Wahana Info
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI
No Result
View All Result
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI
No Result
View All Result
Wahana Info
  • NEWS
  • PERISTIWA
  • DAERAH
  • REGIONAL
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI

Amarah Warga Meledak Tolak Keputusan Bupati Tapteng Nonaktifkan Kepala Desa Ujung Batu

by Wahanainfo.com
3 Januari 2026 | 22:51 WIB
in Peristiwa
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

WAHANAINFO.COM || BARUS, TAPANULI TENGAH – Kemarahan rakyat akhirnya meledak. Ratusan warga Kecamatan Barus turun ke jalan secara massal menolak keras kedatangan Bupati Tapanuli Tengah, disimpang empat, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumateta Utara, Sabtu (3/1/2025).

Aksi ini dipicu keputusan kontroversial Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, yang dinilai zalim terkait penonaktifan Kepala Desa Ujung Batu, sosok yang selama bencana justru paling nyata hadir bersama rakyat.
Warga menilai keputusan Bupati Tapteng telah melukai terhadap nurani dan rasa keadilan masyarakat Barus. Di saat banjir melanda, rumah terendam dan warga berjuang menyelamatkan keluarga, Bupati dan Camat nyaris tidak terlihat. Namun ironisnya, kepala desa yang turun langsung membantu rakyat justru dicopot dari jabatannya.
“Ini logika terbalik! Kepala desa kami selalu bersama kami siang malam saat banjir. Camat dan Bupati tidak pernah hadir. Tapi yang dipecat justru kepala desa kami!” teriak warga serentak dengan emosi meledak-ledak.
Aksi penolakan berlangsung panas. Massa membentangkan spanduk kecaman bertuliskan, “KAMI MASYARAKAT DESA UJUNG BATU MENOLAK PEMBERHENTIAN KEPALA DESA KAMI”, bahkan secara terbuka menolak kedatangan orang nomor satu di Tapteng itu diwilayah Kota Barus.
Kekecewaan warga tak terbendung hingga akhirnya mereka melontarkan jeritan putus asa kepada Presiden Republik Indonesia.
“Pak Presiden, tolong kembalikan Kepala desa kami. Kepala Desa kami yang terbaik dan sangat menyayangi kami,” teriak Hadiba Situmeang, salah seorang warga Desa Ujung Batu.
“Bencana telah menghancurkan segalanya, rumah hancur, sawah dan ladang tergenang dan ternak hanyut diterjang banjir,” sambung Hadiba.
Warga menyebut penanganan bencana di Kecamatan Barus lambat, tidak terkoordinasi dan seolah diabaikan. Pemerintah daerah dinilai gagal total menjalankan fungsi perlindungan terhadap rakyat, namun justru sibuk mengambil keputusan politik yang melukai masyarakat.
“Bupati Tapteng tidak usah lagi datang ke Barus, kami menolaknya. Tidak ada gunanya lagi, dimana selama ini,” ujar Ramlan Manullang warga lainnya.
Penonaktifan Kepala Desa Ujung Batu dianggap sebagai bentuk pembungkaman terhadap pemimpin desa, yang berpihak pada rakyat, sekaligus bukti bahwa pemerintah daerah lebih nyaman bekerja dari balik meja ketimbang turun ke lapangan.
Hingga aksi berlangsung, Bupati Tapteng dan Camat Barus bungkam, tanpa penjelasan terbuka kepada publik. Sikap diam ini justru semakin memperkuat kemarahan warga dan menambah krisis kepercayaan terhadap kepemimpinan daerah.
Aksi ribuan warga Barus ini menjadi peringatan keras: rakyat tidak lagi mau dipimpin oleh pejabat yang hanya muncul saat seremonial, tapi menghilang saat bencana, lalu berani menghukum mereka yang benar-benar bekerja. (Sorakhmat)

Berita Terbaru

Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Distrik 024 Kab_Bekasi ,Gelar Rapat Kerja Sekali Gus Memperkenalkan Pengurus

11 Oktober 2026 | 09:21 WIB

Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Distrik 024 Kab_Bekasi ,Gelar Rapat Kerja Sekali Gus Memperkenalkan Pengurus

11 Oktober 2026 | 09:21 WIB

Implementasikan Visi Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, HIMA KRS Sumut Apresiasi 100 Hari Kinerja Nyata Kasat Reskrim Polres Tanjungbalai

10 Oktober 2026 | 10:52 WIB

Eksekusi di Sibolga Kuasa Hukum Soroti Constatering hingga Batas Objek

8 Oktober 2026 | 22:20 WIB
Hukum

Eksekusi PN Sibolga Berlanjut hingga Pengosongan Kuasa Hukum Termohon Ajukan Keberatan

8 Oktober 2026 | 17:53 WIB
Daerah

Pemkab Simalungun Lantik 45 Pejabat: Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik

7 Oktober 2026 | 21:40 WIB
Daerah

Pemkab Simalungun dan Kejari Simalungun Jalin Sinergi Cegah Penyimpangan dalam Penyelenggaraan Pendidikan

7 Oktober 2026 | 21:37 WIB
Daerah

Bupati Simalungun Terima Kunjungan Silaturahmi Pengurus MUI, Bahas Hari Santri dan Pengukuhan MUI

7 Oktober 2026 | 21:33 WIB
Daerah

Bupati Simalungun Tutup Karya Hita Festival 2026: Awal Perluasan Pasar yang Lebih Luas

7 Oktober 2026 | 21:31 WIB
News

SPBU 14.211.307 BANDAR HINALANG RESMI BEROPERASI

6 Oktober 2026 | 13:03 WIB

Soroti Proyek APBD Jabar ,Hingga kritisi Air ,Pengawasan langsung Di pertanyakan .

4 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Soroti Proyek APBD Jabar ,Hingga kritisi Air ,Pengawasan langsung Di pertanyakan .

4 Oktober 2026 | 22:56 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Policy
  • Terms

© 2026 Wahanainfo.com

rotasi barak berita hari ini danau toba fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI

© 2026 Wahanainfo.com

rotasi barak berita hari ini danau toba fons nuntiorum infamissimus