
WAHANAINFO.COM || TAPANULI TENGAH – Klaim Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng) melalui Plt Camat Barus, Sanggam Panggabean, yang menyebut pemulihan pascabanjir di Kecamatan Barus telah mencapai 90 persen, menuai bantahan dari warga terdampak.
Berdasarkan pantauan wartawan di lapangan, Jumat (23/1/2026), tumpukan kayu dan tanah lumpur akibat banjir bandang akhir November 2025 masih terlihat menumpuk di permukiman warga di Dusun Pasar Baru Kelurahan Padang Masiang, Lorong III Desa Ujung Batu dan Desa Pasar Terandam.
Sejumlah warga mengaku prihatin atas kondisi tersebut. Munir Tumanggor, warga Lingkungan II Pasar Baru Kelurahan Padang Masiang, menyebut penanganan yang dilakukan pemerintah terkesan belum maksimal.
“Memang ada alat berat yang datang, tapi hanya menggeser-geser kayu untuk membuka jalan alat berat yang membuat tanggul dan normalisasi sungai. Setelah itu tidak datang lagi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, banjir yang terjadi pada minggu terakhir November 2025 merendam permukiman warga hingga mencapai tiga meter dan menghanyutkan sejumlah rumah akibat terjangan air bercampur ribuan kubik kayu.
“Hingga kini, jalan setapak warga yang sebelumnya disemen masih tertutup lumpur, sehingga menyulitkan aktivitas warga dan pelajar menuju sekolah,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Mawarni Simatupang. Ia membantah klaim pemulihan 90 persen yang disampaikan pihak kecamatan.
“Masih banyak tumpukan kayu dan tanah di mana-mana. Jalan setapak yang biasa dilalui warga dan pelajar juga masih tertimbun,” katanya.
Mawarni juga menyoroti kondisi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Tapanuli Tengah di Kelurahan Padang Masiang yang disebut telah dibersihkan. Namun, fakta di lapangan menunjukkan masih terdapat tumpukan tanah dan kayu di halaman dan sejumlah ruangan kelas.
Penjaga MAN 1 Tapteng, Riman Marbun, berharap Pemkab Tapteng segera turun tangan membersihkan sisa lumpur secara menyeluruh agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.
“Kami berharap pemerintah membantu membersihkan lingkungan sekolah secara total, supaya anak-anak bisa belajar dengan nyaman,” harapnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lanjutan dari pihak Pemkab Tapanuli Tengah terkait bantahan warga tersebut.(Sorakhmat)
No Result
View All Result