WAHANAINFO.COM || SIBOLGA – Rusaknya infrastruktur jalan dan jembatan akibat banjir dan longsor yang terjadi pada Selasa (25/11), telah menyebabkan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Hingga Selasa (2/12/2025), antrean panjang kendaraan tampak di sejumlah SPBU di Kota Sibolga.
Banjir dan longsor yang merusak badan jalan di beberapa titik jalur utama, menyebabkan truk pengangkut BBM dari Depot Terminal BBM Kota Sibolga, mengalami hambatan dalam mendistribusikan BBM ke sejumlah SPBU di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Daerah sekitarnya.

Kondisi tersebut semakin berdampak luas, selain mengganggu aktivitas masyarakat, juga menghambat proses mobilisasi pendistribusian bantuan kemanusiaan ke wilayah yang terdampak bencana.
Hal ini disampaikan, Bendahara Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Wilayah Sumatera Utara, Grace RA.Panggabean, yang memimpin relawan JPKP dalam menyalurkan bantuan kemanusian.
Grace RA.Panggabean yang akrab disapa Grace mengaku, sangati sulit mendapatkan BBM jenis Pertalite, Pertamax maupun Solar.
“Sudah dari kemarin kami antre membeli Pertalite, Pertamax atau Solar, namun belum juga mencukupi kebutuhan, sehingga relawan JPKP, kesulitan menyalurkan bantuan kepada korban bencana,” ujar, Putri Sulung Sahat Panggabean, mantan Wali Kota Sibolga ini, mengeluhkan.
Ia berharap, Pemerintah secepatnya memperbaiki infranstruktur jalan dan jembatan yang rusak, supaya pasokan BBM kembali normal.
“Setidaknya selama masa perbaikan infranstruktur, Pemerintah Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, bersinergi dengan pihak Pertamina, agar BBM kebutuhan relawan kemanusiaan mendapat prioritas,” pinta Grace.
Kesulitan yang dialami para relawan kemanusian, dapat dirasakan oleh Putra, salah seorang warga Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli tengah.
Putra mengatakan, rusaknya jembatan pandan akibat banjir, distribusi BBM ke wilayah Kecamatan Pinangsori terganggu.
“Makanya jangan heran, pengendara memilih menunggu antrian dari subuh hingga malam, untuk mendapatkan jatah pembelian,”
Terpisah, salah seorang petinggi Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara, yang enggan disebutkan namanya, melalui pernyataan singkat membenarkan terhambatnya suplai BBM akibat akses yang sulit dilalui.
“Namun pihaknya memastikan pasokan tetap tersedia dan tengah dilakukan upaya mempercepat mobilisasi BBM ke wilayah terdampak,” pungkasnya, mengakhiri. (Sorakhmat)
No Result
View All Result