WAHANAINFO.CIM || SIBOLGA – Api mungkin telah meredam di Pasar Sibolga Nauli, namun semangat membangun kembali justru baru saja dinyalakan. Usai meninjau lokasi kebakaran pada Minggu (12/7/2026), Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik bersama Wakil Wali Kota Pantas Maruba Lumban Tobing memimpin rapat koordinasi percepatan pemulihan di Kantor Dinas Perhubungan. Di tengah estimasi kerugian miliaran rupiah, fokus utama pemerintah kota kali ini adalah mengembalikan ketenangan dan kepastian bagi para pedagang.
Dalam arahannya, Wali Kota menekankan bahwa pemulihan pasar bukan sekadar urusan fisik atau administrasi semata. Ia menegaskan pentingnya pendekatan manusiawi dalam setiap langkah tanggap darurat.
“Kebakaran di Pasar Sibolga Nauli bukan hanya menghanguskan bangunan dan dagangan, tetapi juga menguji ketahanan hati kita sebagai satu keluarga besar. Saya tidak ingin pemulihan ini sekadar menjadi urusan administrasi atau angka kerugian. Yang paling penting bagi saya hari ini adalah memastikan setiap pedagang yang terdampak merasa didampingi, didengar, dan diberi kepastian bahwa mereka tidak berjuang sendirian. Kita akan bekerja cepat, karena ekonomi yang pulih harus dimulai dari rasa aman dan harapan yang kembali tumbuh di tengah warga,” ujar Akhmad Syukri Nazry Penarik.
Pernyataan tersebut sejalan dengan langkah konkret yang dirumuskan dalam rapat. Sekretaris Daerah Herman Suwito ditunjuk sebagai Ketua Tim Tanggap Darurat untuk mengoordinasikan pendataan korban melalui posko khusus, penyiapan lokasi berdagang sementara yang layak, serta fasilitasi bantuan sesuai ketentuan. Pemkot juga berkomitmen menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok demi mencegah tekanan ekonomi tambahan bagi masyarakat.
Rapat yang dihadiri Wakapolres Sibolga, Kapolsek, Satpol PP, BPBD, hingga camat dan kepala UPT pasar ini menunjukkan solidaritas lintas sektor. Namun, lebih dari kehadiran pejabat, yang terasa kuat adalah pesan bahwa pemerintah hadir bukan hanya sebagai regulator, melainkan sebagai bagian dari komunitas yang turut merasakan kehilangan.
Dengan komitmen yang berpihak pada rasa aman warga, Pasar Sibolga Nauli diharapkan tak hanya bangkit secara fisik, tetapi juga memulihkan kepercayaan dan kehangatan sosial yang menjadi fondasi sesungguhnya bagi perekonomian daerah hinterland hingga Kepulauan Nias.(Sorakhmat)

