
WAHANAINFO.COM || TAPTENG – Ketua Fraksi PDIP Kabupaten Tapanuli Tengah, Famoni Gulö, mendesak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar menetapkan status bencana Sumatera menjadi bencana Nasional.
Hal ini dapat dilihat banyaknya korban jiwa, wilayah yang terdampak begitu luas, kerusakan infrastruktur, perkonomian masyarakat hampir dipastikan terhenti dan terjadinya penjarahan disebabkan bencana banjir dan tanah longsor.
“Kiranya Presiden RI dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dapat meningkatkan status menjadi bencana Nasional,” ujarnya, di Pandan, Sabtu (6/12/2025).
Ia menjelaskan hal ini dapat dijadikan acuan kebijakan, agar pemerintah pusat dapat turun langsung demi percepatan dan pemulihan wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh kembali normal.
Peningkatan status ini, telah diatur dalam undang-ndang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan merupakan payung hukum utama, Pasal 7 ayat (2) : Pemerintah Pusat berwenang menetapkan status dan tingkat bencana nasional.
Kemudian, Peraturan Kepala BNPB Nomor 24 Tahun 2010 tentang Pedoman Penetapan Status dan Tingkat Bencana, serta mengatur indikator teknis bencana nasional, seperti : jumlah korban, kerusakan dan kerugian, cakupan wilayah terdampak, dampak sosial, ekonomi dan pemerintahan dan kemampuan daerah dalam menangani bencana.
Kriteria Bencana Nasional menurut pedoman BNPB yakni, Korban jiwa besar, Kerusakan infrastruktur luas, Terdampak lebih dari satu kabupaten/kota atau provinsi, Membutuhkan kewenangan dan sumber daya pemerintah pusat dan Menghambat fungsi pemerintahan daerah
Berdasarkan kriteria dan dasar Hukum itu, Famoni Gulo meminta sudah seharusnya bencana Banjir dan tanah longsor yang terjadi di wilayah Sumatera merupakan bencana Nasional.
“Pemulihan akan berlangsung lama apabila tidak ada campur tangan pemerintah pusat, sedangkan pencarian korban hingga hari ke 12 pasca bencana masih berlangsung,” jelasnya.
IDengan adanya desakan ini, wilayah Kabupaten Tapteng yang mengalami bencana paling terparah dan hampir menyeluruh terdampak, segera dapat dipulihkan hingga normal kembali. (Sorakhnat)
No Result
View All Result