Wahana Info
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI
No Result
View All Result
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI
No Result
View All Result
Wahana Info
  • NEWS
  • PERISTIWA
  • DAERAH
  • REGIONAL
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI
Sekjend PPSI Jinsono Purba (kiri) berfoto  dengan Wakil Ketua DPRD Simalungun Samrin Girsang

Sekjend PPSI Jinsono Purba (kiri) berfoto dengan Wakil Ketua DPRD Simalungun Samrin Girsang

Hadapi Kelangkaan Pupuk Kimia, PPSI Dorong Penggunaan Pupuk Organik

by wahanainfo.com
1 Agustus 2022 | 18:22 WIB
in News, Daerah
ADVERTISEMENT

WAHANAINFO.COM – Guna menghadapi masalah kelangkaan pupuk kimia saat ini, Perhimpunan Petani Sehat Indonesia (PPSI) mendorong penggunaan pupuk non kimia (organik). Selain sebagai alternatif menghadapi kelangkaan pupuk kimia tersebut, penggunaan pupuk organik juga dinilai lebih baik untuk menjaga unsur hara tanah.

Hal ini dikatakan Sekjend PPSI, Jinsono Purba, saat melakukan pertemuan dengan Wakil Ketua DPRD Simalungun, Samrin Girsang, di ruangan Wakil Ketua DPRD, di Pamatang Raya, Senin (01/08/2022).

“Sebenarnya kita memiliki potensi baik tanaman atau dedaunan dan kotoran ternak, yang bisa diolah sebagai pupuk alternatif pengganti pupuk kimia,” kata Jinsono.

Diketahui, saat ini pupuk subsidi jumlahnya terbatas. Tercatat alokasi pupuk subsidi tahun 2022 ini hanya sekitar 37-42 persen dari total kebutuhan petani di Indonesia. Di sisi lain, harga pupuk non subsidi juga dirasa mahal. Akibatnya, akan menambah pengeluaran produksi bagi petani.

Menurut Jinsono, kondisi ini membuat para petani harus alternatif lain, seperti menggunakan pupuk organik. Dengan demikian, ketergantungan terhadap pupuk subsidi atau kimiabisa dikurangi.

“Asalkan pupuk organik harus mulai menjadi pilihan utama,” ujarnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, kata Jinsono, dibutuhkan dukungan penuh dari pemerintah, dalam hal ini untuk mendorong konsep pertanian menggunakan pupuk organik. Selain itu, dukungan dalam bentuk sarana juga sangat diperlukan dari pemerintah.

“Karena untuk ini memang dibutuhkan infrastruktur berupa teknologi tepat guna, seperti mesin pencacah rumput misalnya untuk memudahkan pembuatan pupuk organik dan pestisida,” ucapnya.

Tak hanya itu, hal penting selanjutnya adalah meyakinkan petani bahwa bertani konsep organik tersebut mempunyai peluang yang sangat baik. Menurutnya selama ini terdapat sebuah stigma yang membuat kepercayaan diri para petani hilang. Mereka tidak yakin bahwa tanamannya akan tumbuh dengan baik, jika tidak terdapat pupuk kimia di dalam tanah tersebut.

“Jadi paradigma ini yang harus dibereskan. Mengembalikan kepercayaan petani,”kata Jinsono.

Dia kembali menekankan,beralih kepertanian organik adalah solusi untuk kekurangan pupuk kimia saat ini
Hal ini dapat diwujudkan dengan memanfaatkan potensi alam yang ada.

“Ini udah kita buktikan di beberapa tempat, mereka berhasil, kok, walaupun ini bukan hal mudah,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah bisa mengambil kebijakan dengan mengalokasikan dana untuk menyediakan alat atau teknologi berupa mesin untuk mempermudah pengolahannya.

“Di samping itu, perlu dilakukan berbagai pelatihan dan sosialisasi terkait konsep pertanian oganik ini,” pungkasnya. (G.Purba/Candra).

Berita Terbaru

Hukum

Perkuat Kepastian Hukum dan Keandalan Energi PLN Indonesia Power Gandeng Kejati Sumut

5 November 2026 | 00:45 WIB
Daerah

Wali Kota Wesly Launching Aplikasi PESONA BABANG QRIS TAMPAN

4 November 2026 | 17:50 WIB
Daerah

Sebelum Refleksi Nasional di Parapat, Puluhan Dokter dari Pelkesi Kunjungi Vita Insani Siantar

4 November 2026 | 17:12 WIB

KETUM HIMA KRS APRESIASI KINERJA AKBP WELMAN FERI, S.I.K., M.I.K., UCAPKAN SELAMAT ATAS AMANAH BARU SEBAGAI WADIRRES SIBER POLDA SUMUT

4 November 2026 | 00:16 WIB
Head Line

Mahasiswa FKM USU Miftahussakdan Lakukan Riset Pengendalian Jentik Nyamuk untuk Mencegah DBD

3 November 2026 | 12:43 WIB
Daerah

Wali Kota Wesly Hadiri Penutupan Open Turnamen Voli Antar Klub se-Sumatera dan Turnamen Voli Antar Pelajar SMA se-Sumut

3 November 2026 | 11:24 WIB
Pendidikan

STT Siar Nauli Wisuda 39 Sarjana Sekaligus Rayakan Dies Natalis ke-13

2 November 2026 | 17:33 WIB
Daerah

Wali Kota Wesly Dinilai Sosok yang Dekat dengan Tokoh Lintas Agama dan Lintas Iman

2 November 2026 | 11:40 WIB
Daerah

Apel Kebangsaan GAMKI se-Sumut, Wali Kota Wesly Terima Penghargaan Tokoh Toleransi

1 November 2026 | 12:34 WIB
Investigasi

Besi Pancang Proyek Aek Siaili Tapteng Disorot

31 Oktober 2026 | 21:32 WIB
Daerah

Ada Penangkaran Walet di Siantar Utara, Warga Keberatan

31 Oktober 2026 | 13:49 WIB
Daerah

Melintas dari Basis Narkoba Bajigur Siantar, Pria Ini Diduga Dianiaya hingga Kepala Berdarah

31 Oktober 2026 | 13:46 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Policy
  • Terms

© 2026 Wahanainfo.com

rotasi barak berita hari ini danau toba fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI

© 2026 Wahanainfo.com

rotasi barak berita hari ini danau toba fons nuntiorum infamissimus