WAHANAINFO.COM|| TAPTENG – Keluarga korban jiwa bencana alam di Desa Sibio-bio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia, Gubernur Sumatera Utara, Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah, serta jajaran pemerintah terkait penanggulangan bencana.
Surat tersebut berisi permohonan agar pemerintah segera melakukan pencarian dan evakuasi korban yang hingga kini belum ditemukan.
Perwakilan keluarga korban, Ratakan Zendato, menyampaikan, lebih dari dua bulan sejak bencana terjadi pada 25 November 2025, keluarga belum melihat adanya upaya lanjutan pencarian terhadap Radina Mendrofa yang masih dinyatakan hilang.
“Kami tidak membutuhkan bantahan atau pernyataan penguatan. Yang kami harapkan adalah tindakan nyata berupa pencarian dan evakuasi korban jiwa yang belum ditemukan,” ujar Ratakan dalam keterangan tertulis, kepada sejumlah media Jumat (6/2/2026).
Ratakan menegaskan, tuntutan tersebut bukan sekadar luapan emosi, melainkan kebutuhan akan kepastian atas nasib anggota keluarga yang hilang. Mereka menilai, sejak masa tanggap darurat hingga memasuki tahap pemulihan lebih dari dua bulan, tidak terlihat operasi pencarian aktif dan berkelanjutan dari tim resmi.
“Sudah lebih dari dua bulan, tidak terlihat operasi pencarian aktif dan berkelanjutan dari tim resmi. Sementara kita membutihkan kepastian atas nasib anggota keluarga yang hilang,” keluh Ratakan, dengan nada kecewa.
Menurutnya, upaya pencarian dua korban sebelumnya—ayah dan adik korban—justru lebih banyak dilakukan secara mandiri oleh keluarga bersama masyarakat setempat.
“Sejauh kini, masih ada satu korban yang belum ditemukan dan pencarian terus dilakukan secara terbatas oleh keluarga,” tutur Ratakan.
Kondisi tersebut dinilai semakin menambah beban psikologis keluarga yang masih menunggu kejelasan. Dalam surat terbuka itu, keluarga juga meminta perhatian Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, agar mengakomodasi permohonan mereka sesuai kewenangan dan aturan penanggulangan bencana yang berlaku.
Sementara itu, pihak Metro-online.co yang merupakan kerabat keluarga korban, Yasiduhu Mendrofa, mengaku telah meneruskan surat terbuka tersebut kepada Kepala BPBD Tapanuli Tengah, Leo Sinaga, melalui telepon dan pesan WhatsApp.
Pertemuan sempat diagendakan, namun hingga kini belum ada tanggapan resmi karena yang bersangkutan diketahui sedang berada di luar kota.
“Kita berharap, setelah Kepala BPBD kembali, pertemuan dapat segera dilaksanakan guna membahas langkah tindak lanjut pencarian korban,” ungkap, Ketua Pro Jurnalis Siber (PJS) Sibolga-Tapteng ini, menjelaskan.
Hingga berita ini diterbitkan, keluarga masih menunggu kepastian dan berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret, sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan keadilan serta penghormatan terhadap hak warga terdampak bencana. (Sorakhmat)

