WAHANAINFO.COM || SIBOLGA – Wakil Ketua DPRD Kota Sibolga, Jamil Zeb Tumori, mengaku prihatin sekaligus kecewa atas sikap ketidakpedulian sejumlah pejabat di Kepulauan Nias terhadap bencana banjir bandang dan longsor, yang melanda wilayah Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, pada Selasa (25/11/2025) lalu.
Menurut Jamil, bencana alam yang menimbulkan korban jiwa, kehilangan harta benda serta kerusakan infrastruktur dan permukiman warga tersebut, seharusnya menjadi perhatian bersama, khususnya daerah-daerah tetangga yang memiliki keterkaitan geografis dan sosial dengan Sibolga dan Tapanuli Tengah.
“Kami sangat prihatin dan kecewa. Sampai saat ini tidak terlihat adanya empati maupun perhatian serius dari pejabat di Kepulauan Nias terhadap musibah besar yang dialami masyarakat Sibolga dan Tapanuli Tengah,” ujar Jamil kepada wartawan, Selasa (15/12/2025).
Jamil menegaskan, dalam situasi darurat bencana, solidaritas antarwilayah sangat dibutuhkan, baik dalam bentuk dukungan moril, bantuan logistik, maupun koordinasi penanganan dampak bencana.
“Ini bukan hanya soal bantuan materi, tetapi juga bentuk empati dan kepedulian. Daerah kita saling bertetangga, memiliki hubungan sosial dan ekonomi yang erat. Sudah seharusnya ada perhatian dan dukungan,” tegasnya.
Ironisnya, korban meninggal, hilang dan terdampak di Kota Sibolga dan di sejumlah Desa di Tapanuli Tengah, kebanyakan dari Suku Nias. Ada yang dipengungsian dan ada yang berhari-hari tidak makan di pegunungan. Bayangkan bila hal itu keluarga dan diri sendiri.
Namun sangat disayangkan, hingga setelah 20 hari berlalu terjadinya bencana banjir bandang dan longsor, sejumlah Pejabat Daerah dan Orang-orang kaya di Kepulauan Nias, seolah tidak peduli bahkan menanyakan kabar kondisi Masyarajat Nias, di Sibolga-Tapteng saja, tidak ada.
“Inikah wujud persaudaraan kita ?,” tanya Jamil dengan mata berkaca-kaca.
Ia juga mengingatkan bahwa bencana alam dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, sehingga sikap saling membantu antar daerah merupakan bentuk kesiapsiagaan dan kemanusiaan.
“Hari ini Sibolga dan Tapanuli Tengah yang tertimpa musibah, besok bisa saja daerah lain. Karena itu, solidaritas diantara kita harus dikedepankan,” tambahnya.
Sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Sibolga, Jamil berharap ke depan seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah, legislatif, maupun unsur terkait di wilayah sekitar, dapat lebih peka dan responsif terhadap bencana yang menimpa daerah tetangga.
Diketahui sebelumnya, banjir bandang dan longsor yang terjadi akibat curah hujan tinggi melanda sejumlah wilayah di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, menyebabkan korban jiwa, kerusakan rumah warga, fasilitas umum, serta terganggunya akses transportasi dan aktivitas masyarakat. (Sorakhmat)