Wahana Info
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI
No Result
View All Result
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI
No Result
View All Result
Wahana Info
  • NEWS
  • PERISTIWA
  • DAERAH
  • REGIONAL
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI

Selamatkan Lahan Kritis, Ganjar & Warga Tanam 15 Ribu Pohon

by wahanainfo.com
29 Januari 2023 | 17:58 WIB
in Nasional
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama masyarakat Desa Nyemoh, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, dan anak sekolah menanam pohon di lahan kritis daerah aliran sungai (DAS) Tuntang, Sabtu (28/1/2023).

Ada 1.500 bibit pohon yang ditanam untuk menyelamatkan lahan kritis serta mencegah longsor dan banjir di wilayah tersebut.

Penanaman pohon itu juga dilakukan serentak di Jawa Tengah dan berbagai daerah di Indonesia. Di Jawa Tengah sendiri, total ada 15.000 bibit pohon yang ditanam serentak di berbagai wilayah.

“Ini serentak seluruh Indonesia. Yang pertama kita diperintah oleh Ketua Umum (PDI Perjuangan), Bu Megawati, hari ini yang di eksekutif, legislatif, dan pengurus partai semua menanam serentak di seluruh Indonesia. Saya di eksekutif. Apa program kita yang sudah ada sebagai fungsi eksekutif maka kita dorong. Sekda hadir di sini dari Kabupaten, Perhutani hadir, TNI-Polri juga hadir, terus kemudian dilakukan gerakan bersama-sama dengan harapan kita peduli,” kata Ganjar usai menanam bibit pohon dan berdialog dengan warga di DAS Tuntang.

Ganjar menjelaskan gerakan menanam bibit pohon secara serentak tersebut wujud bagaimana menyelamatkan lahan kritis, mencegah abrasi DAS, sedimentasi sungai, hingga mencegah longsor dan banjir. Sebab itu sudah menjadi tugas bagi semua elemen masyarakat untuk bersama menjaga lingkungan.

“Keserentakan ini kita harapkan sebagai wujud yang menjadi tugas-tugas kita semuanya. Jadi kalau seluruh partai peduli, ada kadernya, yang jadi eksekutif, yang jadi legislatif, yang jadi struktural itu gerakkan semuanya. Kita sudah ada program yang sudah jalan maka kita tinggal masukkan untuk ditanam bersama. Di sini (Desa Nyemoh) ada 1500 pohon MPTS, di sini saja. Se-Jateng ada 15.000 bibit pohon,” jelas Ganjar didampingi Kepala DLHK Provinsi Jawa Tengah Widi Hartanto.

Pantauan di lokasi, areal di sekitar DAS Tuntang di Desa Nyemoh tersebut terlihat gundul. Padahal air di sungai itu juga mengalir sampai ke daerah lain seperti Kabupaten Grobogan yang beberapa waktu lalu sejumlah desa sempat terendam banjir. Salah satu penyebab banjir di Grobogan itu adalah adanya luapan dari sungai Tuntang yang melintas di sana serta sungai Lusi dari arah Blora.

“Jadi ada lahan-lahan yang kritis yang kita mesti dorong sekaligus kita edukasi, tadi kan ketemu (warga). Ini di sebelahnya sungai Tuntang. Kalau di sini gundul, ini pasti dihajar hujan lebat sedimentasinya akan ke sana. Maka tadi (warga) bilang, Pak musala bahaya SD bahaya karena tanah tergerus di pertemuan dua arus sungai,” jelasnya.

Untuk daerah pertemuan dua arus itu, lanjut Ganjar, harus dicarikan solusi. Maka dari itu dalam kegiatan penanaman pohon itu juga melibatkan Dinas Pusdataru, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kepala desa, dan perwakilan Pemkab Semarang.

“Nah yang tempuran (pertemuan dua arus) seperti ini bagaimana menyelesaikan, maka tadi kita juga undang dari Dinas Pusdataru kami, ada kadesnya, Pak Sekda tadi juga kita dorong untuk berkoordinasi. Nanti kalau kita tidak bisa menyelesaikan cepat bagaimana agar kita bisa kerja gotong royong, sudahlah TMMD itu tentara ada di sini sudah siap. Kita kerahkan bareng-bareng tapi musti dijaga, tanaman ini musti dirawat,” katanya.

Ganjar juga menjelaskan kepada warga mengenai persentase tanaman yang ada di hutan, dataran tinggi, dan daerah aliran sungai. Sesuai peraturan, persentase itu telah ditetapkan yakni 50 persen harus ditanami tanaman keras, 20 persen MPTS, dan 30 persen yang ditanami untuk perhutanan sosial.

“Maka 30 persen itu tempatnya di mana, bagaimana cara menanamnya kita yang mendampingi sehingga hutannya terlindungi, terjaga, terawat, dan bisa dikonservasi terus kemudian lahan-lahan ini bisa dimanfaatkan untuk rakyat sehingga masyarakat mendapatkan manfaat dari perhutanan sosial,” jelasnya. (Rel)

Berita Terbaru

Daerah

Tujuh Fraksi DPRD Setujui Ranperda P-APBD 2026, Bupati Simalungun Tekankan Anggaran Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

30 September 2026 | 22:09 WIB
Daerah

Pemkab Simalungun: Pelayanan Kesehatan Jemput Bola, Pastikan Warga Tak Tertinggal

30 September 2026 | 20:21 WIB
Daerah

TP PKK Simalungun Gelar Pertemuan Rutin: Evaluasi, Perkuat Soliditas, dan Siapkan Nagori Percontohan Tahun Depan

30 September 2026 | 20:16 WIB
Daerah

Di Forum Musrenbang RKPD Sumut Tahun 2027, Bupati Simalungun Terima Penghargaan Dari Kemendagri

30 September 2026 | 14:34 WIB
Daerah

Bupati Simalungun Hadiri Rakornas di Kementan RI: Usulkan Penguatan Infrastruktur Pertanian dan Cetak Sawah Baru

30 September 2026 | 14:26 WIB
Daerah

Pesta Rakyat Hari Jadi ke-193 Simalungun: Refleksi Sejarah dan Penguatan Komitmen Pembangunan

30 September 2026 | 14:21 WIB
Daerah

Hadiri Coffee Morning Pelaku Usaha KEK Sei Mangkei, Wakil Bupati: Pemkab Akan Bangun BLK di Kota Perdagangan

30 September 2026 | 14:16 WIB
Daerah

Menteri Pariwisata RI Kunjungi Simalungun, Dorong Percepatan Pengembangan Destinasi Parapat Danau Toba

30 September 2026 | 14:12 WIB
Daerah

Pemkab Simalungun Gelar Tepung Tawar 104 Jamaah Calon Haji Tahun 2026

30 September 2026 | 14:07 WIB
Daerah

Pemkab Simalungun Gelar Pesta Rakyat Hari Jadi ke-193: Meriahkan dengan Artis Ibu Kota dan Ragam Budaya

30 September 2026 | 13:59 WIB

H. Aprozi Alam Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI kepada Masyarakat Desa Aji Kagungan, Lampung Utara

30 September 2026 | 12:02 WIB
Daerah

Laporan Pansus DPRD Dipertanyakan, HIMAPSI-SALING Bawa Dugaan Korupsi Eks Rumah Singgah Covid ke Kejagung

28 September 2026 | 21:11 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Policy
  • Terms

© 2026 Wahanainfo.com

rotasi barak berita hari ini danau toba fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI

© 2026 Wahanainfo.com

rotasi barak berita hari ini danau toba fons nuntiorum infamissimus