WAHANAINFO.COM || TAPANULI TENGAH — Keluhan pemilik CV Napogos Berkarya Jaya, Marisi Hutasoit, terkait proses pengurusan perizinan usaha mendapat respons langsung dari Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka.
Pertemuan tersebut berlangsung sesaat sebelum Wapres Gibran bertolak dari Bandara Pinangsori, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), menuju Jakarta, usai melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kota Sibolga, Jum’at (04/09/2026).

Dalam pertemuan itu, Marisi menyampaikan keluhannya terkait proses pengurusan perizinan usaha penggalian tanah urug yang berlokasi di Jalan AR. Surbakti, Kelurahan Sibuluan Nauli, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Marisi yang juga relawan Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Kabupaten Tapanuli Tengah ini, memohon kepada Wapres agar proses pengurusan izin usahanya tidak dipersulit. Ia mengaku telah mengeluarkan dana hingga ratusan juta rupiah untuk memenuhi berbagai persyaratan perizinan, termasuk menggunakan jasa konsultan.
“Rumah tergadai, tanah dan harta benda lainnya ikut terjual untuk biaya mengurus izin usaha saya. Namun dokumen belum selesai juga, seolah saya dipermainkan,” ujar Marisi di hadapan Wapres Gibran.
Marisi mengatakan, dirinya lebih memilih memenuhi seluruh kewajiban kepada negara daripada menjalankan usaha tanpa kelengkapan dokumen perizinan.
“Lebih baik saya bayar pajak kepada negara dan menghabiskan uang ratusan juta, yang penting usaha memperoleh izin lengkap, sehingga saya merasa tenang dan nyaman berusaha,” katanya.
Mendengar keluhan tersebut, Wapres Gibran kemudian merespons dengan meminta perhatian Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, agar persoalan tersebut segera ditindaklanjuti.
Wapres meminta agar seluruh dokumen perizinan yang dibutuhkan CV Napogos Berkarya Jaya segera ditelusuri dan diselesaikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Iklim investasi dalam negeri harus tetap terjaga, apalagi jika pelaku usaha menyadari kewajibannya kepada negara,” ujar Wapres Gibran.

Respons tersebut kemudian ditindaklanjuti Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. Pada saat itu juga, Gubsu memanggil asisten pribadinya untuk segera mengumpulkan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan perizinan CV Napogos Berkarya Jaya.
Bobby juga meminta agar pihak terkait segera berkoordinasi dengan dinas-dinas yang berwenang guna menelusuri proses perizinan yang telah ditempuh pihak perusahaan.
Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap seluruh dokumen yang telah diajukan, sekaligus memastikan proses perizinan berjalan sesuai mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Marisi pun menyambut positif respons tersebut. Ia berharap adanya perhatian langsung dari Wapres dan Gubernur Sumatera Utara dapat menjadi jalan keluar atas persoalan perizinan yang selama ini dihadapinya.
Mengakhiri wawancaranya dengan sejumlah awak media, Marisi Hutasoit tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada Ketua Umum JPKP, Maret Suaken, Ketua Wilayah Sumatera Utara, Rudi Chairuriza Tanjung, Korwil Pantai Barat Christiono Andries serta Pengurus dan relawan JPKP lainnya, yang selalu mendukung dan berdiri disisinya selama ini. (Sorakhmat)

