Wahana Info
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI
No Result
View All Result
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI
No Result
View All Result
Wahana Info
  • NEWS
  • PERISTIWA
  • DAERAH
  • REGIONAL
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI
Dinkes Pematangsiantar Gelar Pertemuan Lintas Program dan Lintas Sektor Penurunan AKI-AKB sekaligus Launching Inovasi SIPITA

Dinkes Pematangsiantar Gelar Pertemuan Lintas Program dan Lintas Sektor Penurunan AKI-AKB sekaligus Launching Inovasi SIPITA

by Wahanainfo.com
27 Juli 2026 | 21:15 WIB
in Daerah
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

Wahanainfo | Pematangsiantar,- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pematangsiantar menggelar Pertemuan Koordinasi Lintas Program dan Lintas Sektor Penurunan AKI-AKB, sekaligus Launching Inovasi SIPITA (Komunikasi Pelayanan Ibu Hamil Terintegrasi). Kegiatan dilaksanakan di Aula Bhakti Husada Dinkes Pematangsiantar, Jalan Sutomo, Senin (27/07/2026). Kegiatan tersebut dibuka Kepala Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar Urat Hatoguan Simanjuntak SKM MKes diwakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Ari Puji Astuti SKM MKes. Kegiatan tersebut berdasarkan Surat Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar Nomor 007/400.7.14.1/2063/VII-2026 Tanggal 24 Juli 2026.

Ari Puji Astuti dalam sambutannya mengatakan, Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (AKI-AKB) merupakan salah satu indikator utama dalam mengukur derajat kesehatan serta kualitas taraf hidup suatu daerah. Penurunan AKI dan AKB tidak hanya menjadi bagian dari komitmen nasional melalui transformasi sistem kesehatan, tetapi juga tanggung jawab moral bersama di Kota Pematangsiantar.

“Penyebab kematian ibu dan bayi sangat kompleks dan multifaktor. Oleh karena itu, penanganannya tidak bisa hanya dibebankan kepada jajaran Dinas Kesehatan. Diperlukan sinergi, kolaborasi, dan komitmen yang kuat dari seluruh lintas program, lintas sektor, organisasi profesi, hingga elemen masyarakat di tingkat akar rumput,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen nyata dan langkah akselerasi dalam menjawab tantangan tersebut, lanjut Ari, dengan bangga Dinkes Pematangsiantar meluncurkan Inovasi SIPITA.

“Inovasi ini hadir sebagai terobosan untuk memperkuat sistem pendataan, pemantauan, serta intervensi dini terhadap kesehatan ibu dan bayi di Kota Pematangsiantar agar lebih terintegrasi, cepat, dan tepat sasaran. Melalui pertemuan koordinasi dan peluncuran Inovasi SIPITA ini, saya berharap sinergi lintas sektor semakin solid. Seluruh instansi terkait, dari tingkat kota hingga kecamatan dan kelurahan, dapat mengambil peran aktif sesuai tugas dan fungsinya masing-masing,” tukasnya.

Ari menyampaikan, inovasi dijalankan secara optimal. SIPITA hadir sebagai solusi cerdas untuk menekan AKI dan AKB.

“Kehadiran SIPITA hendaknya benar-benar dimanfaatkan dan dikelola dengan baik oleh seluruh tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan, bukan sekadar seremonial. Mari kita perkuat sistem rujukan dan pemantauan kesehatan ibu hamil, melahirkan, serta bayi baru lahir secara lebih responsif. Dengan semangat kebersamaan dan kerja keras kita semua, saya optimistis target penurunan AKI dan AKB di Kota Pematangsiantar dapat tercapai demi mewujudkan masyarakat yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras,” tuturnya.

Selanjutnya, Ari Puji Astuti memberikan pemaparan lebih lanjut terkait kegunaan SIPITA.

Ari menekankan SIPITA hadir sebagai solusi cerdas untuk menekan AKI dan AKB. Inovasi ini mengalami pembaruan strategi yang sangat signifikan: dari yang semula direncanakan berbasis aplikasi seluler (mobile app), kini bertransformasi menjadi sistem edukasi dan komunikasi kelompok terintegrasi.

