Wahanainfo | Banten, Legislator daerah pemilihan (Dapil) Banten I Lebak-Pandeglang, Arif Rahman yang akrab disapa “Orok Menes”, menerima penghargaan sebagai Legislator Fokus Kesejahteraan Petani dan Nelayan dalam ajang KWP Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Koordinatoriat Wartawan Parlemen. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas praktik representasi politik yang berorientasi pada kelompok akar rumput, khususnya petani dan nelayan. Jumat 17 April 2026
Apresiasi atas capaian tersebut juga disampaikan oleh aktivis perempuan Banten, Ratu Nisya Yulianti. Sebagai puteri daerah Kabupaten Lebak yang termasuk dalam wilayah konstituen Arif Rahman, ia melihat penghargaan ini tidak sekadar simbolik, melainkan refleksi dari konsistensi praksis politik yang dijalankan.
“Bagi saya, ini adalah buah dari konsistensi Bang Arif dalam membersamai petani dan nelayan. Kerja Bang Arif bukan kaleng-kaleng, beliau hujan ya hujan bareng petani dan nelayan, makan ya makan bareng di atas daun dan saya rasa beliau totalitas untuk Banten dan Indonesia,” ujarnya.
Lebih jauh, Nisya menilai sosok Arif Rahman merepresentasikan model kepemimpinan yang inklusif dan deliberatif. Ia tidak hanya hadir dalam ruang formal parlemen, tetapi juga aktif membangun relasi sosial lintas kelompok mulai dari aktivis, masyarakat sipil, hingga komunitas petani dan nelayan. Kemampuan membaur ini mencerminkan pendekatan politik partisipatoris, di mana legitimasi tidak hanya dibangun melalui mandat elektoral, tetapi juga melalui keterlibatan langsung dan empati sosial.
Dalam perspektif komunikasi politik dan representasi, praktik yang dilakukan Arif Rahman menunjukkan pentingnya embeddedness atau keterlekatan sosial antara wakil rakyat dan konstituennya. Hal ini menjadi fondasi dalam merumuskan kebijakan yang tidak elitis, melainkan berbasis pada pengalaman empiris masyarakat.
Penghargaan ini diharapkan tidak hanya menjadi legitimasi personal bagi Arif Rahman, tetapi juga menjadi preseden normatif bagi para legislator lainnya untuk mengedepankan politik yang membumi, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan kelompok rentan, khususnya petani dan nelayan sebagai pilar ekonomi daerah.
Lap. Red

