Wahanainfo | Pematangsiantar,- Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Fidelis Edy Suranta Sembiring SSTP mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Kewilayahan Patuh Toba 2026, di Lapangan Apel Polres Pematangsiantar, Jalan Sudirman, Senin (26/10/2026) pagi. Apel dipimpin langsung Kapolres Pematangsiantar AKBP Dhana Noer Kurniawan SIK MH.
Pimpinan apel AKBP Dhana Noer Kurniawan dalam amanatnya menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada personel Polres dan instansi terkait atas partisipasi, sinergi, dan kesiapan dalam Operasi Kewilayahan Patuh Toba 2026 di Kota Pematangsiantar.
“Keamanan dan ketertiban lalu lintas merupakan kebutuhan mutlak masyarakat selaku pengguna jalan. Hanya saja, tingkat kecelakaan lalu lintas dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas masih sangat memprihatinkan, khususnya di masa Hari Raya Natal dan Tahun Baru,” terang Dhana.
Sehingga, lanjutnya, apabila tidak disikapi, maka akan menimbulkan kerugian. Bukan hanya kerugian jiwa atau materi, tetapi juga berdampak pada kehidupan ekonomi dan sosial.
Dilanjutkannya, bagian dari program global Dekade Aksi Keselamatan Jalan (Decade of Action for Road Safety) 2021–2030, Persetujuan Bangsa-Bangsa (PBB) menargetkan penurunan angka fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas sebesar 50 persen hingga tahun 2030.
Dalam kesempatan tersebut, Dhana menyampaikan berdasarkan data Polres Pematangsiantar, penegakan hukum lalu lintas menunjukkan tren positif, yakni terjadi penurunan 23,4 persen. Untuk kecelakaan lalu lintas turun 4 persen dan angka korban meninggal dunia turun 10,4 persen.
Operasi Kewilayahan Patuh Toba di Kota Pematangsiantar dilaksanakan selama 14 hari, yaitu 26 Oktober-8 November)l 2026. Dengan sasaran antara lain: pengguna jalan, angkutan umum dan angkutan pribadi, titik rawan kecelakaan, pelanggaran, kecelakaan lalu lintas, dan aktivitas masyarakat yang bisa mengganggu keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas).
Untuk itu, Dhana menegaskan agar dilakukan pemetaan dan deteksi dini rawan pelanggaran; mengutamakan kegiatan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat, seperti melalui spanduk, banner, stiker, serta media sosial; memerhatikan sikap personel agar melakukan Senyum, Sapa, dan Salam (3S), tegas namun humanis; serta menghindari pungutan liar, penyalahgunaan wewenang, dan sikap arogan di lapangan.
“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, humanis, dan berintegritas. Semoga operasi ini berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat Pematangsiantar dan Sumatera Utara pada umumnya,” sebut Dhana.
Sebanyak 59 personel terlibat dalam operasi dengan tema “Polri Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkelanjutan”. Para personel terdiri dari Polri, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Dinas Perhubungan (Dishub).
Rangkaian apel, dilakukan pemeriksaan pasukan dan penyematan pita tanda operasi kepada perwakilan personel oleh AKBP Dhana.
Apel juga dihadiri perwakilan Forkopimda Kota Pematangsiantar, serta perwakilan PT Jasa Raharja. (*)

