Wahana Info
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI
No Result
View All Result
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI
No Result
View All Result
Wahana Info
  • NEWS
  • PERISTIWA
  • DAERAH
  • REGIONAL
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI

Beban dan Ketambengan Spiritual Mampu Menciptakan Jalan Baru Setelah Perjalan Dilakukan

by Wahanainfo.com
14 Juli 2026 | 18:06 WIB
in Tak Berkategori
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

https//wahanainfo.com Banten “Beban berat spiritual bagi manusia adalah menjadi saksi kebenaran yang harus diucapkan, ditulis dan diabadikan menjadi dokumen yang bisa menerangkan perjalanan sejarah seperti apa adanya. Tanpa dimanipulasi sedikitpun sehingga dapat mengaburkan atau menyesatkan pemahaman generasi berikutnya yang patut belajar dari masa lalu yang kelam sekalipun.

 

Karena itu, menjadi saksi kebenaran — yang tidak boleh diucapkan, tidak boleh ditulis dan tidak boleh didokumentasikan — adalah siksa batin terberat bagi pelaku spiritual untuk berpura-pura tidak tahu, atau tidak perduli serta tidak mengambil tanggung jawab sosial — etika dan moral — atas nama akhlak mulia kemanusiaan. Karena itu, mengetahui sesuatu yang benar, tapi memilih untuk melakukan yang salah merupakan dosa yang tidak terampunkan bagi pelaku spiritual. Inilah yang dimaksud dari cognitive dissonance dalam perspektif spiritual. Ketika hati sudah berbisik salah dan akal sehat telah mengatakan zalim dan sajah, pilihan untuk tetap melakukannya tetap menjadi pilihan, lantaran uang, jabatan, demi keuntungan atau keselamatan, tidak sana sekali melakukan perkawanan demi kenyamanan dan keamanan diri sendiri dengan membuatkan orang lain menjadi korban.

 

Inilah bentuk pengkhianatan yang nyata terhadap diri sendiri dalam bentuk kemunafikan tersembunyi — yang sangat mungkin tidak diketahui oleh seorang pun — kecuali diri kita sendiri dan Tuhan. Dalam kisah Mahabharata soal inilah yang menjadi dilema bagi Bhisma, Drona dan banyak pejabat di negeri Konoha — membiarkan kerusakan terus terjadi — karena merasa memperoleh manfaat, keuntungan, kesempatan mendapat jabatan serta pamrih negatif lainnya yang merugikan rakyat banyak. Jadi, hilangnya etika, moral dan akhlak mulia sebagai wakil Tuhan di bumi — khalifatullah — gugur Dengan sendirinya, karena acai pada nilai-nilai spiritual yang paling dasar untuk menjaga dan membentengi harkat dan martabat kemanusiaan yang harus dijaga sampai akhir hayat menuju akherat.

 

Berbeda dengan pilihan sebaliknya, ketika banyak orang melakukan korupsi, membuat kecurangan, pamer, sombong dan bangga mengenakan predikat palsu, tamak dan rakus serta kemaruk, adalah batu ujian bagi pelaku spiritual membuktikan dirinya “sakti mandraguna” tidak tersentuh oleh hasrat duniawi yang lebih dominan bersifat material dibanding spiritual.

 

Upaya melawan arus yang tengah menggerus etika, moral dan akhlak mulia manusia di negeri Konoha ini memang pilihan yang sangat berat. Resikonya bisa dikucilkan dari dalam  lingkaran pergaulan, relasi kerja serta beragam jaringan aktivitas dan pergerakan. Lantaran merasa tidak searah dan tidak selaras dengan suka cita dan selera warga masyarakat yang telah terjangkit virus kapitalisme, materialisme dan liberalisme, sehingga nilai kesuksesan, kehebatan dan ketokohan sudah ditakar dari nilai materi dan penciptaan, meskipun semua, sebab yang penting bagi orang banyak adakah citra diri yang wah dan megah. Kendati imitasi dan palsu seperti hand phone yang mengutamakan kesing, daripada kemampuan sinyal dan kecanggihan dari perangkat penopang fungsi dan peran utama yang sesungguhnya menjadi kebutuhan yang paling substansial sifatnya.

