Wahana Info
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI
No Result
View All Result
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI
No Result
View All Result
Wahana Info
  • NEWS
  • PERISTIWA
  • DAERAH
  • REGIONAL
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI

Silang Saling Sandra Menyandera Akan terus Menghantui Sampai Masuk ke Liang Kubur

by Wahanainfo.com
15 Juli 2026 | 12:28 WIB
in Tak Berkategori
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

https//wahanainfo.com “Menyandera dan disandera di Indonesia telah melahirkan “anak haram” dalam  perselingkuhan politik yang gaduh di Indonesia. Sehingga upaya untuk saling  menyandera telah dijadikan kekuatan politik dan sumber ekonomi yang bisa menumpuk dan melanggengkan  kekuasaan dalam arti luas, jauh melampaui  dugaan yang bisa dikalkulasi lewat manajemen ilmu secanggih apapun yang dapat dilakukan oleh para pakarnya di negeri ini.

 

Nasib yang paling tragis adalah mereka yang tersandera, hingga hingga tidak bisa berkutik kecuali hanya bisa menghamba dan mengemis bekas kasihan, seperti Si Lebai Malang. Istilah untuk mereka yang tersandera tak bisa berkutik ini, ibaratnya  “maju kena, mundur juga kena” hingga posisinya bisa jadi bukan-bulanan pemerasan, tak hanya dalam arti ekonomi, karena yang lebih parah nasibnya hanya bisa sendiko dawuh. Menuruti kehendak sang penyandera jadi kerbau yang dicocok hidungnya. Untuk menghadapi kondisi  yang malang ini memang harus menghadapi dilema memilih seperti harus menentukan : *Bapak mati, atau Ibu yang mati”, inilah yang disebut banyak orang  akibat dari memakan buah simalakama.

 

Tapi, realitas yang harus dihadapi dari  konsekuensi memakan buah simalakama ini harus dihadapi secara gentle dengan melakukan perlawanan total, atau menyerah kalah secara bongko’an tanpa syarat. Bisa saja pasrah memilih mengikuti arus ke  mana arah air bah yang akan menghanyutkan, yang penting toh,  bisa tetap selamat, seperti ketika tambeng untuk melakukan kejahatan yang telah merugikan banyak orang.

 

Dalam kondisi tersandra inilah, orang baru bisa memahami betapa indahnya suasana kebebasan dan kemerdekaan yang mampu dikendalikan karena memahami adanya konsekuensi logis dari perbuatan yang harus dipertanggungjawabkan di dunia dan di akherat. Karena tanggung jawab itu  tak hanya dihadapan hukum positif (negara) tapi juga hukum Tuhan Yang Maha Adil dan Maha Mengetahui.

 

Jadi masalah silang saling Sandra menyandera ini pun bisa terjadi timbal balik — sama-sama tersandera dan menyandera. Ketika posisinya demikian adanya, pilihan terbaik — jika masih bisa menahan ego — kedua pihak bisa melakukan kerja sama, saling melindungi atau bahkan saling menetas, maka itu berbagai upaya mencari titik temu dari berbagai  kemungkinan yang bisa terjadi, mulai dari kesepakatan untuk saling melindungi, hingga kemungkinan melakukan kolaborasi semacam asosiasi kecil untuk sesuatu hal yang besar, karena menyangkut masa depan yang bisa ambruk bersama seluruh dinasti yang sudah dibangun dengan susah payah. Karena itu, perang tanding pun — semacam kondisi Perang di Padang Kurusetra — seperti yang bisa disaksikan terjadi di negeri kita hari ini.

 

Esensinya, perang antara perang antara Pendawa vs Kurawa simbolika dari kebenaran dan kebatilan. Terbunuhnya Duryudana dan Dursasana, sebagai simbolik dari kejahatan.

