Wahana Info
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI
No Result
View All Result
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI
No Result
View All Result
Wahana Info
  • NEWS
  • PERISTIWA
  • DAERAH
  • REGIONAL
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI

Sejak Kapan Abdi Negara Bisa Menjadi Penguasa Yang Berada Diatas Daulat Rakyat

by Wahanainfo.com
18 Juli 2026 | 11:28 WIB
in Tak Berkategori
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

https//wahanainfo.com ” Jabatan publik itu memang ada yang diraih melalui karier,  tapi ada juga yang diperoleh atas dasar kerja politik. Namun yang pasti semuanya bersifat sementara untuk membuktikan amanah atau tidak. Karena jabatan yang disandang itu — apapun namanya — wajib dan harus menunaikan fungsi dan tugasnya untuk melayani dan mengayomi serta melindungi rakyat sebagai pemilik kedaulatan yang diwakilkan kepada yang bersangkutan.

 

Karena itu, menjadi aneh ketika pejabat publik yang diraih dengan cara apapun tiba-tiba mensublimasikan dirinya sebagai penguasa itu, atas dasar apa legal standingnya. Sebab semua yang kebijakan — apa saja yang dilakukan — adalah untuk kepentingan rakyat. Jadi pejabat pemerintah itu idealnya seperti pengurus suatu organisasi yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan, kepentingan dan tujuan para anggota  yang memilihnya sebagai pengurus organisasi atau negara yang harus berdasarkan aturan dan kesepakatan bersama anggota organisasi atau rakyat yang wajib dan harus diurus oleh pejabat publik atau aparatur negara yang menjalankan  pemerintahan. Adapun esensi dari pemerintah itu sendiri adalah  pengurus negara yang dititipi kuasa oleh rakyat. Jadi kekuasaan yang sesungguhnya adalah milik rakyat.

 

Lalu mengapa pemerintah jadi tiba-tiba menjadi penguasa yang semena-mena terhadap rakyat, penyebabnya tidak lain karena aparatur negara sebagai pemiliki kekuasaan yang sesungguhnya merupakan titipan rakyat untuk menjadi bekal — legitimasi — mengatur kepentingan rakyat. Jadi jelas tidak boleh bertentangan — apalagi sampai melanggar — hak-hak serta  kepentingan rakyat. Begitu juga dengan Dewan Perwakilan Rakyat pada tingkat apapun, bagaimana bisa sombong dan pengolah mengabaikan suara dan derita yang dijeritkan rakyat yang merasa harus dan patut diwakili diwakili oleh anggota DPR.

 

Dewan Perwakilan Rakyat itu adalah sekumpulan orang yang mewakili rakyat dari masing-masing daerah yang  memilih dirinya untuk menyuarakan jerit pila serta dera derita yang dirasakan oleh rakyat untuk dibenahi agar rakyat bisa hidup lebih nyaman dan aman serta sejahtera dalam arti lahir dan batin. Bila tidak, maka berdoalah mereka yang cuma mempolitisir rakyat yang telah memberi amanah dan mandat yang diselewengkan itu sebagai bentuk kemunafikan dan penipuan maupun pengkhianatan yang mempolitisir kedaulatan rakyat.

 

Oleh karena itu, semua pejabat publik yang boleh  mengatasnamakan pemegang amanah dan memperoleh mandat dari rakyat melalui mekanisme Pemilihan Umum — secara politik — atau  melalui jenjang karier — memiliki sumpah dan janji atas nama Tuhan untuk menjalankan fungsi dan tugas pokoknya untuk melayani, mengayomi dan melindungi rakyat, tanpa keluh kesah karena sudah mendapat insentif, gaji atau upah dari pemerintah yang memperoleh dana untuk membiayai itu semua didulang dari tetesan keringat rakyat yang dipermanis dengan istilah yang disebut pajak.

 

Jadi sungguh menarik untuk menelisik proses abdi negara bisa jadi penguasa yang diatas daulat rakyat. Padahal jauh  sebelumnya ada Indonesia — pemerintah samasa ada dalam asuhan para raja yang ada di Nusantara — punya istilah  raja lalim pun tak hendak disembah, bahkan bisa disanggah. Lantas, mengapa pada  jaman modern sekarang ini budaya kuasa di atas rakyat jadi tak lagi berada dalam   genggaman rakyat ?

 

Adakah jalan menuju masa depan bangsa  Indonesia yang dimaksud berdaulat secara politik, berdikari dan mandiri dalam ekonomi dan berkepribadian kuat dan teguh   menghunjam dalam seperti akar budaya leluhur. Lantas patutkah rakyat yang berdaulat diposisikan seperti hamba sahaya yang mengemis pada sang majikan ?

(Pewarta:Suganda)

Berita Terbaru

Sah SK pengurus PD IPA Tebing Tinggi 2026-2028 di serahkan langsung oleh ketua PW IPA Sumut

14 September 2026 | 11:20 WIB

Demisioner Ketua Umum HMI Cabang Pematangsiantar-Simalungun priode 2024-2025 : Robert Hidayat Pardosi Tantang Kapolres Simalungun komitmen terkait pemberantasan judi dan narkoba

14 September 2026 | 11:16 WIB

HIMA KRS Apresiasi Aksi Cepat Kapolres Labuhanbatu Turun Langsung Padamkan Karhutla

11 September 2026 | 18:58 WIB

Kantongi Nomor Urut 2 di Pilkades Karangbahagia, Tim “Bang Nosar (Bang Bule) ” Ajak Warga Rawat Persatuan

10 September 2026 | 01:32 WIB

Barisan Pendukung ,Bang Caum Perkuat Solidaritas Lewat Pengajian Rutin

8 September 2026 | 07:28 WIB
Daerah

Satukan Visi Misi, KNPI Siantar Temu Ramah Bersama OKP, Ormas dan Kapolres

7 September 2026 | 21:13 WIB

Sukses Digelar Sejak Juli, H. Jalal Cup SKI 2026 Lahirkan Juara Baru di Cabor Voli dan Bulutangkis

6 September 2026 | 13:37 WIB

Perwakilan Masyarakat Tiga Dusun Desa Sukaraya,Deklarasikan Dukungan untuk Danu Sumarno pada Pilkades 2026_2034 .

6 September 2026 | 07:56 WIB
Bisnis

Wapres Gibran Respon Keluhan Pemilik CV Napogos Gubsu Bobby Langsung Bertindak

6 September 2026 | 00:06 WIB

Panitia Pastikan Hasil Seleksi Bakal Calon Kepala Desa Sukaraya Diumumkan 8 September 2026

5 September 2026 | 05:27 WIB

Diajukan Sejak 2022, Sertifikat PTS Milik Arsikem Tak Kunjung Terbit — Surat Resmi peradi Sai Diabaikan, Fajar Ramadan: BPN Kantah Kab. Bekasi Abaikan Hak Warga

4 September 2026 | 18:19 WIB

Diajukan Sejak 2022, Sertifikat PTS Milik Arsikem Tak Kunjung Terbit — Surat Resmi peradi Sai Diabaikan, Fajar Ramadan: BPN Kantah Kab. Bekasi Abaikan Hak Warga

4 September 2026 | 18:19 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Policy
  • Terms

© 2026 Wahanainfo.com

rotasi barak berita hari ini danau toba fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI

© 2026 Wahanainfo.com

rotasi barak berita hari ini danau toba fons nuntiorum infamissimus