WAHANAINFO.COM || PANDAN — SMA Negeri 1 Matauli Pandan terus memperluas jejaring pendidikan internasional. Terbaru, sekolah tersebut menjalin kerja sama dengan Yayasan JMI (Jayama Mentoring Internasional) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam rangka mempersiapkan siswa melanjutkan pendidikan tinggi ke Prancis.
Kerja sama ini secara khusus menyasar siswa-siswi kelas X dan XI melalui program mentoring yang dilakukan sejak dini, Pandan, 15 September 2026.
Kepala SMA Negeri 1 Matauli Pandan, Deden Rachmawan, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada peserta didik dalam mengembangkan potensi dan meraih cita-cita pendidikan.
“Kerja sama dengan Yayasan JMI merupakan bagian dari upaya kami memberikan kesempatan terbaik kepada siswa untuk mengembangkan potensi dan meraih cita-cita pendidikan setinggi-tingginya,” ujar Deden.

Menurutnya, persiapan melanjutkan pendidikan ke luar negeri membutuhkan proses yang panjang dan terencana. Karena itu, pendampingan sejak kelas X dan XI dinilai penting agar siswa memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri.
“Persiapan untuk melanjutkan studi ke luar negeri membutuhkan proses yang terencana dan dilakukan sejak jauh hari. Dengan adanya mentoring sejak kelas X dan XI, kami berharap siswa dapat mempersiapkan diri secara bertahap dan memiliki arah yang jelas dalam menentukan rencana pendidikan masa depan,” katanya.
Melalui program tersebut, siswa akan mendapatkan pendampingan dan informasi mengenai berbagai peluang studi di Prancis, termasuk pilihan program studi, lingkungan pendidikan, serta persiapan yang dibutuhkan untuk masuk ke perguruan tinggi luar negeri.
Deden menilai, kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik. Siswa juga harus memiliki kemampuan komunikasi, kemandirian, daya adaptasi serta wawasan lintas budaya.
“Kami ingin siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepercayaan diri, kemampuan beradaptasi, komunikasi dan wawasan internasional. Kompetensi tersebut akan menjadi bekal penting ketika mereka melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia profesional,” ungkapnya.
Kerja sama dengan Yayasan JMI juga diharapkan dapat membuka wawasan siswa mengenai pilihan pendidikan tinggi di luar negeri. Prancis menjadi salah satu negara yang diperkenalkan sebagai tujuan studi bagi peserta didik SMA Negeri 1 Matauli Pandan.
Dengan pendampingan sejak dini, siswa diharapkan tidak sekadar memiliki keinginan untuk kuliah di luar negeri, tetapi memahami tahapan yang harus dipersiapkan, mulai dari menentukan bidang studi, meningkatkan kompetensi akademik dan bahasa, hingga memahami persyaratan masuk perguruan tinggi.
Perwakilan Yayasan JMI, mengatakan program mentoring tersebut diharapkan dapat membantu siswa mempersiapkan diri secara lebih matang sebelum mengambil keputusan melanjutkan pendidikan ke Prancis.
“Kami ingin memberikan pendampingan yang terarah kepada siswa sejak dini. Harapannya, mereka tidak hanya mengetahui bahwa ada kesempatan kuliah di Prancis, tetapi juga memahami bagaimana mempersiapkan diri dan mengambil langkah untuk mewujudkan kesempatan tersebut,” ucapnya.
Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, terutama sekolah, siswa dan orang tua.
“Kolaborasi antara sekolah, siswa, orang tua dan JMI sangat penting. Dengan sinergi yang baik, setiap tahapan persiapan dapat dilakukan secara lebih terarah,” tambahnya.
Penandatanganan MoU tersebut sekaligus memperkuat komitmen SMA Negeri 1 Matauli Pandan dalam membangun pendidikan yang berorientasi global.
Sekolah tidak hanya mendorong siswa meraih prestasi akademik, tetapi juga memberikan akses terhadap pengalaman dan wawasan pendidikan internasional.
Deden berharap kerja sama tersebut dapat menjadi pintu pembuka bagi lahirnya lebih banyak siswa Matauli yang mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi berkualitas di berbagai negara.
“Harapan kami, kerja sama ini menjadi langkah awal bagi semakin banyak siswa-siswi Matauli untuk berani bermimpi lebih besar dan mempersiapkan diri untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi unggul dunia,” pungkasnya.
Dengan MoU ini, SMA Negeri 1 Matauli Pandan meneguhkan langkahnya mencetak generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga siap menembus dunia pendidikan internasional. (Sorakhmat)