 

Sebab mitos yang ada dan hidup dalam keluarga Kurawa, ego, serakah dan iri dengki. Seperti Karna, anaknya Kanti, kakaknya Pandawa yang seria kepada Duryudana, salah memilih dengan berkubu pada Kurawa berhutang budi dan menjadi loyalis yang buta hatinya. Begitu juga Bhisma dan Drona yang terbilang tua, tapi mingkem tidak bersuara seperti penikmat media sosial yang tak berbicara dan tidak juga bereaksi memberikan komentar. Tentu saja ada andilnya Sengkuni yang licik dan culas, manipulatif serta  mempraktekkan politik kotor yang suka kasak-kusuk merusak martabat Pandawa maupun Kurawa.

 

Ketika kezaliman dan ketidakadilan terjadi, perang harus terjadi — dan terpaksa akan dilakoni dengan semangat rawe-rawe rantas tanpa rasa bimbang dan ragu  seperti saat melakukan korupsi atau  pengkhianatan terhadap amanah rakyat hanya untuk kepentingan serta keuntungan diri sendiri

 

Karena itu, kedua pihak yang saling  menyandera dan yang disandera kelak kapan pun harus mempertanggungjawabkan atas segala perbuatannya yang dilakukan kepada Tuhan, karena akibat dari perbuatan semua pihak yang  menyandera serta bagi mereka yang disandera, karena menyimpan dosa dari perbuatan dari perilaku kejahatan masa lalunya yang kini akan terus menghantui dirinya sampai masuk ke liang kubur.Pecenongan, 13  Juli 2026

 

(pewarta :suganda

Berita Terbaru

Sah SK pengurus PD IPA Tebing Tinggi 2026-2028 di serahkan langsung oleh ketua PW IPA Sumut

14 September 2026 | 11:20 WIB

Demisioner Ketua Umum HMI Cabang Pematangsiantar-Simalungun priode 2024-2025 : Robert Hidayat Pardosi Tantang Kapolres Simalungun komitmen terkait pemberantasan judi dan narkoba

14 September 2026 | 11:16 WIB

HIMA KRS Apresiasi Aksi Cepat Kapolres Labuhanbatu Turun Langsung Padamkan Karhutla

11 September 2026 | 18:58 WIB

Kantongi Nomor Urut 2 di Pilkades Karangbahagia, Tim “Bang Nosar (Bang Bule) ” Ajak Warga Rawat Persatuan

10 September 2026 | 01:32 WIB

Barisan Pendukung ,Bang Caum Perkuat Solidaritas Lewat Pengajian Rutin

8 September 2026 | 07:28 WIB
Daerah

Satukan Visi Misi, KNPI Siantar Temu Ramah Bersama OKP, Ormas dan Kapolres

7 September 2026 | 21:13 WIB

Sukses Digelar Sejak Juli, H. Jalal Cup SKI 2026 Lahirkan Juara Baru di Cabor Voli dan Bulutangkis

6 September 2026 | 13:37 WIB

Perwakilan Masyarakat Tiga Dusun Desa Sukaraya,Deklarasikan Dukungan untuk Danu Sumarno pada Pilkades 2026_2034 .

6 September 2026 | 07:56 WIB
Bisnis

Wapres Gibran Respon Keluhan Pemilik CV Napogos Gubsu Bobby Langsung Bertindak

6 September 2026 | 00:06 WIB

Panitia Pastikan Hasil Seleksi Bakal Calon Kepala Desa Sukaraya Diumumkan 8 September 2026

5 September 2026 | 05:27 WIB

Diajukan Sejak 2022, Sertifikat PTS Milik Arsikem Tak Kunjung Terbit — Surat Resmi peradi Sai Diabaikan, Fajar Ramadan: BPN Kantah Kab. Bekasi Abaikan Hak Warga

4 September 2026 | 18:19 WIB

Diajukan Sejak 2022, Sertifikat PTS Milik Arsikem Tak Kunjung Terbit — Surat Resmi peradi Sai Diabaikan, Fajar Ramadan: BPN Kantah Kab. Bekasi Abaikan Hak Warga

4 September 2026 | 18:19 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Policy
  • Terms

© 2026 Wahanainfo.com

rotasi barak berita hari ini danau toba fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI

© 2026 Wahanainfo.com

rotasi barak berita hari ini danau toba fons nuntiorum infamissimus