“Kita melakukan evaluasi mendalam. Jika dipaksakan menggunakan aplikasi, biayanya sangat besar, harus terus-menerus di-update, risiko tidak berkelanjutan, dan kasihan ibu hamil jika harus terus men-download aplikasi baru. Oleh karena itu, SIPITA diubah menjadi sistem komunikasi yang lebih membumi, mengutamakan interaksi langsung, namun tetap terstruktur,” jelasnya di hadapan para peserta.

Melalui inovasi SIPITA yang baru, peran tidak hanya bertumpu pada pengelola program KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), melainkan berkolaborasi erat dengan Tim Promosi Kesehatan (Promkes). Nantinya, koordinasi puskesmas akan diperkuat melalui pembentukan grup komunikasi khusus yang aktif memberikan edukasi terjadwal setiap hari Kamis serta melakukan umpan balik secara berkala.

Dengan adanya sosialisasi ini, seluruh puskesmas diharapkan segera menindaklanjuti dengan melaporkan ke pimpinan, membuat SK Pelaksanaan Tim, dan membentuk grup SIPITA tingkat puskesmas demi mewujudkan pemetaan risiko dan rujukan yang lebih cepat dan terintegrasi.

Ia berharap kelurahan dan kecamatan juga mengharuskan para ibu hamil di wilayahnya masing-masing berkoordinasi dengan Dinkes.

“Jadi kami mohon bantuannya kepada bapak-ibu kelurahan, agar di-ayo-ayokan kepada kader untuk responsif kepada sasaran ibu hamil, agar kami Dinkes dapat bergerak ikut untuk memantau melalui SIPITA. Dan khayalan saya, ini seperti Halo Dokter dalam bentuk Sipita, terkhusus untuk pelayanan konsultasi ibu hamil dan anak,” katanya.

Dalam pertemuan tampak hadir Sekretaris DPPKB Mispa Tarigan ST MSi, para perwakilan camat dan lurah se-Kota Pematangsiantar, para pimpinan rumah sakit, kepala puskesmas, mewakili Ketua TP PKK, organisasi profesi (IBI, IDI), dan tokoh masyarakat. (*)

Berita Terbaru

Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Distrik 024 Kab_Bekasi ,Gelar Rapat Kerja Sekali Gus Memperkenalkan Pengurus

11 Oktober 2026 | 09:21 WIB

Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Distrik 024 Kab_Bekasi ,Gelar Rapat Kerja Sekali Gus Memperkenalkan Pengurus

11 Oktober 2026 | 09:21 WIB

Implementasikan Visi Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, HIMA KRS Sumut Apresiasi 100 Hari Kinerja Nyata Kasat Reskrim Polres Tanjungbalai

10 Oktober 2026 | 10:52 WIB

Eksekusi di Sibolga Kuasa Hukum Soroti Constatering hingga Batas Objek

8 Oktober 2026 | 22:20 WIB
Hukum

Eksekusi PN Sibolga Berlanjut hingga Pengosongan Kuasa Hukum Termohon Ajukan Keberatan

8 Oktober 2026 | 17:53 WIB
Daerah

Pemkab Simalungun Lantik 45 Pejabat: Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik

7 Oktober 2026 | 21:40 WIB
Daerah

Pemkab Simalungun dan Kejari Simalungun Jalin Sinergi Cegah Penyimpangan dalam Penyelenggaraan Pendidikan

7 Oktober 2026 | 21:37 WIB
Daerah

Bupati Simalungun Terima Kunjungan Silaturahmi Pengurus MUI, Bahas Hari Santri dan Pengukuhan MUI

7 Oktober 2026 | 21:33 WIB
Daerah

Bupati Simalungun Tutup Karya Hita Festival 2026: Awal Perluasan Pasar yang Lebih Luas

7 Oktober 2026 | 21:31 WIB
News

SPBU 14.211.307 BANDAR HINALANG RESMI BEROPERASI

6 Oktober 2026 | 13:03 WIB

Soroti Proyek APBD Jabar ,Hingga kritisi Air ,Pengawasan langsung Di pertanyakan .

4 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Soroti Proyek APBD Jabar ,Hingga kritisi Air ,Pengawasan langsung Di pertanyakan .

4 Oktober 2026 | 22:56 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Policy
  • Terms

© 2026 Wahanainfo.com

rotasi barak berita hari ini danau toba fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI

© 2026 Wahanainfo.com

rotasi barak berita hari ini danau toba fons nuntiorum infamissimus