Wahana Info
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI
No Result
View All Result
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI
No Result
View All Result
Wahana Info
  • NEWS
  • PERISTIWA
  • DAERAH
  • REGIONAL
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI

Viral!!!, Pengambilan Rapot Di SDN Sukarukun 01,Diduga Jadikan Ajang Pungli,

by Wahanainfo.com
21 Desember 2025 | 19:40 WIB
in News
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

Wahanainfo.com | KABUPATEN BEKASI – “GEMBAR GEMBOR” Sekolah Gratis untuk Jenjang Pendidikan Tingkat Sekolah Dasar (SD), Hanya Omong kosong alias isapan Jempol Belaka. Pasalnya, Pengambilan Raport untuk Siswa siswi Sekolah Dasar Negri (SDN) Sukarukun 01 Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi, Di duga menjadi Praktek Pungutan Liar (Pungli) oleh Oknum Pihak Sekolah.

Setiap Orang tua murid di Minta Membayar Rp 100 ribu Rupiah, dengan Rincian, Untuk Nebus Raport Rp 50 ribu, dan untuk Pembelian Sampul Raport Rp 50 ribu rupiah. Pungutan di lakukan oleh Orang tua murid yang di tunjuk oleh Guru masing masing Kelas, untuk mengumpulkan uang dari para Orang tua siswa.

Berdasarkan Narasumber Berita, yang juga Orang tua siswa, dan meminta Namanya di rahasiakan, melalui sambungan telpon dan WhatsApp dia (orang tua siswa), mengirim Foto dan Video pada saat Pengumpulan Uang yang di Lakukan di ruang kelas SDN Sukarukun 01. Narasumber berita juga Menjelaskan Kepada Wartawan. Jum’at (19/12/2025).

Dikatakannya salahsatu orang tua walimurid melalui pesan WhatsApp kepada wartawan, dirinya mengatakan “Pak tapi privasi saya dan anak² di jaga ya. Begini pa ceritanya pada Rabu pagi (17/12/2025) kemarin saya dan ibu-ibu yang lainnya rapat di sekolah, disitu hadir dari korwil dinas pendidikan Kabupaten Bekasi, saat korwil dinas berbicara kepada kami, dia membenarkan bahwa nebus raport wajib bayar 100ribu, uang sebesar itu untuk raport dan sampul,tururnya.

Soalnya saya bener takut banget setelah di ancam, kemarin sama kepala sekolah, “Ya pak sumpah takut banget saya”.

Lanjutnya dia, dirinya mengatakan. Kalau penyerahan uang tebusan raport dan sampul sudah dari kemarin² pak, hari ini pengambilan rapotnya, dan ada juga yang di potong tabungan,kata dia.

Masih dikatakannya, ibu walimurid, dia bilang seperti ini, “Pada takut pak karena waktu hari rabu kami semua ikut rapat dan disitu kita di ancam”, jadi kami pada takut bersuara, terus sebagian ibu-ibu yang lainnya sudah pada bubar diruangan rapat,jelasnya dia.

Saat ditanya oleh wartawan apakah ibu-ibu sudah menyerahkan uang tebusan raport dan sampul, “Ya uang tersebut sudah di kumpulin oleh (Korlas) senilai 100 ribu itu”. Ada yang bayar langsung full dan ada juga yang di cicil. Ucapnya dia, melalui pesan WhatsApp.

Lagi-lagi ia berpesan kepada wartawan, “Privasi saya aman ya pak”. Sumpah saya takut banget pak, terangnya.

Sementara itu, ditempat yang berbeda, melalui pesan suara, salah satu warga perum Pilar Gading Mas Sukarukun, yang merupakan orang tua walimurid kelas 3 dan kelas 6, mengungkapkan peristiwa yang sama.

Saat diwawancarai wartawan lewat via telepon, ia mengaku bahwa kedua anaknya bersekolah di SDN Sukarukun 01 Kecamatan Sukatani, dirinya mengaku bahwa pihak sekolah memungut uang raport.

Dijelaskannya ibu walimurid yang dirahasiakan namanya, saya sangat menyayangi sekali kepada pihak sekolah, dalam kondisi saat ini, untuk nominal uang segitu besar banget.

Karena diwajibkan untuk menembus raport, sampai hariini Jum’at pagi saya tidak bisa datang ke sekolah, karena memang saya tidak punya uang untuk menebus raport, apalgi anak saya dua-dunya sekolah disitu.terangnya dia.

Sementara itu, ditempat yang berbeda, melalui pesan suara, salah satu warga perum Pilar Gading Mas Sukarukun, yang merupakan orang tua walimurid kelas 3 dan kelas 6, mengungkapkan peristiwa yang sama.

Saat diwawancarai wartawan lewat via telepon, ia mengaku bahwa kedua anaknya bersekolah di SDN Sukarukun 01 Kecamatan Sukatani, dirinya mengatakan bahwa pihak sekolah memungut uang raport.

