Wahana Info
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI
No Result
View All Result
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI
No Result
View All Result
Wahana Info
  • NEWS
  • PERISTIWA
  • DAERAH
  • REGIONAL
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI

Putra Daerah Tebing Tinggi, Dhanny Damanik, Siap Gandeng Investor Ubah Sampah Menjadi Energi Terbarukan

by Wahanainfo.com
8 Januari 2026 | 01:05 WIB
in Daerah, Inovasi, News, Peristiwa
ADVERTISEMENT

wahanainfo.com | Tebingtinggi – Persoalan sampah yang selama ini menjadi beban lingkungan di Kota Tebing Tinggi berpeluang besar bertransformasi menjadi sumber ekonomi baru. Putra asli Tebing Tinggi, Dhanny Damanik, yang kini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Majelis Istiqomah ICMI Muda Pusat, menyatakan kesiapannya membawa investor untuk membangun infrastruktur pengolahan sampah menjadi energi terbarukan (Waste to Energy/WTE).

Pernyataan tersebut disampaikan Dhanny di sela kunjungannya ke Kota Tebing Tinggi. Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk kontribusi nyata bagi daerah kelahirannya dalam menjawab persoalan lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah tahun 2025, Kota Tebing Tinggi menghasilkan sekitar 120 ton sampah per hari. Namun, menurut data Dinas Lingkungan Hidup setempat, hanya sekitar 88 ton sampah per hari yang mampu ditangani. Kondisi ini berpotensi semakin membebani Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) jika tidak segera diantisipasi dengan teknologi tepat guna.

“Kita tidak bisa lagi melihat sampah hanya sebagai limbah. Dengan teknologi seperti pyrolysis atau incinerator modern, sampah organik maupun anorganik dapat diolah menjadi listrik atau bahan bakar alternatif. Saya sudah berkomunikasi dengan beberapa mitra strategis yang siap menanamkan modal di Tebing Tinggi,” ujar Dhanny Damanik.

Tidak hanya berfokus pada Tebing Tinggi, Dhanny juga mengusulkan konsep kolaborasi regional dengan melibatkan Pemerintah Kota Pematang Siantar dan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai. Konsep ini ia sebut sebagai “Waste Management Triangle”, sebuah ekosistem pengelolaan sampah terintegrasi lintas daerah.

Menurutnya, konsep segitiga ini didukung oleh stabilitas volume sampah. Gabungan sampah dari Tebing Tinggi, Pematang Siantar, dan Serdang Bedagai akan menjamin pasokan bahan baku yang konsisten bagi investor. Selain itu, pembangunan pusat pengolahan di satu titik strategis dengan Tebing Tinggi sebagai hub dinilai mampu menekan biaya operasional dibandingkan jika masing-masing daerah membangun fasilitas sendiri.

“Kolaborasi ini akan menjadikan kawasan ini sebagai pusat energi terbarukan dan pionir pengelolaan lingkungan berbasis teknologi di Sumatera Utara,” jelas Dhanny.

Ia menekankan bahwa realisasi gagasan tersebut sangat bergantung pada kemauan politik (political will) para kepala daerah di tiga wilayah tersebut. Dhanny mengajak Pemerintah Kota Tebing Tinggi, Pemko Pematang Siantar, dan Pemkab Serdang Bedagai untuk duduk bersama guna membahas peluang besar ini.

“Ini adalah peluang emas untuk menciptakan lapangan kerja baru, membersihkan lingkungan, sekaligus menghasilkan energi bersih secara mandiri,” tambahnya.

Secara khusus, Dhanny menyebut Kabupaten Serdang Bedagai memiliki potensi pasokan sampah yang sangat besar, dengan estimasi mencapai 250–300 ton per hari. Luasnya wilayah Serdang Bedagai selama ini menjadi tantangan dalam pengelolaan sampah. Dengan adanya pusat pengolahan di Tebing Tinggi, Serdang Bedagai tidak lagi bergantung pada skema open dumping di TPA, melainkan dapat menyuplai sampah sebagai bahan baku energi bersih.

Sementara itu, Kota Pematang Siantar juga dinilai sebagai pilar penting dalam konsep segitiga ini. Dengan volume sampah sekitar 160 ton per hari dan kondisi TPA yang mulai overload, masuknya investor di sektor WTE diyakini akan menjadi “napas baru” bagi pengelolaan lingkungan di kota tersebut.

Jika ketiga daerah bersatu, total volume sampah yang terkumpul diperkirakan mencapai lebih dari 500 ton per hari. Angka ini dinilai sudah masuk dalam skala ekonomi yang sangat menarik bagi investor nasional maupun internasional untuk membangun pabrik Waste to Energy berstandar internasional.

