WAHANAINFO COM || SIBOLGA — Dugaan perselingkuhan yang melibatkan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga menjadi sorotan. Seorang perempuan berinisial EP (40), warga Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan, mengaku kecewa terhadap kondisi rumah tangganya saat ini.
EP menyebut suaminya, RDS, merupakan pegawai di salah satu dinas di lingkungan Pemko Sibolga. Ia menduga RDS memiliki hubungan khusus dengan seorang perempuan berinisial MH, yang disebut bekerja di salah satu kantor kelurahan di Kecamatan Sibolga Utara.
Menurut keterangan EP, dugaan tersebut kembali mencuat setelah dirinya bersama sejumlah orang mendatangi sebuah rumah di Jalan Maraden Panggabean, Kelurahan Angin Nauli, pada 25 Agustus 2026. Rumah tersebut disebut merupakan tempat tinggal MH.
EP mengatakan, kedatangan mereka disaksikan oleh kepala lingkungan (Kepling) serta sejumlah warga sekitar. Ia datang bersama AP yang disebut sebagai anaknya, serta BS, SS dan PL.
EP juga mengklaim bahwa saat kejadian, RDS berada di lokasi dan sempat mengucapkan kata “cerai”, yang menurutnya didengar oleh sejumlah orang.
“Terkait peristiwa itu, hendaknya kedua oknum ASN tersebut dapat ditindak secara tegas. Saya merasa sangat dirugikan sebagai istri dan ibu dari empat orang anak,” ujar EP kepada sejumlah awak media, Senin (31/8/2026).
EP mengungkapkan, persoalan serupa sebelumnya juga pernah terjadi pada 29 Juli 2025, ketika RDS didatangi di RS Metta Medika Baru.
Selain itu, EP mengaku RDS sudah hampir delapan bulan tidak pulang ke rumah. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, menurut EP, RDS selama ini memberikan uang sekitar Rp. 2 juta setiap bulan melalui transfer.
Namun, EP menilai jumlah tersebut belum mencukupi kebutuhan sehari-hari, terlebih mereka memiliki empat orang anak dan anak tertuanya masih duduk di bangku SMP.
Kondisi tersebut, kata EP, membuat dirinya semakin tertekan karena harus memikirkan kebutuhan rumah tangga sekaligus biaya pendidikan anak-anak.
EP berharap dugaan hubungan antara RDS dan MH dapat diperiksa secara objektif oleh pihak berwenang.
Ia juga meminta Pemko Sibolga mengambil langkah sesuai ketentuan apabila hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya pelanggaran disiplin ASN.
“Apabila dugaan ini terbukti, saya berharap ada tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat, karena persoalan ini sudah menjadi aib di tengah masyarakat dan menyangkut seorang pegawai pemerintah,” harapnya.
Sementara itu, MH ketika dikonfirmasi membantah tegas tudingan tersebut. Ia menyatakan tidak memiliki hubungan istimewa dengan RDS.
“Sama sekali tidak ada hubungan istimewa antara saya dengan RDS,” tegas MH.
MH juga membantah bahwa kejadian pada 25 Agustus 2026 merupakan penggerebekan, sebagaimana diberitakan sejumlah media online belakangan ini. Menurutnya, saat itu dirinya sedang berdiri di depan pintu rumah, sementara RDS berada di dalam mobil karena baru pulang dari Padangsidimpuan.
MH menjelaskan, sebelumnya dirinya memang meminta bantuan RDS untuk mengemudikan mobil karena ada urusan ke Padangsidimpuan bersama anak-anak. Sepulang dari Padangsidimpuan, EP datang bersama anak dan sejumlah orang lainnya.
MH mengaku, pada saat itu sempat terjadi keributan hingga putri EP sempat melayangkan tangan kepadanya.
“Ini hanya salah paham. Sekali lagi saya katakan, hubungan saya dengan RDS hanya sebatas teman dan tidak lebih dari situ,” tegas MH.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemko Sibolga maupun instansi terkait mengenai ada atau tidaknya pelanggaran disiplin yang diduga dilakukan oknum ASN dalam perkara tersebut. (Sorakhmat)

