Wahana Info
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI
No Result
View All Result
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI
No Result
View All Result
Wahana Info
  • NEWS
  • PERISTIWA
  • DAERAH
  • REGIONAL
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI

Berakhir Ricuh, Temu Karya Karang Taruna Tebing Tinggi Diduga Terjadi Konspirasi

by Wahanainfo.com
26 Juni 2025 | 17:01 WIB
in News, Daerah, Dunia, Kriminal, Nasional
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

Wahanainfo | Tebing Tinggi-Acara Temu Karya Karang Taruna Kota Tebing Tinggi yang digelar di Aula Kantor Balai Kota Lantai 4, Jalan Sutomo Kota Tebing Tinggi Sumatera Utara pada Rabu (25/6/2025), mendadak berubah menjadi ricuh. Keributan pecah sekitar pukul 11.00 WIB, sehingga acara tersebut discorsing untuk beberapa menit.

Kericuhan yang berawal saat salah seorang peserta bernama ” Sapta ” secara terbuka mempertanyakan masalah legalitas kepanitiaan yang digelar pada acara tersebut. Dalam instruksinya Sapta yang juga merupakan sebagai warga karang taruna mempertanyakan keabsahan dan legalitas panitia temu karya dan mempersoalkan prosedur pelaksanaan yang dinilai tidak transparan dan tidak melibatkan unsur Karang Taruna dari tingkat kelurahan hingga kecamatan yang terkesan tertutup dan sangat ditutup tutupi, jelasnya.

Dari pertanyaan dan pernyataan tersebut langsung memicu ketegangan didalam ruangan sidang pleno 2. Adu argumenpun terjadi saat itu dan tak terelakkan lagi antara pihak panitia dengan sejumlah peserta lain yang hadir ketika itu dan juga merasakan hal sama.

“Kenapa undangan tidak jelas? Lalu kenapa pengurus Karang Taruna ditingkat kecamatan dan kelurahan seluruhnya tidak dilibatkan untuk menentukan kepanitiaan ? Disini kami meminta supaya hal ini harus diluruskan sebelum acara dilanjutkan,” tegas Sapta dalam intervensinya yang kemudian disambut riuh oleh sebagian peserta.

Tidak hanya sampai disitu, situasipun semakin memanas ketika Saudara Asnawi Mangku Alam yang menjabat sebagai Ketua Caretaker Karang Taruna Kota Tebing Tinggi, memberikan penjelasan yang justru dinilai tidak memuaskan oleh sebagian peserta. Peserta menilai bahwa pelaksanaan temu karya ini seperti sudah ” dikondisikan ” dan adanya konsfirasi untuk kepentingan kelompok tertentu.

Dari peserta yang hadir mempertanyakan mengapa proses regenerasi organisasi sebesar Karang Taruna Kota Tebing Tinggi dilaksanakan tanpa melibatkan unsur dari bawah, yaitu Karang Taruna di tingkat kelurahan dan kecamatan. Mereka juga meminta legalitas/dasar hukum dan mekanisme yang dipakai panitia dalam menyusun kepanitiaan serta dalam menyelenggarakan temu karya tersebut.

Karena situasi yang tak lagi kondusif, pihak panitia bersama unsur terkait memutuskan untuk “menunda pelaksanaan acara temu karya”. Melalui pengeras suara, disampaikan agar seluruh peserta yang hadir dapat membubarkan diri demi menjaga ketertiban dan keamanan bersama.

Tepat pada pukul 16.00 wib rapat pleno 3 dilanjutkan yang dihadirii oleh 5 pengurus Karang Taruna kecamatan, SC, Caretaker, domisioner Karang Taruna Kota Tebing Tinggi, dimana ketua Panitia Rum Sitorus saat dimintai keterangannya tidak lagi mengikuti sidang pleno 3 tersebut dengan alasan takut terlibat dengan ketidakjelasan tentang legalitas kepanitiaannya.

Namun sebelum pleno 3 dimulai Asnawi Mangku Alam menanyakan kepada para peserta sidang apakah bisa sidang ini dilanjutkan ? Sebagian peserta ada yang mengatakan lanjut, akan tetapi dari 2 pengurus/delegasi kecamatan Padang Hilir dan Bajenis meminta supaya sidang dapat di tunda ( pending ) sampai waktu yang belum ditentukan dengan alasan SC atau pimpinan sidang yang hadir hanya 1 orang, sementara sekretaris dan anggota tidak hadir saat itu.

Akan tetapi perhelatan dalam sidang tidak mendapat respon, dan peserta langsung ambil sikap untuk berontak dan terjadi keributan yang kedua kalinya di dalam ruang sidang pleno 3 Temu Karya Karang Taruna di Lantai 4 Gedung Balai Kota Tebing Tinggi dan berujung rapat pleno 3 dibubarkan.

