Wahanainfo .com || Kabupaten Bekasi – Suasana hangat menyelimuti obrolan santai sejumlah tokoh masyarakat, warga perumahan, dan awak media di sebuah warung angkringan dengan konsep lesehan di depan Taman Perumahan Taman Raya Cikarang, Desa Sukaraya, Kabupaten Bekasi. Tepatnya di pinggir Jalan Raya Pelaukan, Kecamatan Karang Bahagia, pada Sabtu malam (6/12/2025).
Di bawah lampu temaram, semangkuk susu telur madu jahe dan susu jahe pinang yang mengepul kian menambah kehangatan tubuh dan suasana diskusi. Namun, bukan sekadar hangatnya minuman yang menjadi fokus, melainkan dinamika pemilihan kepala desa (Pilkades) Karang Rahayu untuk periode 2026-2034.
*Amil Desa Siap Mewakafkan Diri*
Pembahasan di meja tersebut terpusat pada salah satu tokoh yang turut hadir dan berencana maju dalam kontestasi Pilkades Karang Rahayu. Dia adalah Ustadz Nur Ali, seorang tokoh masyarakat yang saat ini menjabat sebagai Amil di pemerintahan desa setempat.
Dalam perbincangan tersebut, Ustadz Nur Ali menyatakan kesiapan dan tekadnya untuk mewakafkan dan mengabdikan dirinya sepenuhnya bagi kepentingan warga masyarakat Karang Rahayu. Keinginannya untuk maju ini bahkan mendapat tanggapan kritis dari rekan diskusinya.
*Kekhawatiran Tokoh Agama Berpolitik*
Salah satu awak media, Suganda dari MetroTv9.com, menyampaikan kekhawatiran terkait pencalonan Ustadz Nur Ali. Suganda menilai, sebagai tokoh agama yang selama ini menjadi panutan warga, langkahnya untuk berpolitik praktis dalam Pilkades menimbulkan kritisi.
Kendati mendapat sorotan, Ustadz Nur Ali tetap yakin dan menyatakan akan terus maju. Dirinya mengaku telah mempersiapkan program unggulan serta visi dan misi yang matang untuk memajukan Desa Karang Rahayu.
*Komitmen Turun Jabatan Jika Gagal*
Menariknya, dalam obrolan tersebut, Ustadz Nur Ali juga menyampaikan komitmen yang tegas. Ia siap untuk turun jabatan jika dalam kurun waktu masa jabatannya sebagai kepala desa, ia dinilai gagal dalam memimpin dan menjalankan amanah.
Ia juga berharap, meskipun nanti terpilih, seluruh elemen masyarakat, termasuk yang hadir dalam diskusi, agar senantiasa mengingatkan dirinya jika terjadi penyimpangan atau kekeliruan selama menjabat.
Diskusi santai ini turut dihadiri oleh sejumlah awak media lainnya, termasuk Nunu Nugroho dari suaracikarang.com dan Ahmad Rifai dari Sambar.id (‘Seputar Mengabarkan Indonesia’), menunjukkan betapa Pilkades Karang Rahayu sudah mulai menyita perhatian publik.
(Pewarta : Suganda)

