Wahana Info
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI
No Result
View All Result
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI
No Result
View All Result
Wahana Info
  • NEWS
  • PERISTIWA
  • DAERAH
  • REGIONAL
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI
Kepling Dicopot Skandal Beras Menguak Warga Budi Luhur Geruduk Kantor Lurah

Kepling Dicopot Skandal Beras Menguak Warga Budi Luhur Geruduk Kantor Lurah

by Wahanainfo.com
17 April 2026 | 11:06 WIB
in Daerah
ADVERTISEMENT

WAHANAINFO.COM || TAPANULI TENGAH – Ratusan warga Lingkungan III, Kelurahan Budi Luhur, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, geruduk Kantor Lurah Budi Luhur, Rabu (15/4/2026). Aksi damai yang digelar berubah menjadi gelombang protes keras setelah Kepala Lingkungan (Kepling) III berinisial AL resmi dicopot dari jabatannya.

Dengan membawa kertas-kertas bertuliskan tuntutan, warga meluapkan kekecewaan yang selama ini terpendam. Bagi mereka, pencopotan AL bukan sekadar keputusan administratif, melainkan diduga kuat berkaitan dengan terbongkarnya persoalan serius, hilangnya 23 karung bantuan beras Bulog yang seharusnya diterima masyarakat.

Isu ini sontak menyulut emosi warga. Mereka menilai ada upaya membungkam pihak tertentu di tengah mencuatnya dugaan penyimpangan bantuan sosial.

“Ini bukan kebetulan. Ada yang tidak beres. Kepling kami jangan dicopot,” teriak warga dengan nada tinggi di tengah kerumunan massa.

Dugaan pun mengarah pada oknum pejabat setempat. Warga secara terbuka mencurigai adanya keterlibatan Lurah Budi Luhur dan Pelaksana Harian (Plh) Camat Pandan dalam polemik hilangnya beras bantuan tersebut.

Perwakilan warga, Khairul Saleh Nainggolan, tampil lantang menuntut transparansi. Ia menilai pencopotan AL sarat kepentingan dan jauh dari rasa keadilan.

“Lurah harus buka suara. Ini bukan keputusan biasa. Kami curiga ada yang ditutup-tutupi,” tegas Khairul dengan nada geram.

Tak hanya itu, Khairul bahkan menyampaikan tuntutan yang lebih keras: mencopot Lurah Budi Luhur dari jabatannya.

“Kalau memang mau adil, jangan Kepling kami yang dikorbankan. Lebih baik Lurahnya saja yang dicopot karena sudah membuat kegaduhan!” katanya disambut sorakan warga.

Suasana aksi semakin memanas saat warga lain, M. Nurdin ikut menyuarakan penolakan tegas terhadap pencopotan AL. Ia menyebut sosok AL sebagai pemimpin lingkungan yang selama ini bekerja dengan baik dan dekat dengan masyarakat.

“Kami tahu bagaimana beliau bekerja. Tidak ada masalah. Kenapa tiba-tiba dicopot ?. Ini janggal!” ujarnya.

Warga pun berjanji tidak akan tinggal diam. Mereka mendesak adanya penyelidikan terbuka dan transparan agar kebenaran terungkap.

Aksi ini menjadi sinyal kuat bahwa kepercayaan masyarakat sedang berada di titik genting. Jika tidak segera dijawab dengan kejelasan, bukan tidak mungkin gelombang protes yang lebih besar akan kembali terjadi.

Sekretaris Lurah (Seklur) Budi Luhur Andi Siregar saat dikonfirnasi awak media, menegaskan bahwa pencopotan Arif Lase sebagai Kepling III, sangat tidak berdasar.

“Kinerja Kepling III selama ini, kami nilai sangat baik dan dikenal dekat dengan warganya, bahkan tidak pernah mendapat teguran baik secara lisan maupun tulisan,” ungkapnya.

Ia mengaku, terkait pencopotan Arif Anwar Lase sebagai Kepling III, sama sekali tanpa sepengetahuannya sebagai Seklur.

“Pencopotan itu, tanpa sepengetahuan kami sebagai Seklur, karena belum pernah dirapatkan, sehingga kami tidak bisa menjawab pertanyaan warga apa yang menjadi alasan pencopotan itu,” kilahnya.

Saat berdialog dengan warga, Seklur berjanji akan nenyampaikan hal ini kepada atasan, apa yang menjadi aspirasi dari warga Lingkungan III.

Usai menyampaikan apa yang menjadi tuntutan, ratusan warga membubarkan diri dengan aman dan tertib. (Sorakhmat)

Berita Terbaru

Hukum

Dilaporkan Kasus Penggelapan, Anak Musisi Batak Arvindo Simatupang Ditangkap

19 Oktober 2026 | 15:04 WIB

Muh. Alfian Pimpin KADIN Pasangkayu 2026–2031, Momentum Baru Memperkuat Dunia Usaha dan Ekonomi Daerah

17 Oktober 2026 | 17:55 WIB

GBR Pertanyakan Legalitas CV Perkasa Plastik, Dugaan Pengelolaan Limbah Jadi Perhatian

17 Oktober 2026 | 08:27 WIB

GBR Pertanyakan Legalitas CV Perkasa Plastik, Dugaan Pengelolaan Limbah Jadi Perhatian

17 Oktober 2026 | 08:27 WIB
Daerah

Raliman Saragih Menangkan Pemilihan Pangulu di Nagori Sigodang

16 Oktober 2026 | 20:49 WIB

PD IPA Tebing Tinggi Apresiasi Kinerja Plt. Kadis Dukcapil Ramadhan Barqah Pulungan

16 Oktober 2026 | 19:09 WIB

PW GHARIS Sumut Soroti Pergeseran Anggaran Rp503 Miliar di Deli Sedang, Desak Kejati Lakukan Audit

16 Oktober 2026 | 19:06 WIB

Baru Menjabat Sebagai Kapolres Tebing Tinggi AKBP Hotmartua Ambarita, di Demo mahasiswa

16 Oktober 2026 | 13:06 WIB
News

JAMAN Simalungun Surati PT.RPN , Minta Transparansi Tata Kelola Benih PPKS Marihat.

14 Oktober 2026 | 15:55 WIB
Daerah

Ketua TP PKK Simalungun Sambut Hangat Tim Evaluasi Nagori Percontohan PTP2WKSS Provinsi Sumatera Utara

13 Oktober 2026 | 18:54 WIB

Bungkam Fitnah dengan Prestasi: Aktivis Mahasiswa Sumut Muhammad Kurniawan Dukung Penuh Komitmen Polres Labuhanbatu Gempur Bandar Narkoba

13 Oktober 2026 | 18:08 WIB

Kawal Pembangunan Infrastruktur Bekasi, Awak Media Turun Langsung Monitoring Proyek Jalan

13 Oktober 2026 | 09:07 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Policy
  • Terms

© 2026 Wahanainfo.com

rotasi barak berita hari ini danau toba fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI

© 2026 Wahanainfo.com

rotasi barak berita hari ini danau toba fons nuntiorum infamissimus