
WAHANAINFO.COM || SIBOLGA – Pasca terjadinya Longsor dan Banjir akibat guyuran hujan deras dengan disertai angin kencang, Selasa (25/11/2025), telah menjadikan Kota Sibolga dan Wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, terisolir bagaikan kota mati.
Disejumlah titik daerah rawan, infrastruktur jalan dan jembatan terputus dan rusak parah, akibat tertimpa longsor dan diterjang banjir, sehingga mobilisasi pengangkutan barang dan logistik, untuk kebutuhan warga terganggu.
Diperparah lagi dengan adanya pemadaman Listrik dan jaringan internet, karena gardu Induk PLN di jalan Oswald Siahaan, Kota Pandan, diduga rusak akibat terendam banjir.
Bukan itu saja, Masyarakat juga krisis Air Bersih, kebutuhan Pokok serta Akses Layanan Publik, seperti Perbankan dan Minyak BBM untuk kendaraan. Kondisi ini telah menambah daftar penderitaan warga di dua Daerah.

Ironisnya, hingga beberapa hari pasca kejadian bencana tersebut, kedua Kepala Daerah, baik Wali Kota Sibolga Ahmad Syukri Penarik maupun Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, sedang tidak berada di tempat. Konon kabarnya sedang menghabiskan Anggaran APBD, untuk berenang-senang dan tidur nyenyak di luar kota.
Hal ini disampaikan sejumlah warga, yang merasa kevewa terhadap kurangnya perhatian Pemerintah Daerah, untuk membuka akses jalan, serta lambannya mengevakuasi untuk menyelamatkan ratusan korban yang masih tertimbun material longsor.
OT warga Kota Sibolga menuturkan, seharusnya Wali Kota Sibolga hadir pada saat ini, membantu warganya dan memimpin langsung untuk mengevakuasi ratusan korban yang masih tertimbun material longsor.
“Namun sangat disayangkan, disaat warganya terisolir tanpa lampu dan internet, kekurangan air bersih dan logistik, serta lambannya mengevakuasi korban, Wali Kota Sibolga tidur nyenyak dan membahas bisnis di luar Kota,” ucapnya, Kamis (27/11/2025).
Sementara PH, warga Kabupaten Tapanuli Tengah mengungkapkan, informasinya Bupati pada saat kejadian berada di jakarta mengurus Partainya, sungguh tidak masuk akal jika peristiwa ini tidak diketahui olehnya.
“Namun hingga beberapa hari pasca kejadian, Bupati Tapteng masih betah tidur nyenyak di spring bed dan bersenang-senang di luar Kota, tanpa peduli terhadap warganya,” ketus PH.
Yang lebih memprihatinkan lagi lanjut PH, hingga saat ini masih ada wilayah tapteng tepatnya di Hutanabolon, yang sama sekali belum bisa diakses.
Bayangkan, bagaimana penderitaan warga disana saat ini, Listrik padam, Internet lumpuh, Logistik tertahan, BBM sulit dan begitu juga korban yang masih belum dievakuasi.
“Tentunya, ini menjadi pembelajaran berharga untuk memilih Pemimpin yang tepat di kemudian hari. Untuk apa memilih Pemimpin yang tidak memiliki hati nurani,” pungkasnya dengan nada kesal.
Hingga berita ini diterbitkan, evakuasi korban yang masih tertimbun longsor masih dilakukan, menggunakan alat berat dan secara manual.
Gubernur Sumatera Utara Boby Nasution, Kapolda Sumut Irjen Wisnu dan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara, telah memantau situasi peristiwa ini dari udara dengan menggunakan Helikopter. (Sorakhmat)
No Result
View All Result