WAHANAINFO.COM || SIBOLGA – Kesibukan menjalankan roda pemerintahan desa seringkali menuntut waktu dan tenaga ekstra. Namun, bagi Sekretaris Desa (Sekdes) Masundung, Kecamatan Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah, Junisman Zai, jarak dan rutinitas bukan alasan untuk
mengabaikan warganya yang sedang membutuhkan.
Kamis (30/7/2026), di sela-sela padatnya agenda dinas, Junisman Zai menyempatkan diri mengunjungi Aferudin Laia (42), salah seorang warga Desa Masundung yang sedang menjalani perawatan intensif di RS Metta Medika Sibolga. Kehadirannya di rumah sakit bukan sekadar formalitas, melainkan wujud empati tulus dari seorang pemimpin komunitas kepada anggota keluarganya yang sedang berjuang melawan penyakit.

Bagi Aferudin dan keluarga, kedatangan Sekdes Junisman menjadi oase di tengah kecemasan setelah pasien divonis mengidap penyakit jantung dan lambung. Dalam kunjungannya, Junisman tidak hanya memberikan semangat verbal, tetapi juga memastikan bahwa warga binaannya merasa didampingi secara moril dalam situasi seperti ini.
“Tugas kami sebagai aparatur desa tidak berhenti saat jam kerja berakhir atau ketika berada di dalam kantor. Wajah-wajah warga yang kami layani adalah wajah orang tua, saudara dan tetangga kami sendiri. Ketika salah satu dari mereka jatuh sakit, itu adalah beban kita bersama. Menjenguk bukan soal pencitraan, tapi soal memanusiakan hubungan antara pemerintah dan rakyat,” ungkap Junisman Zai dengan nada rendah namun penuh keyakinan.
Aksi sederhana ini menjadi pengingat penting bagi publik tentang esensi pelayanan publik yang sesungguhnya. Di era di mana birokrasi sering kali dipersepsikan kaku dan berjarak, kehadiran Junisman Zai membuktikan bahwa kepemimpinan tingkat akar rumput masih bisa terasa hangat, dekat dan responsif terhadap penderitaan warganya.
Keluarga pasien, Mesiria Ziliwu, merasa bangga dan terenyuh atas kehadiran Sekdes Masundung Junisman Zai, disaat suaminya terbaring lemah diatas brankar RS Metta Medika.
“Terimakasih kepada Sekdes, yang telah menyempatkan diri untuk menjenguk suami saya yang sedang dirawat saat ini, serta dukungan moral dan tali asih yang telah diberikan. Kami sekeluarga tidak bisa membalasnya, biarlah yang maha kuasa membalasnya berlipat ganda, dalam kehidupan berkeluarga, usaha, kesehatan dan juga rencana – rencana lainnya,” ucapnya dengan mata berkaca – kaca.
Warga Desa Masundung pun berharap agar semangat kepedulian seperti ini dapat terus dipertahankan dan bahkan ditularkan kepada jajaran pemerintah daerah lainnya. Karena pada akhirnya, masyarakat tidak menilai pemerintah dari seberapa megah kantornya, melainkan dari seberapa tulus hati para pelayannya saat warga sedang dalam kondisi paling rentan. (Sorakhmat)

