Wahanainfo | Pematangsiantar,- Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur Sitinjak menyatakan bahwa penggunaan atribut budaya Batak Toba saat kegiatan zoom tidak ada unsur untuk menyinggung etnis lain.
Kita ketahui bersama bahwa Kota Pematangsiantar adalah salah satu kota yang multikultural dan kota toleran nomor 4 di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
AKBP Sah Udur mengatakan, di berbagai kesempatan sebelumnya, jajaran Polres Pematangsiantar juga menggunakan ornamen etnis budaya lain yang ada di Kota Pematangsiantar, baik itu kegiatan yang dilaksanakan oleh polres atau kegiatan yang dihadiri oleh polres.
Secara pribadi, Kapolres Siantar mengaku sangat menyukai atribut budaya Simalungun. AKBP Sah Udur menuturkan, pada banyak kegiatan, dirinya juga sering memakai bulang dan pakaian adat Simalungun.
“Hal itu mengingat bahwa saya juga putri kelahiran Kota Siantar,” kata AKBP Sah Udur.
Demi menjaga Bhinneka Tunggal Ika, sambung AKBP Sah Udur, pihaknya akan menghormati dan memperhatikan kearifan lokal budaya di Kota Pematangsiantar.
“Terimakasih atas saran dan masukannya,” ucap AKBP Sah Udur. (*)

