WAHANAINFO.COM || MEDAN — PT PLN Indonesia Power terus memperkuat sinergi dan tata kelola perusahaan dalam mendukung keberhasilan Proyek Strategis Nasional (PSN). Upaya tersebut dilakukan melalui audiensi pendampingan hukum bersama Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara serta koordinasi pengamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) dengan Kepolisian Daerah Sumatera Utara.
Audiensi bersama Kejati Sumut berlangsung di Medan pada Senin, 18 Mei 2026. Kegiatan itu dipimpin Direktur Operasi Batubara PLN Indonesia Power, M. Hanafi Nur Rifai, didampingi VP OMP II, VP Legal, Staf Ahli Direksi, Senior Manager UBP Pangkalan Susu, Manager Unit UBP Labuan Angin Hendri Aman Purba, serta jajaran tim PLN Indonesia Power.
Pertemuan tersebut diterima langsung Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Muhibuddin bersama jajaran. Audiensi itu menjadi bagian dari penguatan pengawalan aspek hukum terhadap pelaksanaan proyek strategis nasional di lingkungan PLN Indonesia Power, khususnya di UBP Pangkalan Susu dan UBP Labuan Angin.
Dalam kesempatan itu, pihak PLN Indonesia Power menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga guna memastikan seluruh proses pelaksanaan proyek berjalan sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG), transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Sinergi dengan aparat penegak hukum menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh proses pelaksanaan proyek strategis nasional berjalan dengan baik, transparan dan sesuai aturan yang berlaku,” ujar M. Hanafi Nur Rifai dalam keterangannya.
Ia menambahkan, pendampingan hukum dari Kejati Sumut diharapkan mampu memberikan kepastian dan mitigasi terhadap berbagai potensi persoalan hukum yang dapat menghambat jalannya proyek.
“Kami berharap dukungan dan pendampingan hukum ini dapat memperkuat tata kelola perusahaan serta mendukung kelancaran operasional dan pembangunan proyek strategis PLN Indonesia Power,” tambahnya.

Kegiatan koordinasi kemudian dilanjutkan pada Selasa, 19 Mei 2026, melalui audiensi bersama Kepolisian Daerah Sumatera Utara terkait pengamanan Obvitnas PLTU Pangkalan Susu. Dalam pertemuan itu turut hadir Wakapolda Sumut Brigjen Pol. Sonny Irawan beserta jajaran.
Audiensi bersama Polda Sumut, bertujuan memperkuat sinergi pengamanan aset negara sekaligus menjaga stabilitas operasional dari potensi ancaman maupun gangguan yang dapat memengaruhi jalannya proyek strategis nasional.
Manager Unit UBP Labuan Angin, Hendri Aman Purba, mengatakan bahwa aspek pengamanan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan operasional pembangkit listrik nasional.
“Koordinasi yang baik dengan aparat keamanan sangat diperlukan agar seluruh aset strategis negara tetap aman dan operasional pembangkit berjalan optimal dalam mendukung ketahanan energi nasional,” ucapnya.
Melalui penguatan sinergi, pendampingan hukum dan pengamanan yang terintegrasi, PLN Indonesia Power berharap pelaksanaan proyek strategis di UBP Pangkalan Susu dan UBP Labuan Angin dapat berjalan optimal, tepat waktu, serta memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keandalan pasokan listrik nasional dan mendukung ketahanan energi Indonesia. (Sorakhmat)

