SIMALUNGUN- Pangulu Nagori Dusun Ulu Kecamatan Ujung Padang, Irawadi, dikabarkan jarang masuk kantor. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, dia lebih sering berada di kota Jakarta. Meski demikian, yang bersangkutan tetap menerima tunjangan secara penuh.
Informasi terkait jaranganya pangulu tersebut masuk kantor, diperoleh dari sejumlah warga saat ditemui di nagori setempat, pada Rabu 12 Agustus 2026.
“Pangulu jarang disini (Dusun Ulu) , bang. Dia di Jakarta. Katanya karena ketua umum AKSI,” ujar seorang ibu paruh baya itu.
Warga lainnya yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan, selama berada di Jakarta, segala tugas dan tanggung jawab Pangulu dibebankan kepada Sekdes dan perangkatnya.
“Sekdes dan bendahara yang menangani kalau ada masalah. Kalau ada urusan penting yang harus melibatkan pangulu,” sebutnya.
Seorang warga lainnya, mengatakan bahwa Pengulu baru saja pulang dari China namun langsung berangkat kembali ke Jakarta.
“Jarang disini dia. Ini baru aja pulang dari Cina. Semalam berangkat lagi ke Jakarta. Tanggal 15 nanti dia baru pulang,” ungkap ibu pemilik warung sembako itu.
Saat Wahanainfo.com mengunjungi kantor pangulu Dusun Ulu, Irawadi dan Sekdes tidak berada di kantor. Para Gamot dan Kaur yang sedang piket mengungkapkan bahwa Pangulu sedang berada di Medan dalam rangka berkunjung kerumah anaknya yang baru saja melahirkan.
“Pak Pangulu ke Medan, bang. Anaknya baru melahirkan,” katanya.
Sementara saat wartawan mendatangi kediaman pangulu, seorang pria yang mengaku anaknya mengatakan bahwa Irawadi sedang berada di Jakarta.
“Semalam dipanggil bang. Ada kegiatan katanya, makanya bapak langsung berangkat,” sebutnya.
Camat Ujung Padang, Manaor Siregar tidak berada dikantor karena sedang mengikuti rapat di kantor Bupati Simalungun di Pematang Raya.
Kasi Pemerintahan Kecamatan Ujung Padang, Rudi Afandi saat dimintai tanggapannya mengatakan akan menyampaikan informasi tersebut kepada Camat.
Terkait laporan kinerja pangulu selama ini, dia mengaku tidak ada masalah. Namun dia tidak menepis bahwa pangulu Irawadi sering tidak hadir dalam mengikuti rapat-rapat.
“Betul memang bang (ada kecemburuan sosial antar pangulu karena ada pangulu yang jarang hadir dan ada yang selalu hadir, namun tunjangan kinerjanya tetap sama),” ungkap Afandi.
Terpisah, Kepala Bidang Pemerintahan Nagori Dinas PMPN, Rosida Sitinjak mengatakan sampai saat ini seluruh Pangulu di Kabupaten Simalungun menerima tunjangan kinerja 100%. Atau tidak ada yang dilakukan pemotongan.
Menurutnya, hal itu karena sesuai rekomendasi para Camat tidak ada yang dilakukan pemotongan atau semua pangulu melaksanakan tugas dan fungsinya.
“Camat yang mengevaluasi, mengawasi dan membina para Pangulu. Kami hanya menerima laporan dari para Camat,” katanya.
Terkait isu bahwa Pangulu Dusun Ulu Irawadi selama ini berada di Jakarta atau jarang masuk kerja, Rosida juga membenarkan informasi yang beredar.
“Informasinya memang dia lebih sering di Jakarta. Tapi kalau pastinya kan saya kurang tau karena tidak melihat secara langsung. Tapi kalau informasi itu memang benar, harusnya Camat yang mengevaluasi beliau. Bisa diberikan sanksi peringatan tertulis,” kata Rosida saat dihubungi melalui sambungan whatsapp. (Jonli Simarmata)