Gagasan besar ini mendapat dukungan penuh dari tokoh intelektual sekaligus Ketua ICMI Muda periode 2016–2021, H. Alfi Syahri Siregar, M.Si. Ia menilai inisiatif Dhanny Damanik bukan sekadar wacana lingkungan, melainkan solusi ekonomi yang konkret dan berkelanjutan.

“Apa yang digagas oleh Dhanny Damanik adalah terobosan cerdas. Masalah sampah di Tebing Tinggi, Siantar, dan Serdang Bedagai sudah pada tahap mendesak. Kolaborasi regional ini tidak hanya menyelamatkan lingkungan dari ancaman TPA yang overload, tetapi juga menciptakan kemandirian energi,” tegas Alfi.

Ia juga menekankan pentingnya respons cepat dari pemerintah daerah melalui kemudahan regulasi dan penyediaan lahan. Menurutnya, proyek ini berpotensi menyerap ratusan tenaga kerja lokal serta memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui skema kerja sama yang saling menguntungkan.

“Ini adalah waktu yang tepat bagi semua elemen untuk berbuat. Dengan dukungan penuh dan kemauan politik para kepala daerah, saya optimistis Tebing Tinggi dapat menjadi pionir energi hijau di Sumatera Utara,” pungkasnya.

Sebagai perbandingan, sejumlah daerah di Indonesia seperti Surabaya dan Solo telah membuktikan keberhasilan pengolahan sampah menjadi listrik, sementara Cilacap sukses mengolah sampah menjadi bahan bakar industri (Refuse Derived Fuel/RDF). Dengan total sampah kawasan “Segitiga Emas” yang mencapai lebih dari 500 ton per hari, wilayah Tebing Tinggi dan sekitarnya dinilai sangat memenuhi syarat teknis untuk memiliki fasilitas Waste to Energy yang modern dan berkelanjutan.

#Ran

Berita Terbaru

KETUM HIMA KRS APRESIASI KINERJA AKBP WELMAN FERI, S.I.K., M.I.K., UCAPKAN SELAMAT ATAS AMANAH BARU SEBAGAI WADIRRES SIBER POLDA SUMUT

4 November 2026 | 00:16 WIB
Head Line

Mahasiswa FKM USU Miftahussakdan Lakukan Riset Pengendalian Jentik Nyamuk untuk Mencegah DBD

3 November 2026 | 12:43 WIB
Daerah

Wali Kota Wesly Hadiri Penutupan Open Turnamen Voli Antar Klub se-Sumatera dan Turnamen Voli Antar Pelajar SMA se-Sumut

3 November 2026 | 11:24 WIB
Pendidikan

STT Siar Nauli Wisuda 39 Sarjana Sekaligus Rayakan Dies Natalis ke-13

2 November 2026 | 17:33 WIB
Daerah

Wali Kota Wesly Dinilai Sosok yang Dekat dengan Tokoh Lintas Agama dan Lintas Iman

2 November 2026 | 11:40 WIB
Daerah

Apel Kebangsaan GAMKI se-Sumut, Wali Kota Wesly Terima Penghargaan Tokoh Toleransi

1 November 2026 | 12:34 WIB
Investigasi

Besi Pancang Proyek Aek Siaili Tapteng Disorot

31 Oktober 2026 | 21:32 WIB
Daerah

Ada Penangkaran Walet di Siantar Utara, Warga Keberatan

31 Oktober 2026 | 13:49 WIB
Daerah

Melintas dari Basis Narkoba Bajigur Siantar, Pria Ini Diduga Dianiaya hingga Kepala Berdarah

31 Oktober 2026 | 13:46 WIB
Daerah

Pemkab Simalungun Kembali Raih Penghargaan Kategori Badan Publik Informatif Tahun 2026

30 Oktober 2026 | 22:46 WIB
Daerah

Perkuat Koordinasi dan Kebersamaan, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Simalungun Gelar Rapat Koordinasi

30 Oktober 2026 | 22:42 WIB
Daerah

Jaga Kesehatan Masyarakat, Pemkab Simalungun Lakukan Pengujian Kualitas Udara di Sejumlah Wilayah

30 Oktober 2026 | 22:36 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Policy
  • Terms

© 2026 Wahanainfo.com

rotasi barak berita hari ini danau toba fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI

© 2026 Wahanainfo.com

rotasi barak berita hari ini danau toba fons nuntiorum infamissimus