https//wahana info.com Kabupaten Bekasi — Salah seorang warga masyarakat Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, mengeluhkan bau yang sangat menyengat yang diduga berasal dari ada pembuang limbah domestik cair dari dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Limbah cair tersebut disebut berada di lokasi yang berdekatan dengan permukiman warga. Salah satu warga yang mengeluhkan kondisi tersebut adalah Ibu Ayu Soraya, yang rumahnya berada di sekitar lokasi pembuangan limbah.
Menindaklanjuti aduan warga, Lembaga Swadaya Masyarakat Garda Bangsa Reformasi (LSM GBR) Kabupaten Bekasi bersama tim media kabupaten Bekasi turun langsung ke lokasi untuk melakukan konfirmasi pada hari Kamis siang tanggal (1/10/2026).
Saat ditemui tim LSM GBR dan awak media, Ayu Soraya mengatakan bau tidak sedap yang muncul dari sekitar lokasi limbah mengganggu aktivitas dan kenyamanan warga.
Menurut Ayu, bau tersebut berasal dari limbah cair yang berada tidak jauh dari lingkungan tempat tinggal warga. Ia juga mengaku pernah mengalami gangguan kesehatan yang menurutnya berkaitan dengan kondisi lingkungan tersebut hingga sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit.
“Saya merasa sangat terganggu dengan bau yang muncul dari limbah tersebut. Kondisi ini juga berdampak terhadap kenyamanan warga di sekitar,” kata Ayu saat ditemui di lokasi.
Selain Ayu, sejumlah warga di sekitar lokasi juga disebut merasakan bau yang sama. Kondisi tersebut kemudian mendapat perhatian dari LSM GBR Kabupaten Bekasi.
Sekretaris Jenderal LSM GBR Kabupaten Bekasi, Andreas Lintang Pratama, mengatakan pihaknya akan mendampingi warga dalam menyampaikan keluhan terkait dugaan persoalan lingkungan tersebut kepada pihak terkait.
“Kami hadir untuk mengawal dan membela kepentingan masyarakat apa pun persoalannya. Kami siap mengawal sampai tuntas,” ujar Andreas di lokasi.
Andreas mengatakan pihaknya akan terus memantau perkembangan persoalan tersebut dan mendorong adanya penanganan terhadap keluhan warga.
Ia juga berharap pihak berwenang dapat melakukan pemeriksaan dan mengambil langkah sesuai ketentuan apabila ditemukan adanya pelanggaran dalam pengelolaan atau pembuangan limbah yang berdampak terhadap lingkungan permukiman.
Hingga berita ini diterbitkan, warga bersama LSM GBR masih memantau kondisi di sekitar lokasi. Sementara itu, pihak pengelola dapur MBG/SPPG maupun instansi terkait belum memberikan keterangan mengenai keluhan warga tersebut.
Sumber: Warga didampingi Sekjen LSM GBR serta beberapa rekan media kabupaten Bekasi.
(pewarta :Suganda)
