WAHANAINFO.COM || TAPANULI TENGAH – Hingga tiga bulan setelah terjadinya bencana banjir bandang dan longsor, yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Selasa, 25 Nofember 2025 yang lalu, masyarakat Desa Sialogo masih harus menjalani hari-hari mereka dalam keterbatasan akibat belum adanya penanganan listrik yang memadai.
Harapan yang sempat tumbuh setelah berbagai upaya koordinasi dilakukan, kini perlahan berubah menjadi kegelisahan. Warga mengaku telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada beberapa pihak terkait, namun belum juga ada titik terang.
Bagi masyarakat Desa Sialogo, listrik bukan sekadar penerangan, Listrik merupakan kebutuhan dasar yang menyentuh hampir seluruh aspek kehidupan. Anak-anak kesulitan belajar pada malam hari, pelaku usaha kecil terhambat menjalankan aktivitasnya dan pelayanan masyarakat pun menjadi tidak optimal.
Saat malam tiba, sebagian rumah hanya mengandalkan lampu seadanya. Aktivitas warga terhenti lebih cepat dan suasana desa menjadi gelap gulita. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan, terlebih di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.
“Kami hanya berharap ada perhatian serius dan tindakan nyata. Kami sudah berusaha menyampaikan keluhan secara resmi, namun belum ada hasil,” ungkap salah satu warga, yang enggan disebutkan namanya, dengan nada penuh harap, Kamis (26/2/2026)
Sementara itu, Kepala Desa Sialogo Yareti Waruwu, mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan PLN Cabang P. Sori, bahkan hingga ke PLN Kantor Pusat Sibolga. Namun sangat disayangkan, sampai hari ini belum ada perkembangan ataupun kepastian kapan permasalahan listrik di Desa Sialogo akan ditangani.
“Masyarakat Desa Sialogo tidak menuntut hal yang berlebihan. Mereka hanya menginginkan hak dasar sebagai warga negara, yaitu akses listrik yang layak dan stabil. Harapan mereka sederhana: agar pihak terkait segera turun tangan, melakukan pengecekan dan memberikan solusi konkret demi kesejahteraan bersama,” ujarnya.
Kini, warga hanya bisa menunggu kepastian. Mereka berharap suara kecil dari desa ini dapat terdengar hingga ke pengambil kebijakan, dan segera ada langkah nyata untuk menerangi kembali kehidupan di Desa Sialogo.
Ketika hal ini di konfirmasi ke PLN UP3 Sibolga, Oleh Asman Keuangan dan Umum PLN UP3 Sibolga, Junita Simatupang, sebelumnya menyampaikan keprihatinan yang mendalam mengenai situasi di Desa Sialogo saat ini pascabencana.
Ia menjelaskan, pada prinsipnya, PLN UP3 Sibolga berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan yang terbaik kepada warga masyarakat
Terkait perbaikan jaringan listrik di Desa Sialogo, pihaknya telah turun kelapangan untuk melakukan survey, bahkan sudah dimasukkan dalam agenda program kerja pemulihan listrik pasca bencana. Masalahnya sekarang terkendala dengan kondisi lapangan.
“Berdasarkan hasil survey, kami mengalami kendala terkait kondisi lapangan. Akses jalan dan jembatan belum bisa dilalui roda empat untuk mengangkut peralatan. Meskipun demikian, masyarakat diharapkan untuk bersabar, kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk berbuat yang terbaik agar masyarakat bisa kembali menikmati layanan listrik” jelasnya. (Sorakhmat)

