Wahana Info
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI
No Result
View All Result
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI
No Result
View All Result
Wahana Info
  • NEWS
  • PERISTIWA
  • DAERAH
  • REGIONAL
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI

Pencemaran Lingkungan Hidup di Desa Simpang Tiga Lae Bingke diduga Akibat Limbah Cair PT. DMS 

by Wahanainfo.com
30 Juni 2025 | 23:35 WIB
in Investigasi
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

WAHANAINFO.COM || TAPTENG – Isu dugaan pencemaran lingkungan hidup oleh Pabrik Kelapa Sawit PT. DMS (Dalanta Marsada Sukses), di Desa Simpang tiga Lae bingke, Kecamatan Sirandorung kini mulai redup, tetapi dampak yang ditinggalkan masih dirasakan oleh masyarakat setempat, tanpa ada tindakan nyata dari pemerintah kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Sabtu, (30/6/2025).

Awalnya, masalah ini menarik perhatian publik secara luas, sehingga anggota Komisi C DPRD Tapteng, tidak tinggal diam dan angkat bicara untuk meminta pemerintah kabupaten Tapanuli Tengah, menutup sementara pabrik tersebut hingga klarifikasi mengenai legalitas operasionalnya dilakukan.
Sampai saat ini, komisin C DPRD Tapteng belum menerima informasi jelas mengenai izin dan hasil laboratorium limbah dari perusahaan tersebut.
Pihak perusahaan, yang diwakili oleh Srirahayu, selaku kepala tata usaha, menyampaikan bahwa semua dokumen penting saat ini berada di Medan, dihadapan anggota Komisi C DPRD Tapteng saat kunjungan kerja (Kunker), pada Senin, (26/5/2025) yang lalu.
Bukan hanya itu; sejumlah warga masyarakat sekitar juga mengungkapkan keresahan serta ketidakpuasan, dampak yang ditimbulkan akibat dugaan pencemaran tersebut terhadap lingkungan hidup.
Salah seorang warga yang berhasil ditemui, Mirna Simbolon, mengeluhkan polusi udara yang merugikan kesehatan mereka.
“Dulu, udara di Desa kami ini asri dan segar, tetapi semenjak berdirinya perusahaan itu, udara di sini sudah tidak sehat lagi. Kami jadi cemas, terutama anak-anak yang sering bermain di luar,” ungkapnya.
Masih kata Mirna, Kolam limbah cairnya mengerikan, warna airnya hitam kecoklatan dan bau sangat menyengat.
“Sementara limbah Tangkai Kosong (Tangkos) juga mendatangkan jutaan lalat yang sangat mengganggu,” katanya.
Warga lain, Surtiyani Tinambunan, juga menyuarakan keprihatinan serupa. Dari kolam terakhir, pihak perusahaan membuang limbahnya melalui saluran pipa yang mengalir menuju Sungai Sitabeak.
“Sekarang, air sungai itu sudah tidak dapat digunakan lagi, untuk kebutuhan mandi dan mencuci; warna airnya sangat gelap kecoklatan dan mengeluarkan bau busuk, jelas terlihat akibat limbah pabrik yang tidak bertanggung jawab,” ujar Surtiyani.
Mirisnya, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tindakan konkret dari pemerintah kabupaten Tapanuli Tengah terkait keluhan beberapa masyarakat yang terabaikan.
Ironisnya, di tengah isu mencuatnya pencemaran tersebut, diduga Kasat Polisi Pamong Praja (SATPOL-PP) berinisial HS, justru memilih untuk mengadakan pertemuan terselubung dengan pihak PT. DMS, yang berlangsung di salah satu kedai kopi ternama di Jl. Diponegoro, Ps. Belakang, Kota Sibolga, pada (11/6/2025) lalu.
Ketika dikonfirmasi terkait pertemuan tersebut kepada Kasat POL PP melalui pesan WhatsApp, sayangnya upaya untuk mendapatkan klarifikasi, menemui jalan buntu dan tidak mendapatkan respon. (21/6).(Sorakhmat)

Berita Terbaru

Sejak Kapan Abdi Negara Bisa Menjadi Penguasa Yang Berada Diatas Daulat Rakyat

18 Juli 2026 | 11:28 WIB
Head Line

Ketua APDESI Merah Putih Sumut Tumpal Sitorus Desak Menteri Koperasi Berikan Solusi Pembangunan Gerai di Desa Rambung Merah

17 Juli 2026 | 17:40 WIB

Keren! !!, Ogah Berpangku Tangan, Warga Perumahan di Desa Sukaraya Gotong Royong Bangun Taman Bermain dari, Iuran Mandiri

17 Juli 2026 | 17:01 WIB

Diduga Ketua Kelompok (P3-TGAI) Di Tiga Titik Didesa Solokan Nyeleneh Oknum Aspirator Dewan Di sebut Mirip Garong Terima Fee Yang Cukup Besar.

17 Juli 2026 | 13:07 WIB

Tragedi Korupsi Dalam Mitos Pendekar Hukum Yang Berakhir Tragis Bunuh Diri

17 Juli 2026 | 00:35 WIB

PW HIMMAH Sumut Tetapkan Said Ibnu Rulian Ahmad sebagai PLT Ketua PC HIMMAH Asahan

16 Juli 2026 | 16:52 WIB

Menentukan Arah Baru Perjuangan, PD IPA Tebing Tinggi Siap Gelar MUSYDA VII

16 Juli 2026 | 10:00 WIB
Hukum

Diduga Cemarkan Nama Baik di Facebook, Politisi Partai Demokrat Siantar Laporkan Oknum Advokat ke Polisi

15 Juli 2026 | 18:00 WIB

Silang Saling Sandra Menyandera Akan terus Menghantui Sampai Masuk ke Liang Kubur

15 Juli 2026 | 12:28 WIB

Beban dan Ketambengan Spiritual Mampu Menciptakan Jalan Baru Setelah Perjalan Dilakukan

14 Juli 2026 | 18:06 WIB

Diduga Program (P3-TGAI) Di Desa Solokan Jadi Bancakan Oknum Aspirator Dewan Di sebut Mirip Garong Pangkas Anggaran Fee Yang Cukup Pantastis.

14 Juli 2026 | 12:04 WIB
Peristiwa

Wali Kota Syukri Pastikan Pemulihan Pascakebakaran Pasar Nauli Sibolga

13 Juli 2026 | 10:27 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Policy
  • Terms

© 2026 Wahanainfo.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sumber berita terkini

No Result
View All Result
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI

© 2026 Wahanainfo.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sumber berita terkini