Wahana Info
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI
No Result
View All Result
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI
No Result
View All Result
Wahana Info
  • NEWS
  • PERISTIWA
  • DAERAH
  • REGIONAL
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI

Sejumlah Warga Barus Tapteng Protes Keras Pernyataan Plt. Camat Barus

by Wahanainfo.com
31 Desember 2025 | 18:30 WIB
in News
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

WAHANAINFO.COM || TAPTENG – Pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Camat Barus, Sanggam Panggabean, yang menyebutkan progres pemulihan pascabencana banjir di Kecamatan Barus telah mencapai 90 persen, menuai protes keras dari sejumlah warga Lingkungan I, Kelurahan Pasar Batu Gerigis, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Warga menilai klaim tersebut tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan. Pasalnya, hingga memasuki hari ke 36 hari terjadinya bencana, di Lingkungan I, Kelurahan Pasar Batu Gerigis, Kecamatan Barus, belum ada sama sekali tindakan penanganan dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah.
Masih terdapat sisa material banjir berupa lumpur, pasir dan sampah yang menumpuk di permukiman warga. Selain itu, sejumlah fasilitas lingkungan seperti drainase dan akses jalan di beberapa titik, dinilai belum sepenuhnya dipulihkan.
“Kalau dibilang sudah 90 persen, kami heran. Faktanya, rumah warga masih kotor, saluran air belum normal dan lumpur masih ada di mana-mana,” ujar A. Hasibuan, salah seorang warga Lingkungan I, Kelurahan Pasar Batu Gerigis, Kecamatan Barus, Rabu (31/12/2025).
Menurutnya, penanganan pascabencana terkesan tidak merata. Beberapa lokasi disebut telah dibersihkan, namun wilayah Lingkungan I, Kelurahan Pasar Batu Gerigis justru terabaikan. Kondisi ini membuat warga mempertanyakan apakah wilayah kami bagian dari Kabupaten Tapanuli Tengah ?.
“Yang dibersihkan hanya di titik-titik tertentu. Kami di sini seolah tidak dianggap terdampak, padahal ada sejumlah rumah rusak berat dan terdampak secara ekonomi. Kalau memang sudah 90 persen, lalu kami ini masuk persentase yang mana?,” kata A. Hasugian dengan nada kecewa.
Warga juga mengeluhkan minimnya perhatian Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, terhadap korban terdampak bencana alam, terkait penyaluran bantuan.
A. Manalu, seorang ibu rumah tangga mengatakan, didaerah kami terlihat hilir mudik bantuan datang dari berbagai pihak, namun hanya lintas saja.
Apa salahnya dimasa sulit seperti ini, bantuan tersebut disalurkan dengan cepat kepada warga yang terdampak. Faktanya hingga hari ini, bantuan yang diharapkan tak kunjung datang, seolah kami bukan bagian dari warga Kabupaten Tapanuli Tengah.
“Sampai saat ini, kami tidak pernah mendapat bantuan dalam bentuk apapun dari pemerintah. Malahan Kami dibantu oleh mantan Bupati Tapteng Bakhtiar Sibarani,  Anggota DPRD Provinsi Rahmansyah Sibarani dan Ketua DPRD Tapteng Rivai Sibarani, ” ungkapnya.
“Kami bersyukur dan berterimakasih atas bantuan tersebut, karena ditengah keterbatasan ternyata masih ada yang peduli,” sambungnya dengan mata berkaca-kaca, mengakhiri.
Sebelumnya, Plt. Camat Barus, Sanggam Panggabean, menyampaikan bahwa proses pemulihan pascabencana banjir di wilayahnya masih berjalan dan secara umum telah mencapai 90 persen.
Namun, pernyataan tersebut justru memicu reaksi warga yang merasa realitas di lapangan bertolak belakang dengan klaim tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan lanjutan dari pihak Kecamatan Barus maupun instansi terkait, mengenai dasar penilaian progres 90 persen serta rencana lanjutan penanganan di wilayah yang masih terdampak.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan faktual, sekaligus memastikan pemulihan pascabencana dilakukan secara adil, transparan dan tuntas. (Sorakhmat)

Berita Terbaru

Kawal Pembangunan Infrastruktur Bekasi, Awak Media Turun Langsung Monitoring Proyek Jalan

13 Oktober 2026 | 09:07 WIB

Kawal Pembangunan Infrastruktur Bekasi, Awak Media Turun Langsung Monitoring Proyek Jalan

13 Oktober 2026 | 09:07 WIB

Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Distrik 024 Kab_Bekasi ,Gelar Rapat Kerja Sekali Gus Memperkenalkan Pengurus

11 Oktober 2026 | 09:21 WIB

Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Distrik 024 Kab_Bekasi ,Gelar Rapat Kerja Sekali Gus Memperkenalkan Pengurus

11 Oktober 2026 | 09:21 WIB

Implementasikan Visi Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, HIMA KRS Sumut Apresiasi 100 Hari Kinerja Nyata Kasat Reskrim Polres Tanjungbalai

10 Oktober 2026 | 10:52 WIB

Eksekusi di Sibolga Kuasa Hukum Soroti Constatering hingga Batas Objek

8 Oktober 2026 | 22:20 WIB
Hukum

Eksekusi PN Sibolga Berlanjut hingga Pengosongan Kuasa Hukum Termohon Ajukan Keberatan

8 Oktober 2026 | 17:53 WIB
Daerah

Pemkab Simalungun Lantik 45 Pejabat: Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik

7 Oktober 2026 | 21:40 WIB
Daerah

Pemkab Simalungun dan Kejari Simalungun Jalin Sinergi Cegah Penyimpangan dalam Penyelenggaraan Pendidikan

7 Oktober 2026 | 21:37 WIB
Daerah

Bupati Simalungun Terima Kunjungan Silaturahmi Pengurus MUI, Bahas Hari Santri dan Pengukuhan MUI

7 Oktober 2026 | 21:33 WIB
Daerah

Bupati Simalungun Tutup Karya Hita Festival 2026: Awal Perluasan Pasar yang Lebih Luas

7 Oktober 2026 | 21:31 WIB
News

SPBU 14.211.307 BANDAR HINALANG RESMI BEROPERASI

6 Oktober 2026 | 13:03 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Policy
  • Terms

© 2026 Wahanainfo.com

rotasi barak berita hari ini danau toba fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI

© 2026 Wahanainfo.com

rotasi barak berita hari ini danau toba fons nuntiorum infamissimus