Dijelaskannya ibu walimurid yang dirahasiakan namanya, saya sangat menyayangi sekali kepada pihak sekolah, dalam kondisi saat ini, untuk nominal uang segitu besar banget.

Karena diwajibkan untuk menembus raport, sampai hariini Jum’at pagi saya tidak bisa datang ke sekolah, karena memang saya tidak punya uang untuk menebus raport, apalgi anak saya dua-dunya sekolah disitu.terangnya dia.

Saat wartawan konfirmasi Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Sukarukun 01 Kecamatan Sukatani, dirinya mengatakan, saat ibu-ibu walimurid kumpul di ruang rapat, Alhamdulillah disitu disaksikan oleh Korwil Dinas Pendidikan, Kepsek bilang tidak ada kata-kata untuk memaksakan untuk bayar uang raport,ucap dia.

Korwil dinas pendidikan hanya menyampaikan, agar ada sinergi guru dengan orang tua murid, kalau hanya untuk meluruskan silahkan saja, bagi kami sama-sama sudah tua, tidak ada penekanan atau segala macam, dan apa yang mau ditekan, sementara kami hanya menjalankan tugas sesuai dengan juklak dan juknisnya.tutupnya Kepala Sekolah SDN Sukarukun 01, saat dikonfirmasi lewat via telepon.(red).

Documentasi : Bukti Rekaman Suara & video tersimpan, orang tua walimurid.

https//Wahanainfo.com , KABUPATEN BEKASI – “GEMBAR GEMBOR” Sekolah Gratis untuk Jenjang Pendidikan Tingkat Sekolah Dasar (SD), Hanya Omong kosong alias isapan Jempol Belaka. Pasalnya, Pengambilan Raport untuk Siswa siswi Sekolah Dasar Negri (SDN) Sukarukun 01 Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi, Di duga menjadi Praktek Pungutan Liar (Pungli) oleh Oknum Pihak Sekolah.

Setiap Orang tua murid di Minta Membayar Rp 100 ribu Rupiah, dengan Rincian, Untuk Nebus Raport Rp 50 ribu, dan untuk Pembelian Sampul Raport Rp 50 ribu rupiah. Pungutan di lakukan oleh Orang tua murid yang di tunjuk oleh Guru masing masing Kelas, untuk mengumpulkan uang dari para Orang tua siswa.

Berdasarkan Narasumber Berita, yang juga Orang tua siswa, dan meminta Namanya di rahasiakan, melalui sambungan telpon dan WhatsApp dia (orang tua siswa), mengirim Foto dan Video pada saat Pengumpulan Uang yang di Lakukan di ruang kelas SDN Sukarukun 01. Narasumber berita juga Menjelaskan Kepada Wartawan. Jum’at (19/12/2025).

Dikatakannya salahsatu orang tua walimurid melalui pesan WhatsApp kepada wartawan, dirinya mengatakan “Pak tapi privasi saya dan anak² di jaga ya. Begini pa ceritanya pada Rabu pagi (17/12/2025) kemarin saya dan ibu-ibu yang lainnya rapat di sekolah, disitu hadir dari korwil dinas pendidikan Kabupaten Bekasi, saat korwil dinas berbicara kepada kami, dia membenarkan bahwa nebus raport wajib bayar 100ribu, uang sebesar itu untuk raport dan sampul,tururnya.

Soalnya saya bener takut banget setelah di ancam, kemarin sama kepala sekolah, “Ya pak sumpah takut banget saya”.

Lanjutnya dia, dirinya mengatakan. Kalau penyerahan uang tebusan raport dan sampul sudah dari kemarin² pak, hari ini pengambilan rapotnya, dan ada juga yang di potong tabungan,kata dia.

Masih dikatakannya, ibu walimurid, dia bilang seperti ini, “Pada takut pak karena waktu hari rabu kami semua ikut rapat dan disitu kita di ancam”, jadi kami pada takut bersuara, terus sebagian ibu-ibu yang lainnya sudah pada bubar diruangan rapat,jelasnya dia.

Saat ditanya oleh wartawan apakah ibu-ibu sudah menyerahkan uang tebusan raport dan sampul, “Ya uang tersebut sudah di kumpulin oleh (Korlas) senilai 100 ribu itu”. Ada yang bayar langsung full dan ada juga yang di cicil. Ucapnya dia, melalui pesan WhatsApp.

Lagi-lagi ia berpesan kepada wartawan, “Privasi saya aman ya pak”. Sumpah saya takut banget pak, terangnya.

Sementara itu, ditempat yang berbeda, melalui pesan suara, salah satu warga perum Pilar Gading Mas Sukarukun, yang merupakan orang tua walimurid kelas 3 dan kelas 6, mengungkapkan peristiwa yang sama.

Saat diwawancarai wartawan lewat via telepon, ia mengaku bahwa kedua anaknya bersekolah di SDN Sukarukun 01 Kecamatan Sukatani, dirinya mengaku bahwa pihak sekolah memungut uang raport.

Dijelaskannya ibu walimurid yang dirahasiakan namanya, saya sangat menyayangi sekali kepada pihak sekolah, dalam kondisi saat ini, untuk nominal uang segitu besar banget.

