Wahana Info
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI
No Result
View All Result
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI
No Result
View All Result
Wahana Info
  • NEWS
  • PERISTIWA
  • DAERAH
  • REGIONAL
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI
Keterangan gambar: Jon Edi Riston Saragih, gudang UD Mutiara Tani, dan karikatur 'mafia' pupuk.

Keterangan gambar: Jon Edi Riston Saragih, gudang UD Mutiara Tani, dan karikatur 'mafia' pupuk.

Pangulu Sigodang Barat Dituding Sebagai ‘Mafia’ Pupuk Subsidi

by wahanainfo.com
6 Mei 2023 | 22:10 WIB
in Pertanian
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

WAHANA INFO, SIMALUNGUN- Pangulu (Kepala Desa) Nagori Sigodang Barat Kecamatan Panei, Jon Edi Riston Saragih dituding sebagai mafia pupuk bersubsidi di Nagori Sigodang Barat.

Pasalnya, selain menjabat Pangulu, dia juga sebagai Direktur di UD Mutiara Tani yang diketahui selaku kios pengecer resmi pupuk bersubsidi di Sigodang Barat, Kecamatan Panei, Simalungun.

Tudingan itu didasari adanya sejumlah pelanggaran sebagaimana diatur pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) dan Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) nomor 734 tahun 2022.

Demikian disampaikan seorang warga Sigodang Barat, Rey Naldi Girsang saat diwawancarai wahanainfo.com.

“Harga pupuk mahal, sistem penyaluran pupuk tidak sesuai aturan,” kata Rey.

Dia menjelaskan, UD Mutiara Tani selama ini telah sewenang-wenang dalam menentukan harga pupuk subsidi. Saat ini, para petani membeli dengan harga pupuk subsidi urea Rp 160 Ribu per karung (sak) dan ponska Rp 170 ribu per karung.

“Dulu, harga pupuk sempat diatas Rp 200 Ribu per sak. Sementara sesuai harga HET, urea hanya Rp112. 500, dan ponska Rp 115Ribu,” jelasnya.

Rey mengungkapkan, selain memainkan harga, Jon Edi Riston juga memainkan dalam hal jumlah kuota. Jumlah kuota pupuk yang diberikan/disalurkan ke kelompok tani hanya 90 persen. 10 persen sisanya ditahan dan dijual (ecer) kepada petani langganannya (ketepatan dia juga penampung jagung basah dan kering).

“Dampaknya, petani yang tidak langganannya hanya bisa mendapat pupuk satu sak (tidak bisa lebih). Sementara kalau petani langganannya bebas mau ngambil berapa sak. Ini salah satu strategi dia untuk menarik petani lainnya untuk menjadi langganannya (monopoli bisnis),” jelasnya.

Ketua Karang Taruna Nagori Sigodang Barat itu menambahkan, bahwa baru-baru ini beredar informasi bahwa Mutiara Tani kerap menjual pupuk subsidi kepada kios pengecer diluar dari wilayahnya.

“Ada orang luar membeli pupuk ke gudangnya pada malam hari. Diangkut menggunakan mobil dan dijual dengan harga mahal. Intinya, para petani disini sudah sangat mengeluh,” katanya.

“Kami berharap kepada pemerintah dan distributor agar menindak tegas dan mencabut ijinnya sebagai kios pengecer,” pungkas Rey Naldi Girsang.

Direktur UD Mutiara Tani, Jon Edi Riston Saragih saat dikonfirmasi membantah tuduhan petani tersebut.

“Terima kasih atas perhatiannya pak. Info bapak itu salah, pupuk tidak diambil petani karena belum butuh, karena belum punya duit,” kata Jon, menjawab terkait tidak disalurkannya seluruh kuota pupuk atau hanya disalurkan 90 persen.

Sementara terkait harga pupuk yang mencapai Rp 160-170 Ribu per karung, dia juga mengatakan tidak benar.

“Itu ngak betul pak,” jawabnya singkat.

Namun saat ditanyakan berapa harga sebenarnya, dia tak lagi berkenan memberikan jawaban. (NS/Jos)

Berita Terbaru

Muh. Alfian Pimpin KADIN Pasangkayu 2026–2031, Momentum Baru Memperkuat Dunia Usaha dan Ekonomi Daerah

17 Oktober 2026 | 17:55 WIB

GBR Pertanyakan Legalitas CV Perkasa Plastik, Dugaan Pengelolaan Limbah Jadi Perhatian

17 Oktober 2026 | 08:27 WIB

GBR Pertanyakan Legalitas CV Perkasa Plastik, Dugaan Pengelolaan Limbah Jadi Perhatian

17 Oktober 2026 | 08:27 WIB
Daerah

Raliman Saragih Menangkan Pemilihan Pangulu di Nagori Sigodang

16 Oktober 2026 | 20:49 WIB

PD IPA Tebing Tinggi Apresiasi Kinerja Plt. Kadis Dukcapil Ramadhan Barqah Pulungan

16 Oktober 2026 | 19:09 WIB

PW GHARIS Sumut Soroti Pergeseran Anggaran Rp503 Miliar di Deli Sedang, Desak Kejati Lakukan Audit

16 Oktober 2026 | 19:06 WIB

Baru Menjabat Sebagai Kapolres Tebing Tinggi AKBP Hotmartua Ambarita, di Demo mahasiswa

16 Oktober 2026 | 13:06 WIB
News

JAMAN Simalungun Surati PT.RPN , Minta Transparansi Tata Kelola Benih PPKS Marihat.

14 Oktober 2026 | 15:55 WIB
Daerah

Ketua TP PKK Simalungun Sambut Hangat Tim Evaluasi Nagori Percontohan PTP2WKSS Provinsi Sumatera Utara

13 Oktober 2026 | 18:54 WIB

Bungkam Fitnah dengan Prestasi: Aktivis Mahasiswa Sumut Muhammad Kurniawan Dukung Penuh Komitmen Polres Labuhanbatu Gempur Bandar Narkoba

13 Oktober 2026 | 18:08 WIB

Kawal Pembangunan Infrastruktur Bekasi, Awak Media Turun Langsung Monitoring Proyek Jalan

13 Oktober 2026 | 09:07 WIB

Kawal Pembangunan Infrastruktur Bekasi, Awak Media Turun Langsung Monitoring Proyek Jalan

13 Oktober 2026 | 09:07 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Policy
  • Terms

© 2026 Wahanainfo.com

rotasi barak berita hari ini danau toba fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI

© 2026 Wahanainfo.com

rotasi barak berita hari ini danau toba fons nuntiorum infamissimus