SIMALUNGUN- Hingga saat ini, serapan anggaran oleh Badan Keuangan Pemkab Simalungun masih sangat rendah atau masih di bawah 50 persen.
Ketua DPRD Simalungun, Sugiarto mengesalkan kondisi ini karena sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat. Menurutnya hal ini terjadi karena Pemkab Simalungun terlambat melaksanakan setiap program yang ditetapkan.
“Contohnya seperti proyek-proyek itu, harusnya kan proses sudah mulai berjalan sejak bulan Januari. Tapi faktanya sebagian besar dimulai sejak bulan Oktober,” kata Sugiarto, saat diwawancarai Wahanainfo.com di DPRD Simalungun, Rabu 12 November 2025.
Namun dia memastikan bahwa seluruh program, anggarannya akan dicairkan pada bulan Desember mendatang.
“Semuanya pasti dibayarkan. Sebelum akhir tahun,” ujarnya.
Dia berharap kepada Pemkab Simalungun agar di tahun 2026 hal-hal seperti ini tidak terulang kembali.
“Tahun depan harapan kita prosesnya sudah dimulai sejak bulan Januari. Lebih cepat pasti lebih baik. Dengan demikian perputaran roda ekonomi di masyarakat akan lebih hidup,” pungkasnya.
Sementara Kepala Badan Keuangan, Simson Tambunan belum berhasil dimintai tanggapan. Ditemui saat rapat badan anggaran DPRD Simalungun diskors, Simson mengatakan bahwa dirinya sedang buru-buru dipanggil oleh Bupati Simalungun, Anton Saragih.
“Sabar ya bang, aku mau ke kantor bupati, dipanggil sama pak bupati,” ujar Simson yang berjanji akan kembali ke kantor DPRD Simalungun, namun tak kunjung kembali. (Jonli Simarmata)

