Wahanainfo | Simalungun,- Kasus dugaan pembunuhan berencana dengan cara membakar mobil yang parkir di garasi rumah masih terus diselidiki kepolisian.
Kabar terbaru, Tim Bidlabfor Polda Sumut turun ke lokasi kejadian di Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, Senin (11/05/2026) siang.
Kedatangan Tim Bidlabfor tersebut yakni untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Personel Polres Simalungun dan Polsek Serbelawan juga hadir di sana.
Kompol Supriyadi, salah seorang personel Tim Bidlabfor Polda Sumut mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah TKP di dua tempat, yakni kondisi awal di garasi dan di depan rumah.
“Kita sudah mengambil sampel barang bukti,” kata Kompol Supriyadi.
Kompol Supriyadi menambahkan, seluruh barang bukti tersebut selanjutnya dilaporkan dan diserahkan ke penyidik Polda Sumut untuk dilakukan pemeriksaan.

Masih di lokasi yang sama, korban Samsul Bahri Barito didampingi istrinya berharap, kepolisian segera menyelesaikan kasus yang mereka alami.
“Ini perbuatan sadis. Kalau terlambat sedikit saja, sudah meninggal kami sekeluarga. Apalagi kamar dua anakku pas disamping garasi itu. Kalau aku tidak bangun, sudah duluan terbakar dua anakku itu,,” kata Pratiwi Suryani, istri Samsul Bahri Barito.
Pratiwi mengungkapkan, pada malam kejadian, Minggu (10/05/2026) sekira pukul 03.00 WIB, dirinya terbangun karena mendengar suara ledakan dan alarm dari mobil yang terbakar tersebut.
“Setelah kami lihat keluar, mobil Innova Reborn itu sudah terbakar. Apinya sudah besar. Suamiku langsung buka pintu mobil dan tarik rem tangan. Setelah itu, kami dorong mobil itu ke depan rumah,” jelas Pratiwi.
Pratiwi pun kembali meminta agar Polda Sumut segera mengungkap dalang di balik peristiwi keji tersebut.
“Kami berharap Bapak Kapolda Sumut segera menangkap para pelaku,” pinta Pratiwi.
Masih di lokasi yang sama, Poltak Silitonga SH MH, kuasa hukum korban mengatakan, Polda Sumut harus segera memanggil dan memeriksa semua pihak yang terlibat dalam kasus tersebut, termasuk manajemen PT Bridgestone.
“Ada indikasi PT Bridgestone memelihara mafia yang terlibat dalam dugaan pembunuhan berencana ini,” ungkap Poltak.
Poltak pun menegaskan, dirinya tidak pernah takut untuk menegakkan keadilan dan mengungkap siapa dalang di balik aksi pembakaran tersebut.
“Semua harus ditangkap. Siapa pun yang terlibat, termasuk PT Bridgestone. Jangan ada yang memelihara mafia karet,” ucap Poltak.
Di sisi lain, Poltak menambahkan, dirinya siap mendukung dan memberikan bukti-bukti kepada Polda Sumut guna kepentingan pengungkapan kasus tersebut. (*)

