WAHANAINFO.COM || TAPANULI TENGAH – Banjir bandang dan longsor dahsyat melanda Dusun I dan IV, Desa Sibio-bio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Selasa (25/11/2025). Peristiwa tersebut menimbulkan korban jiwa dan merusak puluhan rumah, fasilitas publik serta infrastruktur vital.
Bencana terjadi setelah hujan deras dengan intensitas ekstrem, sehingga Sungai Sibio-bio meluap, airnya datang tiba-tiba dan menghantam permukiman dengan arus kuat, membawa material kayu, lumpur, bebatuan besar, serta merusak segala yang dilalui. Beberapa warga tidak sempat menyelamatkan diri karena volume air meningkat dalam hitungan menit.
Sejumlah titik jalan utama menuju Desa Sibio-bio dilaporkan putus total akibat tertimbun longsor maupun tergerus banjir. Hal ini membuat tim evakuasi kesulitan mencapai lokasi terdampak.
Hasil pemantauan sementara di lapangan, mencatat sedikitnya puluhan rumah warga mengalami kerusakan berat. Beberapa bangunan rata dengan tanah, sementara lainnya mengalami keretakan parah akibat terpaan material banjir.
Fasilitas publik seperti jembatan penghubung antar dusun, bangunan sekolah dasar, serta rumah ibadah juga turut terdampak.
Bencana ini juga menyebabkan 11 warga dilaporkan hilang karena hanyut atau tertimbun material longsor. Hingga kini, sebanyak 4 (empat) korban telah ditemukan dan berhasil dievakuasi oleh tim gabungan. 7 (Tujuh) lainnya masih dalam pencarian.
Tim SAR gabungan, BPBD, TNI-Polri, pemerintah desa, serta masyarakat setempat terus melakukan penyisiran di aliran sungai dan titik-titik rawan longsor.

Kepala Desa Sibio-bio, Damianus Zendratö menyampaikan, situasi di lapangan sangat memprihatinkan dan membutuhkan penanganan cepat dari pemerintah daerah maupun pusat.
“Bencana ini datang sangat cepat. Warga tidak punya waktu banyak untuk menyelamatkan diri. Banyak rumah hanyut, akses terputus total dan warga kami masih hilang. Kami berharap bantuan tambahan alat berat, logistik dan tim penyelamat segera didatangkan,” ujarnya, melalui aplikasi Whatsapp, Sabtu (13/12/2025).
Ia juga meminta masyarakat tetap waspada mengingat cuaca ekstrem diperkirakan masih berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
“Kami mengimbau warga tetap berada di titik aman dan tidak kembali ke rumah masing-masing dulu, karena di kuatirkan masih ada potensi longsor atau banjir susulan,” tegasnya.
Pemkab Tapanuli Tengah melalui BPBD telah menurunkan tim ke lokasi, namun akses yang sulit menjadi kendala utama. Bantuan logistik darurat seperti tenda, makanan siap saji, air bersih dan selimut telah mulai disalurkan ke posko pengungsian.
“Kami sangat kesulitan membuka akses. Jalan utama putus total dan sedang dalam perbaikan, beberapa ruas jalan tertimbun matetial longsor serta jembatan rusak. Kami akan berupaya secara maksimal agar Desa yang masih terisolir bisa diakses kembali,” ujar salah satu relawan di lokasi. (Sorakhmat)
No Result
View All Result