Pematangsiantar, Wahana Info – Dalam menyongsong 100 tahun kemerdekaan Indonesia pada tahun 2045, wacana “Generasi Emas” menjadi perhatian serius bagi berbagai kalangan, termasuk pemuda Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS).
Ketua Pengurus Seksi Namaposo Sinode GKPS, Romasdo M. Saragih, menegaskan bahwa pemuda GKPS harus berbenah dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan zaman, terutama dalam era digitalisasi.
Menurutnya, gagasan Generasi Emas 2045 bukan sekadar wacana, melainkan sebuah panggilan bagi generasi muda, khususnya Gen Z, untuk berperan aktif dalam pembangunan bangsa.
“Generasi emas harus berani bertindak dan tidak takut menghadapi masalah. Sebagai Namaposo GKPS, kita harus berani bersuara, bertindak, dan mengakui kesalahan. Masalah terbesar adalah ketika kita tidak berani menghadapinya,” ujarnya pada Kamis (27/03/2025).
Indonesia diperkirakan akan mengalami bonus demografi, di mana 70 persen penduduknya berada dalam usia produktif (15-64 tahun). Ini menjadi peluang besar bagi bangsa, asalkan generasi muda dipersiapkan dengan baik. Beberapa langkah yang harus dilakukan, antara lain:
- Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
- Memanfaatkan teknologi digital secara positif.
- Mengembangkan kreativitas di berbagai bidang seperti seni, pendidikan, dan sosial.
- Membangun jaringan dan kolaborasi yang produktif.
Namun, Romasdo menyoroti bahwa masih ada sekitar 32 ribu pemuda GKPS yang belum optimal dalam memberikan dampak positif bagi gereja dan masyarakat. Banyak di antara mereka yang lebih fokus pada penggunaan gawai daripada menciptakan ide-ide kreatif dan produktif.
Oleh karena itu, ia berencana mengadakan pelatihan-pelatihan digitalisasi bagi Namaposo GKPS agar lebih bernilai bagi perkembangan diri dan komunitasnya.
“Generasi emas tidak akan terbentuk secara instan. Seperti emas yang harus ditempa dalam suhu tinggi, kita juga harus melewati berbagai proses, belajar, bersosialisasi, dan memahami problematika bangsa agar matang dalam menghadapi tantangan,” tambahnya.
Dengan persiapan yang matang, generasi muda, khususnya Namaposo GKPS, diharapkan mampu menjadi bagian dari Generasi Emas 2045 yang produktif, inovatif, berdaya saing tinggi, serta memiliki peradaban unggul. (Tim)