Wahanainfo | Pematangsiantar,- Seorang pria diduga menjadi korban penganiayaan saat melintas dari basis narkoba di Gang Bajigur, Kelurahan Nagapitu, Kecamatan Siantar Martoba, Kamis (29/10/2026) siang.
Korban yakni Daniel Pardede, warga Jalan Meranti, Kota Pematangsiantar. Dengan kepala yang masih berdarah, Daniel datang ke Mapolres Siantar untuk melaporkan dugaan penganiayaan tersebut.
Polisi yang menerima laporan pengaduan itu kemudian turun ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kepada wartawan, Daniel bercerita, sebelum kejadian, dia hendak melintas dengan mengendarai sepedamotor dari Gang Bajigur tersebut. Tiba di sana, Daniel dipanggil salah seorang temannya.
“Aku dipanggil kawanku. Jadi, aku berhenti di Gang Bajigur itu,” kata Daniel.
Tak lama kemudian, Daniel membuka tas sandangnya untuk mengambil uang yang akan diberikan kepada temannya. Bersamaan dengan itu, handphone yang ada di dalam tas tersebut berdering. Daniel pun mengeluarkan handphone tersebut.
Setelah Daniel mengeluarkan handphone, situasi kian memanas. Sekelompok pemuda yang ada di sana diduga panik dan takut jika Daniel memgambil video lokasi yang dikenal sebagai basis narkoba tersebut.
“Aku langsung dikepung. Banyak orang mengerumuni aku. Aku didorong-dorong. Handphoneku dirampas,” ungkap Daniel.
Setelah aksi dorong-dorongan itu, kepada Daniel terbentur ke tembok yang ada di lokasi kejadian.
“Kepalaku berdarah karena didorong dan terbentur tembok,” jelas Daniel.
Daniel beharap, peristiwa yang dialaminya segera diproses hukum lebih lanjut.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polres Siantar Ipda Hezron Simarmata membenarkan adanya laporan pengaduan tersebut. (Red)

