WAHANAINFO.COM || SIBOLGA — Komitmen penghijauan dan pelestarian lingkungan terus dilakukan Yayasan Jamil Solution bersama PT PLN Indonesia Power UBP Labuhan Angin, serta para aktivis lingkungan hidup. Sebanyak 4.500 bibit pohon diterima untuk ditanam di sejumlah lokasi di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).
Bantuan bibit tersebut diperoleh melalui komunikasi dengan salah seorang pejabat Kementerian Kehutanan di Jakarta, Bagus Nofrianto, serta melalui BPDAS Barumun Asahan.
Adapun bibit yang diterima terdiri dari berbagai jenis tanaman, di antaranya nangka, petai, jengkol, alpukat, pinang dan jambu biji.

Bibit tersebut telah diterima di Kota Sibolga dan sementara ditempatkan di kawasan Taman Nauli Indah, Panakkalan, Kabupaten Tapanuli Tengah, sebelum didistribusikan ke sejumlah titik penghijauan.
“Kita mendapat bantuan bibit sebanyak 4.500 bibit. Di antaranya nangka 1.000, petai 1.000, kemudian jengkol, alpukat 1.000, pinang dan jambu biji 250, 250,” ujar Ketua Yayasan Jamil Solution, Jamil Zeb Tumori, usai menanam pohon di kawasan bukit TVRI Sibolga, Rabu (16/08/2026).
Ia mengatakan, pihaknya juga terus membangun komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk pihak PT PLN Indonesia Power UBP Labuhan Angin, untuk mendapatkan dukungan terkait program penghijauan tersebut.

Menurutnya, ribuan bibit itu nantinya akan ditanam di sejumlah lokasi yang dianggap membutuhkan penghijauan, khususnya lahan gersang serta kawasan yang terdampak bencana banjir dan longsor.
“Target kita adalah lahan-lahan yang gersang, kemudian lokasi-lokasi yang terkena bencana banjir dan longsor,” kata Jamil, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Sibolga ini, dengan semangat.
Beberapa lokasi yang menjadi sasaran penanaman antara lain Sitio-tio Hilir, Kabupaten Tapanuli Tengah, kawasan Bukit TVRI Kota Sibolga, serta kawasan perbukitan di Jalan Murai yang sebelumnya mengalami longsor.
Program tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari upaya Yayasan Jamil Solution bersama PT PLN Indonesia Power UBP Labuhan Angin, serta para aktivis lingkungan hidup, untuk mendorong gerakan penghijauan secara berkelanjutan.
“Insyaallah mudah-mudahan 4.500 bibit ini bisa kita tanam secara berkelanjutan. Moto kita adalah Hijaukan Bumi, Jaga Lingkungan,” tegas Jamil.
Ia menjelaskan, kegiatan penghijauan tersebut tidak sekadar menanam pohon, tetapi juga menjadi bentuk partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.
“Ini adalah bentuk partisipasi menjaga alam dan lingkungan kita, sehingga banjir dan longsor bisa kita cegah ke depannya,” paparnya.
Yayasan Jamil Solution juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang memiliki lahan kosong dan membutuhkan bibit untuk melakukan penghijauan.
“Harapan kita kepada masyarakat di mana pun berada, jika ada lahan kosong dan membutuhkan bibit, kita siap memberikan bibit yang mereka inginkan,” ajak Jamil.
Ia juga menghimbau warga masyarakat tidak hanya terlibat dalam kegiatan penanaman, tetapi juga ikut merawat pohon yang telah ditanam agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Apa yang telah kami tanam, tolong dirawat dan dijaga, sehingga Sibolga dan Tapanuli Tengah menjadi lebih hijau kembali,” himbaunya.
Selain masyarakat, dukungan dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan insan pers juga dinilai penting untuk menyebarluaskan gerakan penghijauan tersebut.
“Kami berharap bantuan para LSM dan jurnalis untuk menyampaikan kabar baik ini. Mari, satu orang tiga pohon, untuk melestarikan dan menjaga bumi,” pungkas Jamil, mengakhiri.
Yayasan Jamil Solution bersama PT PLN Indonesia Power UBP Labuhan Angin, serta para aktivis lingkungan hidup, akan terus membangun komunikasi dengan berbagai pihak guna memperluas gerakan penghijauan dan pelestarian alam di wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah. (Sorakhmat)

