
WAHANAINFO.COM || SIBOLGA – Buntut pembangunan pagar besi pembatas di ruang tunggu penumpang di lokasi Pelabuhan ASP Sibolga, Aliansi Pemuda Ono Niha Sibolga dan Tapanuli Tengah, melakukan aksi damai di depan Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) dan Kantor Walikota Sibolga, Kota Sibolga, Sumatera Utara, Rabu (24/09/2025).
Aksi yang mendapat simpati warga Kota Sibolga tersebut, di dominasi para Ibu Rumah Tangga (IRT) pedagang asongan, berjalan kaki dengan menempuh jarak sejauh 1 (satu) Kilometer dari titik kumpul di Jalan Horas, menuju Kantor Dishub di jalan Sisingamangaraja dan Kantor Wali Kota Sibolga di Jalan Sutomo.
Sebelumnya, Kepala UPT Pelabuhan ASP Sibolga Harry Alfauzan dikabakan, telah membangun pagar besi pembatas di ruang tunggu calon penumpang di Pelabuhan ASP Sibolga, dengan alasan untuk menjaga ketertiban.
Dengan adanya pagar tersebut, akses bagi para pedagang asongan untuk berjualan di lokasi tersebut tertutup, hingga terjadi kericuhan antara pedagang dengan petugas, yang berujung pada penganiayaan terhadap salah seorang pedagang asongan bernama EL (korban), yang diduga dilakukan oleh Oknum Pegawai/TKS Dinas Perhubungan Kota Sibolga, kamis (17/9/2025).
Ironisnya, pembangunan pagar besi oleh Kepala UPT Pelabuhan ASP Sibolga tersebut, terlaksana tanpa sepengetahuan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Sibolga.
“Pembuatan pagar besi pembatas itu, tidak saya ketahui, termasuk anggarannya berapa,” ujar Kadishub Kota Sibolga AM Sutompul, saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Jum’at (18/9/2025).
Untuk meredakan ketegangan menjaga situasi tetap kondusif pasca terjadinya penganiayaan terhadap korban, Ketua Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) Sibolga-Tapteng, Sozanolo Telaumbanua dan Famoni Gulo, mendatangi Kantor Dishub.
Dalam pertemuan tanggal 18 September 2025 itu di Kantor Dishub, Kadis Perhubungan berjanji akan berupaya memediasi dengan memanggil para pihak.
Namun setelah seminggu, upaya mediasi yang dijanjikan oleh Kadis Pergubungan belum juga terealisasi, sebaliknya KUPT Pelabuhan ASP melaporkan korban ke pihak yang berwenang dengan tuduhan melawan petugas.
Akibat permasalahan tersebut, Aliansi Pemuda Ono Niha Sibolga -Tapteng, melakukan aksi damai menuntut agar Oknum pelaku penganiayaan segera dipecat dan meminta Harry Alfauzan segera dicopot dari jabatannya sebagai Kepala UPT Pelabuhan ASP Sibolga.
Risman Lase selaku Penanggung jawab aksi, dalam orasinya meminta Wali Kota Sibolga agar segera mencopot Kepala UPT Pelabuhan ASP.
“Copot Kepala UPT Pelabuhan ASP Sibolga, karena tidak memiliki kompetensi memimpin UPT Pelabuhan ASP Sibolga, berdasarkan latar belakang akademiknya,” tegasnya.
“Bagaimana seorang Ahli Madya Keperawatan, mengurus pelabuhan, apa dia mengerti tentang kelautan dan kepabeanan,” timpal Risman Lase.
Pimpinan aksi, Sorahkmat Telambanua dalam orasinya, berharap kepada Walikota Sibolga dan Kadis Perhubungan agar pagar pembatas diruang tunggu dibuka.
“Puluhan tahun sudah pelabuhan ASP berdiri, tidak pernah terjadi keributan, namun sesudah dibangun pagar, menjadi pemicu timbulnya keributan antara pedagang asongan dan pegawai ASP,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua HIMNI Sibolga Sozanolo Telaumbanua menyampaikan harapannya, agar setiap kebijakan di pelabuhan perlu pertimbangan sebab menyangkut hidup para pedagang asongan.
“Setiap Kebijakan harus sesuai regulasi dan perlu sosialisasi serta mempertimbangkan kepentingan masyarakat, yang menggantungkan hidup dari bekerja dan berjualan di lokasi pelabuhan,” harapnya.
Aksi dari Aliansi Pemuda Ono Niha Sibolga -Tapteng disambut baik oleh Kadis Perhubungan maupun Sekda Kota Sibolga, serta sepakat secara bersama-sama akan menyelesaikan masalah ini, setelah Wali kota pulih dari sakit.
Kegiatan aksi berlangsung damai yang di ikuti ratusan orang, termasuk pedagang asongan dan pemuda dari berbagai elemen yang tergabung dalam aliansi Pemuda Ono Niha Sibolga -Tapteng. (Red)
No Result
View All Result