Karena diwajibkan untuk menembus raport, sampai hariini Jum’at pagi saya tidak bisa datang ke sekolah, karena memang saya tidak punya uang untuk menebus raport, apalgi anak saya dua-dunya sekolah disitu.terangnya dia.

Sementara itu, ditempat yang berbeda, melalui pesan suara, salah satu warga perum Pilar Gading Mas Sukarukun, yang merupakan orang tua walimurid kelas 3 dan kelas 6, mengungkapkan peristiwa yang sama.

Saat diwawancarai wartawan lewat via telepon, ia mengaku bahwa kedua anaknya bersekolah di SDN Sukarukun 01 Kecamatan Sukatani, dirinya mengatakan bahwa pihak sekolah memungut uang raport.

Dijelaskannya ibu walimurid yang dirahasiakan namanya, saya sangat menyayangi sekali kepada pihak sekolah, dalam kondisi saat ini, untuk nominal uang segitu besar banget.

Karena diwajibkan untuk menembus raport, sampai hariini Jum’at pagi saya tidak bisa datang ke sekolah, karena memang saya tidak punya uang untuk menebus raport, apalgi anak saya dua-dunya sekolah disitu.terangnya dia.

Saat wartawan konfirmasi Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Sukarukun 01 Kecamatan Sukatani, dirinya mengatakan, saat ibu-ibu walimurid kumpul di ruang rapat, Alhamdulillah disitu disaksikan oleh Korwil Dinas Pendidikan, Kepsek bilang tidak ada kata-kata untuk memaksakan untuk bayar uang raport,ucap dia.

Korwil dinas pendidikan hanya menyampaikan, agar ada sinergi guru dengan orang tua murid, kalau hanya untuk meluruskan silahkan saja, bagi kami sama-sama sudah tua, tidak ada penekanan atau segala macam, dan apa yang mau ditekan, sementara kami hanya menjalankan tugas sesuai dengan juklak dan juknisnya.tutupnya Kepala Sekolah SDN Sukarukun 01, saat dikonfirmasi lewat via telepon.

(Suganda).

(Documentasi : Bukti Rekaman Suara & video tersimpan, orang tua walimurid.)

Berita Terbaru

Peristiwa

Wali Kota Syukri Pastikan Pemulihan Pascakebakaran Pasar Nauli Sibolga

13 Juli 2026 | 10:27 WIB

Diduga Skandal Proyek P3-TGAI Di Tiga Titik Di Desa Solokan Senilai 195.000.000. Juta Rupiah Jadi Ajang Bancakan Oknum.

13 Juli 2026 | 03:51 WIB
Head Line

Judi Tembak Ikan Beroperasi di Perdagangan, Kabid Humas Poldasu: Akan Kita Tindaklanjuti

10 Juli 2026 | 22:14 WIB
Daerah

Pemkab Simalungun Gelar Rakor Pengusulan Proyek Strategis Tahun 2026

9 Juli 2026 | 18:55 WIB
Daerah

Bupati Simalungun Temui Menteri Pertanian RI: Dapat Bantuan Bibit 22 ribu Hektar dan Program Cetak Sawah Baru

9 Juli 2026 | 18:48 WIB

Kunjungan Tim Safari Ramadhan Kabupaten Simalungun ke Masjid Al-Ikhlas Pamatang Batu III Nagori Silou Malela

9 Juli 2026 | 18:44 WIB
Daerah

Kunjungan Tim Safari Ramadhan Kabupaten Simalungun ke Masjid Al-Ikhlas Pamatang Batu III Nagori Silou Malela

9 Juli 2026 | 18:37 WIB

Samiun Sembara Marpaung, S.Sy Meninjauan Ruas Jalan Air Joman–Silau Laut hingga Desa Silo Baru, Tegaskan Komitmen Kawal Anggaran Perbaikan

8 Juli 2026 | 21:01 WIB

Momen Haru Pelepasan Angkatan ke-8 biMBA AIUEO Griya Cikarang dan Taman BCM 2: Mengantar Anak Menuju Masa Depan Gemilang

8 Juli 2026 | 15:03 WIB

*Momen Haru Pelepasan Angkatan ke-8 biMBA AIUEO Griya Cikarang dan Taman BCM 2: Mengantar Anak Menuju Masa Depan Gemilang*

8 Juli 2026 | 14:52 WIB
Hukum

Merasa Ditipu Rp250 Juta, Klien Laporkan Pengacara ke Polres Simalungun

7 Juli 2026 | 12:12 WIB
Nasional

Felicia Sihombing Peringkat 1 Standing Ovation di Icon Indonesia SCTV! Malam Ini Menuju 4 Besar, Warga Sumut Ayo Beri Dukungan Hingga ke Final

6 Juli 2026 | 20:42 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Policy
  • Terms

© 2026 Wahanainfo.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sumber berita terkini

No Result
View All Result
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI

© 2026 Wahanainfo.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sumber berita terkini