayur, belum lagi soal kandungan protein yang termuat dalam lauk pauk. Harganya sudah tinggi saat ini, telur hingga daging menjadi produk yang dicari.

Pemerintah harus juga punya pasokan yang besar karena pembeliannya nanti juga bakal bersaing dengan konsumen atau warga lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka.

Belum kelar dengan persoalan terdekat, publik juga mulai diperlihatkan tentang tingginya biaya logistik untuk mendistribusikan bahan pangan ke wilayah timur Indonesia. Seperti halnya di Provinsi Papua, Maluku dan Nusa Tenggara, bahan pangan belum berproduksi sebesar di tanah Jawa.

Masalah itu yang nantinya harusnya masuk dalam perhitungan dan analisis dari tim pelaksana makan gratis.

Pakar gizi dari Universitas Airlangga (Unair), Qonita Rachmah, menyatakan bahwa kecukupan gizi dalam program makan bergizi gratis dengan anggaran Rp10 ribu per anak per hari sebenarnya bisa tercapai, namun dengan beberapa syarat.

Sesuai dengan wacana yang sudah dipaparkan pemerintah, beberapa langkah yang perlu diambil untuk mencapainya antara lain adalah penggunaan bahan pangan lokal, pengurangan biaya transportasi dalam distribusi bahan pangan, serta melibatkan tenaga lokal untuk mengolah makanan yang ditujukan bagi anak-anak dan ibu hamil.

Meskipun dengan strategi-strategi tersebut, Qonita menilai bahwa tetap sangat sulit untuk menyediakan makanan bergizi dengan anggaran hanya Rp10 ribu per anak per hari. Untuk itu pemerintah harus betul mencari cara untuk mengefektifkan pelaksanaan program tersebut. Tujuannya agar tidak merugikan warga dan tetap membawa kebermanfaatan yang besar bagi semua pihak, khususnya anak-anak yang menjadi target utama penerima fasilitas dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis nanti.

Berita Terbaru

Hukum

Perkuat Kepastian Hukum dan Keandalan Energi PLN Indonesia Power Gandeng Kejati Sumut

5 November 2026 | 00:45 WIB
Daerah

Wali Kota Wesly Launching Aplikasi PESONA BABANG QRIS TAMPAN

4 November 2026 | 17:50 WIB
Daerah

Sebelum Refleksi Nasional di Parapat, Puluhan Dokter dari Pelkesi Kunjungi Vita Insani Siantar

4 November 2026 | 17:12 WIB

KETUM HIMA KRS APRESIASI KINERJA AKBP WELMAN FERI, S.I.K., M.I.K., UCAPKAN SELAMAT ATAS AMANAH BARU SEBAGAI WADIRRES SIBER POLDA SUMUT

4 November 2026 | 00:16 WIB
Head Line

Mahasiswa FKM USU Miftahussakdan Lakukan Riset Pengendalian Jentik Nyamuk untuk Mencegah DBD

3 November 2026 | 12:43 WIB
Daerah

Wali Kota Wesly Hadiri Penutupan Open Turnamen Voli Antar Klub se-Sumatera dan Turnamen Voli Antar Pelajar SMA se-Sumut

3 November 2026 | 11:24 WIB
Pendidikan

STT Siar Nauli Wisuda 39 Sarjana Sekaligus Rayakan Dies Natalis ke-13

2 November 2026 | 17:33 WIB
Daerah

Wali Kota Wesly Dinilai Sosok yang Dekat dengan Tokoh Lintas Agama dan Lintas Iman

2 November 2026 | 11:40 WIB
Daerah

Apel Kebangsaan GAMKI se-Sumut, Wali Kota Wesly Terima Penghargaan Tokoh Toleransi

1 November 2026 | 12:34 WIB
Investigasi

Besi Pancang Proyek Aek Siaili Tapteng Disorot

31 Oktober 2026 | 21:32 WIB
Daerah

Ada Penangkaran Walet di Siantar Utara, Warga Keberatan

31 Oktober 2026 | 13:49 WIB
Daerah

Melintas dari Basis Narkoba Bajigur Siantar, Pria Ini Diduga Dianiaya hingga Kepala Berdarah

31 Oktober 2026 | 13:46 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Policy
  • Terms

© 2026 Wahanainfo.com

rotasi barak berita hari ini danau toba fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI

© 2026 Wahanainfo.com

rotasi barak berita hari ini danau toba fons nuntiorum infamissimus