Wahana Info
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI
No Result
View All Result
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI
No Result
View All Result
Wahana Info
  • NEWS
  • PERISTIWA
  • DAERAH
  • REGIONAL
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI
Menjaga Keseimbangan Dunia: Politik Jalan Tengah Indonesia di Era Polarisasi

Menjaga Keseimbangan Dunia: Politik Jalan Tengah Indonesia di Era Polarisasi

by Wahanainfo.com
15 April 2026 | 08:59 WIB
in Tak Berkategori
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

Wahanainfo| Medan, Dunia hari ini sedang tidak baik-baik saja. Ketegangan antarnegara besar makin terasa, terutama antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Konflik di berbagai kawasan juga belum menunjukkan tanda mereda. Dalam situasi seperti ini, banyak negara dipaksa memilih: ikut satu blok atau tersisih. Rabu 15 April 2026

Tapi Indonesia tidak mengambil jalan itu.

Indonesia memilih berdiri di tengah. Tidak sepenuhnya condong ke Barat, tapi juga tidak larut ke dalam orbit Timur. Pilihan ini sering disebut sebagai politik bebas aktif. Tapi dalam praktiknya hari ini, ia jauh lebih rumit dari sekadar slogan lama.

Indonesia menjaga hubungan dagang yang erat dengan Tiongkok, namun di saat yang sama tetap menjalin kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat. Di forum regional seperti ASEAN, Indonesia mendorong stabilitas. Di tingkat global, lewat Perserikatan Bangsa-Bangsa dan G20, Indonesia berusaha menjaga agar dunia tidak makin terbelah.

Ini bukan posisi yang nyaman. Tapi justru di situlah letak keberanian Indonesia.

Yang menarik, sikap ini bukan hanya soal strategi, tapi juga soal jati diri. Sejak awal, Indonesia dibangun di atas Pancasila sebuah kesepakatan yang mencoba merangkul perbedaan. Di dalamnya ada nilai kemanusiaan, keadilan, dan persatuan. Nilai-nilai ini bukan hanya untuk konsumsi dalam negeri, tapi juga terasa dalam cara Indonesia bersikap di dunia internasional.

Ketika berbicara soal Palestina, misalnya, Indonesia konsisten mengangkat isu keadilan. Dalam krisis kemanusiaan seperti Rohingya, Indonesia juga tidak tinggal diam. Ada semacam dorongan moral yang membuat Indonesia tidak sekadar berpikir untung-rugi.

Di sisi lain, sebagai negara dengan mayoritas Muslim terbesar, Indonesia juga membawa wajah Islam yang berbeda. Islam yang tidak keras, tidak eksklusif, tapi justru terbuka dan moderat. Pendekatan ini membuat Indonesia sering berada di posisi unik: bisa berbicara dengan dunia Barat tanpa kehilangan kedekatan dengan dunia Islam.

Namun tentu saja, semua ini tidak berjalan tanpa masalah.

Menjadi penyeimbang di tengah tarik-menarik kekuatan besar bukan perkara mudah. Ada tekanan, ada kompromi, dan kadang ada dilema yang tidak bisa dihindari. Belum lagi tantangan dari dalam negeri mulai dari isu ketimpangan, intoleransi, hingga inkonsistensi kebijakan yang bisa melemahkan posisi Indonesia di mata dunia.

Di sinilah ujian sebenarnya. Apakah Indonesia benar-benar konsisten dengan nilai yang dibawanya, atau hanya sekadar memainkan citra?

Pada akhirnya, menjadi penyeimbang bukan berarti netral tanpa sikap. Justru sebaliknya, ia menuntut ketegasan dalam memilih prinsip, sekaligus keluwesan dalam bertindak.

Indonesia punya modal untuk itu. Tinggal bagaimana menjaganya tetap hidup bukan hanya dalam pidato, tapi dalam tindakan nyata.

Kerena di tengah dunia yang makin bising oleh kepentingan, kadang yang paling dibutuhkan justru adalah satu suara yang tetap waras.

Penulis: Ridho Alamsyah

Berita Terbaru

Head Line

Judi Tembak Ikan Beroperasi di Perdagangan, Kabid Humas Poldasu: Akan Kita Tindaklanjuti

10 Juli 2026 | 22:14 WIB
Daerah

Pemkab Simalungun Gelar Rakor Pengusulan Proyek Strategis Tahun 2026

9 Juli 2026 | 18:55 WIB
Daerah

Bupati Simalungun Temui Menteri Pertanian RI: Dapat Bantuan Bibit 22 ribu Hektar dan Program Cetak Sawah Baru

9 Juli 2026 | 18:48 WIB

Kunjungan Tim Safari Ramadhan Kabupaten Simalungun ke Masjid Al-Ikhlas Pamatang Batu III Nagori Silou Malela

9 Juli 2026 | 18:44 WIB
Daerah

Kunjungan Tim Safari Ramadhan Kabupaten Simalungun ke Masjid Al-Ikhlas Pamatang Batu III Nagori Silou Malela

9 Juli 2026 | 18:37 WIB

Samiun Sembara Marpaung, S.Sy Meninjauan Ruas Jalan Air Joman–Silau Laut hingga Desa Silo Baru, Tegaskan Komitmen Kawal Anggaran Perbaikan

8 Juli 2026 | 21:01 WIB

Momen Haru Pelepasan Angkatan ke-8 biMBA AIUEO Griya Cikarang dan Taman BCM 2: Mengantar Anak Menuju Masa Depan Gemilang

8 Juli 2026 | 15:03 WIB

*Momen Haru Pelepasan Angkatan ke-8 biMBA AIUEO Griya Cikarang dan Taman BCM 2: Mengantar Anak Menuju Masa Depan Gemilang*

8 Juli 2026 | 14:52 WIB
Hukum

Merasa Ditipu Rp250 Juta, Klien Laporkan Pengacara ke Polres Simalungun

7 Juli 2026 | 12:12 WIB
Nasional

Felicia Sihombing Peringkat 1 Standing Ovation di Icon Indonesia SCTV! Malam Ini Menuju 4 Besar, Warga Sumut Ayo Beri Dukungan Hingga ke Final

6 Juli 2026 | 20:42 WIB
Daerah

Wali Kota Sibolga Dorong Penguatan Layanan Perlindungan Perempuan

4 Juli 2026 | 23:00 WIB

Keluarkan SK Kandidat Kalah di Konfercab ke- XXXVI, Ketum Demisioner HMI Cabang Siantar-Simalungun Nilai PB HMI Tak Objektif dan Keliru

4 Juli 2026 | 13:19 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Policy
  • Terms

© 2026 Wahanainfo.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sumber berita terkini

No Result
View All Result
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI

© 2026 Wahanainfo.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sumber berita terkini