 

Kepekaan sinyal dari kemampuan dan kecerdasan spiritual seseorang, dapat dicermati dari sikap kepeduliannya terhadap dera derita orang lain yang dia saksikan, sehingga rasa empati dan kepedulian dirinya jadi tergerak untuk melakukan sesuatu — setidaknya untuk mencegah — agar perilaku zalim tidak sampai terjadi. Getaran rasa kepedulian sosial dan tanggung jawab moral serupa ini, jelas dianggap perilaku yang naif atau absurd dalam suasana liberalisme sedang membara di negeri ini dengan sikap dan sifat individualistiknya yang semakin booming. Sehingga gairah dan semangat gotong royong semakin layu dan kuyu, seperti menyemai tanaman di musim kemarau yang sangat panas, akibat persaingan dan perlombaan di semua lini semakin sengit terjadi untuk mengejar hasil, tiada perduli proses dari cara untuk mencapai keberhasilan yang dimaksud. Maka pada tahapan inilah upaya untuk menghalalkan segala cara terjadi dan terus berlangsung mulai dari parlemen hingga bilik departemen maupun di lembaga peradilan kita yang ikut gaduh dan kisruh, seakan menjadi sinyal adanya adanya masalah yang gaib di lahan perkebunan, pertambangan hingga perbankan dan instansi asuransi serta perusahaan minyak yang kesemuanya itu terkait dengan hajat hidup dan kebutuhan orang banyak yang patut dan wajib mendapat perhatian dan perlindungan dari pemerintah.

 

Agaknya, begitulah resume dari penjelajahan spiritual sebatas jagat Nusantara yang telah di-Indonesia-kan bahwa ruwat bumi itu penting dan perlu untuk memperoleh rasa syukur melalui tafakur guna mengembalikan makna yang hilang entah di hutan belantara atau belantara perkotaan untuk mengeruk mineral dari perut bumi yang mulai sakit-sakitan sehingga “suhu demam bumi” begitu panas seperti ingin menghanguskan semua sampah politik, sampah  sosial dan sampah ekonomi hingga sampah budaya dan agama yang berguna bagi kehidupan manusia.

 

Tampaknya seperti itulah beban fisik dan beban spiritual yang semakin dominan mengganggu mimpi indah tentang hari esok yang semakin tidak menentu, walaupun tetap ajan dituntun oleh naluri spiritual untuk terus berjalan, meski tidak ada jalan. Karena dengan terus berjalan — seperti ketambengan spiritual — maka dengan sendirinya jalan terbaru dapat diciptakan untuk kemudian dapat digunakan oleh orang banyak         (Pewarta : Suganda)

Berita Terbaru

Beban dan Ketambengan Spiritual Mampu Menciptakan Jalan Baru Setelah Perjalan Dilakukan

14 Juli 2026 | 18:06 WIB

Diduga Program (P3-TGAI) Di Desa Solokan Jadi Bancakan Oknum Aspirator Dewan Di sebut Mirip Garong Pangkas Anggaran Fee Yang Cukup Pantastis.

14 Juli 2026 | 12:04 WIB
Peristiwa

Wali Kota Syukri Pastikan Pemulihan Pascakebakaran Pasar Nauli Sibolga

13 Juli 2026 | 10:27 WIB

Diduga Skandal Proyek P3-TGAI Di Tiga Titik Di Desa Solokan Senilai 195.000.000. Juta Rupiah Jadi Ajang Bancakan Oknum.

13 Juli 2026 | 03:51 WIB
Head Line

Judi Tembak Ikan Beroperasi di Perdagangan, Kabid Humas Poldasu: Akan Kita Tindaklanjuti

10 Juli 2026 | 22:14 WIB
Daerah

Pemkab Simalungun Gelar Rakor Pengusulan Proyek Strategis Tahun 2026

9 Juli 2026 | 18:55 WIB
Daerah

Bupati Simalungun Temui Menteri Pertanian RI: Dapat Bantuan Bibit 22 ribu Hektar dan Program Cetak Sawah Baru

9 Juli 2026 | 18:48 WIB

Kunjungan Tim Safari Ramadhan Kabupaten Simalungun ke Masjid Al-Ikhlas Pamatang Batu III Nagori Silou Malela

9 Juli 2026 | 18:44 WIB
Daerah

Kunjungan Tim Safari Ramadhan Kabupaten Simalungun ke Masjid Al-Ikhlas Pamatang Batu III Nagori Silou Malela

9 Juli 2026 | 18:37 WIB

Samiun Sembara Marpaung, S.Sy Meninjauan Ruas Jalan Air Joman–Silau Laut hingga Desa Silo Baru, Tegaskan Komitmen Kawal Anggaran Perbaikan

8 Juli 2026 | 21:01 WIB

Momen Haru Pelepasan Angkatan ke-8 biMBA AIUEO Griya Cikarang dan Taman BCM 2: Mengantar Anak Menuju Masa Depan Gemilang

8 Juli 2026 | 15:03 WIB

*Momen Haru Pelepasan Angkatan ke-8 biMBA AIUEO Griya Cikarang dan Taman BCM 2: Mengantar Anak Menuju Masa Depan Gemilang*

8 Juli 2026 | 14:52 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Policy
  • Terms

© 2026 Wahanainfo.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sumber berita terkini

No Result
View All Result
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI

© 2026 Wahanainfo.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sumber berita terkini