Tidak hanya sampai disitu, para peserta sidang pleno 3 terkecuali delegasi dari pengurus Karang Taruna Kecamatan Bajenis dan Kecamatan Padang Hilir yang telah menyatakan sidang pleno 3 supaya dipending/ditunda sampai waktu yang belum ditentukan menunggu surat SK Caretaker Karang Taruna Kota Tebing Tinggi yang belum mendapatkan surat balasan dari Provinsi Sumatera Utara supaya jelas secara legalitas tidak mendapat respon dalam deklok yang teridikasi sangat dipaksakan dan kondisional, ucap Sapta.

Dan sekira pukul 19.00 wib melalui media sosial facebook dikabarkan bahwa Saudara Jatmiko SPd terpilih menjadi Ketua Karang Taruna Kota Tebing Tinggi periode Tahun 2025 – 2030, bisa dikatakan pemilihan yang dipaksakan dan dikondisikan walaupun rapat pleno 3 Temu Karya Karang Taruna Ke-7 sudah dibubarkan dan terkesan cacat hukum

Dengan terjadinya kericuhan dan keributan seperti ini membuktikan bahwa ada seseorang yang mempunyai kepentingan terlebih dapat mengambil suatu keputusan rapat pleno 3 dan memenangkan Jatmiko SPd menjadi Ketua terpilih Karang Taruna Kota Tebing Tinggi yang sudah jelas jelas dibubarkan, dan bertolak belakang dengan lagu Mars Karang Taruna yakni

“Karang Taruna milik kita semua,” bukan milik golongan. Jangan dijadikan alat untuk kepentingan sepihak.

Keributan dan kericuhan dalam Temu Karya Karang Taruna ini menjadi alarm buat semua pihak, khususnya pemerintah daerah dan Dinas Sosial, agar dapat melakukan evaluasi serius terhadap proses pembinaan organisasi sosial kepemudaan di KotaTebing Tinggi. Jangan sampai semangat gotong royong dan kekeluargaan yang menjadi roh dari Karang Taruna justru pudar dan hilang diakibatkan praktik yang tidak sesuai dengan prinsip prinsip demokrasi di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

( MYN )

Berita Terbaru

Daerah

Tingkatkan Keaktifan Peserta Pertahankan UHC, Pemkab Simalungun Gelar Forum Komunikasi

18 September 2026 | 17:25 WIB
Daerah

Ziarah ke Makam Raja Siantar Sang Nauwaluh Damanik: Menutup Rangkaian Ziarah Raja Marpitu dalam Hari Jadi ke-193 Daerah Simalungun

18 September 2026 | 17:21 WIB
Daerah

Hadiri Rakon Program MBG, Wakil Bupati Simalungun Tegaskan Pengawasan dan Kolaborasi

18 September 2026 | 17:16 WIB
Daerah

Hari Jadi ke-193 Daerah Simalungun: Momentum Perkuat Generasi Kini dengan Warisan Masa Lampau

18 September 2026 | 17:11 WIB
Daerah

Pemkab Simalungun Tegaskan Komitmen Perkuat Peran PKK Sebagai Motor Penggerak Kesejahteraan Masyarakat

18 September 2026 | 17:06 WIB
Daerah

Hadiri RUPS Bank Sumut, Bupati Simalungun Tegaskan Dukungan Penguatan Modal untuk Dorong Ekonomi Daerah

18 September 2026 | 17:01 WIB
Daerah

BPK-RI Perwakilan Provsu Gelar Entry Meeting Pemeriksaan LKPD Kabupaten Simalungun TA 2025

18 September 2026 | 16:55 WIB
Daerah

BPK-RI Perwakilan Provsu Gelar Entry Meeting Pemeriksaan LKPD Kabupaten Simalungun TA 2025

18 September 2026 | 16:55 WIB
Daerah

Peringati Hari Jadi Ke-193, Pemkab Simalungun Gelar Ziarah ke Makam Raja Marpitu

18 September 2026 | 16:50 WIB
Daerah

Groundbreaking Jembatan di Nagori Bosar Galugur: Dorong Akses dan Perekonomian Masyarakat

18 September 2026 | 16:45 WIB
Daerah

Persiapkan Nagori Percontohan Tingkat Provinsi, TP PKK Kabupaten Simalungun Lakukan Pembinaan dan Pendampingan

18 September 2026 | 16:40 WIB
Daerah

Hadiri Wisuda Santri Ponpes Modern Al-Kautsar, Bupati Simalungun Dorong Lahirnya Generasi Masa Depan Cerdas Secara Intelektual

18 September 2026 | 16:33 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Policy
  • Terms

© 2026 Wahanainfo.com

rotasi barak berita hari ini danau toba fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • NEWS
    • PERISTIWA
    • DAERAH
    • REGIONAL
    • NASIONAL
    • DUNIA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • BUDAYA
  • PENDIDIKAN
  • WISATA
  • RUANG KREASI
  • OPINI

© 2026 Wahanainfo.com

rotasi barak berita hari ini danau toba fons nuntiorum infamissimus